Unknown Baby

Unknown Baby
End


...Keluarga bukan hanya tentang ikatan darah ataupun silsilah, karena jika takdir sudah bicara maka orang asing pun menjadi sangat berharga....


Faiq menyelimuti Myesha, wanita itu tidur dengan memeluk foto yang Yuno kirimkan. Di dalam tidurnya Myesha bermimpi menggenggam tangan bayi jabrik kesayangannya, lembut dan wangi. Kini, anak itu sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan, pintar dan memiliki banyak teman. Itu yang Yuno tulis dalam surat.


Anak itu juga mengirimkan alamat email rahasia, selama ini orang tua kandungnya membatasi gerakannya. Tidak bisa menggunakan alat komunikasi apapun untuk menghubungi mereka. Surat ini bisa sampai dengan 23 percobaan. Kali ini karena temannya yang bernama Ravinio mau dititipi hingga mengantarnya langsung ke kantor Pos di Lampung.


"Kamu bahagia dapat surat dari Yuno?" tanya Faiq. Mengusap rambut istrinya.


Dalam tidurnya Myesha tersenyum, tanda bahwa rasa rindu selama 4 tahun ini telah terobati. Faiq mencium kening Myesha lembut, dia mengusapnya lagi dan lagi. Pertanda rasa sayang mengalir untuk istrinya begitu jelas.


Banyak hal yang dia lalui bersama Myesha, susah senang dan tertawa bersama. Dia sendiri tidak pernah menyangka wanita jorok yang menyewa lantai dua rumahnya akan menjadi ibu dari anak-anaknya. Tempat berlabuhnya rasa sayang dan cinta. Faiq bersyukur Tuhan memberikan kebahagiaan tak terkira ini.


Dia turun dari kasur, membuka laptopnya. Menulis ke alamat email rahasia yang Yuno berikan. Tadi sebenarnya mereka sudah mengirimkan balasan. Namun, kali ini Faiq mengirimkan lagi tanpa sepengetahuan siapapun.


Anakku, Yuno.


Menemukanmu adalah kebahagiaan tak ternilai untuk ayah. Lewat kamu ayah bisa bersama Bunda dan memiliki Pinea dan Kahfi.


Satu hal yang kurang dalam hidup Ayah, yaitu kamu. Anggota pertama dalam keluarga ini. Kejarlah mimpi yang kamu inginkan, Ayah akan menjaga Bunda dan adik-adik. Kami akan selalu menunggumu seberapa pun lamanya. Kamu tidak perlu khawatir.


Salam sayang dari Ayah.


Email terkirim. Di sana, Yuno membukanya memakai laptop rahasia tanpa bisa disadap pengawal ayahnya. Tersenyum di antara wajahnya yang semakin tampan dan dewasa.


Sementara Faiq, dia tidur di samping Myesha. Terlelap ke dalam mimpi nan jauh tentang keutuhan keluarga mereka. Menyelipkan doa di setiap sujud supaya anggota keluarga pertama mereka bisa cepat berkumpul kembali.


Waktu berlalu dengan cepat, tiga bulan sekali Yuno mengirim email. Mengabarkan bahwa dia merindukan masakan bunda. Setiap hari Myesha membersihkan kamar Yuno, tetap dengan baju putih biru yang tercantel di belakang pintu. Tak ada yang berubah dari kamar itu sejak pemiliknya pergi.


"Bun, jangan ngepel. Tadi tu udah aku pel lantainya." Pinea mengambil pel-pelan dari tangan Myesha.


Batita yang dulu selalu ingin digendong Yuno kini sudah tumbuh menjadi gadis remaja berusia 16 tahun, rajin membantu ibunya di dapur. Berwajah cantik dengan pipi tempem.


"Iya lo, Bun. Tadi aku liat Pinea udah ngepel kok."


Kahfi mengatakannya sembari berjalan ke dapur. Tangannya kotor dan bau oli. Anak itu sudah tumbuh menjadi pemuda jangkung berusia 23 tahun. Wajahnya tampan mirip sekali dengan Faiq ketika muda.


