Unknown Baby

Unknown Baby
Bom


Tetapi kini, setelah dua tahun berlalu, di hari sabtu sore yang cerah semua berubah. Uluran bunga dari Faiq diterima tetapi perasaannya ditolak. Gadis yang dulu dia pandang culun dan jelek kini tampak sangat cantik walaupun penampilannya tak jauh beda dengan dua tahun yang lalu.


Hanya dianggap sebagai kakak dan pemilik rumah, ntah kenapa rasanya sakit. Memang, tidak ada yang tahu hati manusia. Dulu tidak suka sekarang cinta, dulu tak acuh sekarang sayang, dulu tak ingin memiliki sekarang terobsesi. Faiq sadar bahwa hatinya telah dibolak balikkan oleh yang maha kuasa.


"Aku minta kamu beri kesempatan supaya hubungan kita lebih dari sekedar pemilik rumah dan menyewa." Pinta Faiq masih memandang Myesha.


Gadis itu memegang erat buket bunga yang aroma wanginya sampai tercium jelas. Tatapan penuh harap dari Faiq sungguh membebani hatinya, dia tidak menyangka bahwa Faiq memiliki perasaan lebih. Ternyata tidak peka merupakan penyakit yang bisa menyebabkan bom waktu seperti sekarang.


"Aku punya orang yang aku sukai. Aku kan udah pernah bilang sama Mas waktu itu. Lagian Mas kan playboy jadi perasaan Mas ke aku pasti cuma sesaat."


Baru ini Faiq ditolak. Cap playboy sungguh membuat harga dirinya hancur berkeping keping. Myesha tak mempercayai perasaannya dan menganggap bahwa ini hanya rasa sesaat. Faiq sungguh merasa terluka. Terlebih perasaan Myesha ke orang yang dia sukai sangat kuat.


"Apa kamu yakin orang yang kamu sukai bakal sama kamu?"


"Nggak yakin sih, soalnya dia punya pacar."


"Apa kamu nggak mau nyoba nyatain perasaanmu biar jelas. Kalau ada kemungkinan sedikit aja kamu diterima aku bakal mundur, Sha."


Myesha terdiam sesaat, "aku nggak berani, kalau aku ditolak pasti dia ntar nggak mau kenal aku lagi."


"Tapi seenggaknya kan jelas, terus mau sampai kapan kamu nyimpen perasaanmu itu. Kalau ditolak kamu bisa move on dan melihat orang yang bener-bener sayang sama kamu." Faiq mencoba meyakinkan.


"Tapi ...." Myesha tak melanjutkan bicaranya.


"Aku sudah mengikat janji suci untukmu di hadapan Allah dan semua orang, aku akan menjagamu apapun yang terjadi. Walaupun itu ijab kabul dadakan yang dipaksa semua orang, tapi tetap saja aku menjalankan dan memegang teguh janji suci itu. Jika kamu bandingkan sama orang yang berstatus pacar orang itu, bukankah lebih baik kamu sama aku?"


Faiq mencoba merayu, mengerahkan semua usahanya untuk mendapatkan hati Myesha. Keringat merembes dari kaosnya, terlihat gugup dan merasa hawa panas di tubuh. Debaran jantung tak karuan dan tubuhnya bergetar, itu karena dia belum makan siang dan sangat lapar.


Myesha menunduk sedih, perasaan yang tertahan selama 7 tahun tak akan bisa hilang begitu saja. Tetapi yang dikatakan Faiq memang benar, Myesha akui itu. Mau sampai kapan?


Selama ini dia tidak pernah bertemu pria sebaik Faiq, bertanggung jawab dan pengertian. Apalagi status pria itu adalah suaminya, walaupun suami jadi-jadian. Tetapi pria itu memperlakukannya dengan baik. Sekarang dia menyatakan cinta, terlalu jahat jika Myesha tak memberi kesempatan sedikit saja.


"Kamu nggak pernah nyoba move on makanya nggak move on, saranku ungkapin perasaanmu baru setelah itu aku nerima apapun keputusanmu, Sha."


Mata mereka bertemu, "baiklah."


Faiq ber-iyes dalam hati, apapun yang terjadi nanti dia akan memperjuangkan perasaanya. Lagi pula dia berstatus suami, kesempatannya lebih besar. Tak lupa dia juga akan memperjuangkan balon yang sudah dibeli.


.


.


.


.


bersambung


Aku usaha mempercepat eps nobar :->


jangan lupa vote dan kalo ada koin jangan lupa kasih aku.


Salam sayang dari pembuat halu yang suka koin ≧ω≦