"Kalian ini. Mumpung libur coba main sama temen, jangan di rumah terus."


"Maleslah, Bun. Pacarku udah tiga, kalau aku keluar main dan ketemu cowok lagi nanti bisa nambah pacar."


Cetak!


"Auu ... sakit!" Pinea berbalik, mendapati ayahnya yang memandang tajam.


"Pacaran terus, sekolah belum lulus udah berani pacaran."


"Halah, kata Bude Sella dulu pacarnya ayah juga banyak." Pinea menjulurkan lidahnya. Lalu menunduk dan mengambil pel-pelan untuk dibawa ke belakang.


Faiq hanya bisa menggelengkan kepala, anak-anaknya sudah tumbuh semakin besar dan susah diatur. Kahfi yang tadinya kuliah kedokteran mendadak ingin menjadi arsitek di tahun terakhir kuliah. Menjadikan anak itu memulai dari semester 1 di kampus baru.


Padahal, Faiq dan Myesha sudah menasehati untuk menyelesaikan kuliah kedokterannya dulu. Tapi dia bersikeras untuk pindah haluan. Sebagai orang tua mereka tidak bisa memaksa.


"Buatin teh, Sha." Pinta Faiq.


Myesha segera ke dapur, ada Kahfi di sana sedang makan pisang goreng sisa tadi pagi.


Jajanan di ruang tamu masih ada setengah toples. Sisa lebaran seminggu yang lalu. Lebaran ke 13 tanpa kehadiran Yuno. Tak ada yang istimewa, mereka hanya berkirim email seperti biasa.


"Ini, Mas." Kata Myesha sembari menaruh teh itu di meja. Tepat di depan TV.


Suara pintu diketuk tiga kali, Myesha segera ke depan membuka pintu. Tampak pria jangkung dengan topi hitam dan masker berada di depannya. 


Myesha terpaku di tempat. Dia sangat terkejut.


"Bunda, Yuno pulang." Pria itu langsung memeluk Myesha yang masih terpaku.


Bayi jabrik yang tidak diketahui asalnya itu kini tumbuh menjadi pria tampan, seperti mimpi, kini anak itu memeluknya. Perlahan Myesha membalas pelukan hangat itu.


"Ini ... benar Yuno anak Bunda?" tanyanya dengan air mata menetes.


"Ini Yuno, Bunda. Anaknya Bunda dan Ayah, kakaknya Pinea dan Kahfi."


Air mata menetes deras, Myesha mempererat pelukannya. Setelah 13 tahun pergi akhirnya anak itu kembali padanya.


"Anakku akhirnya kembali."


Benar, bayi jabrik dengan pipi merah itu adalah anaknya sekalipun tidak memiliki hubungan darah. Tuhan mengirimnya lewat rahim orang lain untuk menjadi keluarganya.


"Maaf, Yuno pergi terlalu lama."


"Kamu pulang aja, Bunda sudah sangat senang."


Myesha melepas pelukannya, dia menarik kepala Yuno yang lebih tinggi darinya. Dicium pipi pria tampan itu kanan dan kiri, lalu keningnya. Anak yang dia sangat rindukan.


"Siapa yang dateng, Sha?" tanya Faiq sembari berjalan ke teras depan.


Matanya bertemu dengan Yuno yang sudah melepas topi. Faiq terpaku, sementara Yuno tersenyum.


"Yuno pulang, Yah."


Pelukan hangat langsung Yuno dapatkan dari Faiq. Rasa rindu itu meluap tanpa bisa ditahan lagi. Anak yang dulu dia ajari berjalan dan naik sepeda itu sudah pulang.


Pinea dan Kahfi ke depan. Mendapati Yuno. Seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Akhirnya keluarga mereka berkumpul kembali.


Bayi yang tidak mereka ketahui asalnya 25 tahun lalu itu adalah anggota pertama keluarga ini.


.


.


Tamat


Makasih udah baca sampai tamat.