
Kembali lagi ke jaman sekarang, di saat Yuno sudah berusia 25 tahun dan omongan tetangga yang menyebut bayi jabrik akan menjadi tukang rongsokan tidak terbukti.
Yuno kini tumbuh meloncati angan semua orang, sampai di titik tak terbayangkan. Di antara mereka paling mentok kesuksesan adalah bisa menjadi PNS, yang sering disebut sebagai mantu idaman. Berpenghasilan lebih dari lima juga perbulan ditambah tunjangan.
Sementara Yuno, perhari saja uang yang mengalir di rekeningnya bernilai ratusan juta. Saat ini market capitalization WterSun Group mencapai angka 824 triliun, lebih dari setengahnya adalah saham miliknya. Itu belum termasuk aset pribadi keluarga Bagaskara.
Yuno menyela cerita Myesha, "tapi WterSun Group juga ngurus rongsokan mobil yang gagal uji coba. Berarti perkataan ibu-ibu itu bener dong, Bun."
WterSun Group bergerak di segala sektor, salah satunya membuat transportasi seperti mobil dan kendaraan umum. Banyak yang gagal setelah diuji coba, Yuno memanfaatkan limbahnya untuk hal lain.
"Bedalah! Kamu kan presiden direktur, garis bawahi trus ditebelin, presiden direktur WterSun Group, salah satu perusahaan terbaik di ASIA. Mereka itu bisanya nyinyirin anak orang, padahal nggak tau kan di masa depan anak yang mereka nyinyirin lebih sukses dari anak mereka."
"Hahahaha, kayaknya Bunda dendam banget."
"Jelaslah, bayi jabrik kesayangan dinyinyirin kayak gitu. Dikata-katain nggak halal dan nggak punya masa depan. Ibu mana yang nggak kesel anaknya digituin?"
"Tapi kan dulu Bunda masih gadis, masak udah ada perasaan kayak gitu."
Tiba-tiba Faiq menyela, "udah nggak gadis sejak 4 bulan menikah."
"Lama juga ya, Yah. Pecah telornya."
"Waktu itu banyak masalah ya, Sha."
"Lebih tepatnya banyak drama," jawab Myesha.
"Sekarang anak para ibu-ibu itu jadi apa?" tanya Yuno penasaran.
"Kenapa kamu nggak kunjungi kepala sekolahmu dulu, tanya sama beliau, pasti tahu. Sekalian silaturahmi," usul Faiq.
"Masak Bunda nggak tahu mereka sekarang jadi apa?" tanya Yuno sembari menoleh.
"Bunda nggak jalanin tugas sebagai tetangga dengan benar, makanya nggak tahu." Myesha menjawab dengan mengangkat kedua bahu.
Yuno dinyinyirin sampai berusia 5 tahun, dari mulai anak haram, anak tidak normal, anak kurang gizi sampai anak yang mau dibuang. Semua caci maki Myesha terima dengan sakit hati.
Ia memutuskan menjauh dari para ibu-ibu nyinyir, tidak ikut arisan dan cuma di rumah saja. Waktunya digunakan untuk merawat Yuno dan memperkaya diri.
"Tugas tetangga adalah nyinyir?" tanya Yuno menahan tawa.
"Iya," jawab Myesha. Raut wajahnya masih kesal.
"Kamu pesen paket?" tanya Faiq ke Myesha.
"Nggak kok, mungkin itu orang silaturahmi. Ini kan masih suasana lebaran."
Yuno menjentikkan jari, ingat sesuatu. Dia segera berdiri dan berjalan menuju pintu.
"Selamat siang, Pak." Sapa pria berbaju merah, seragam dengan pria di sebelahnya. Mereka tersenyum ramah dengan membawa tas hitam tipis.
"Siang, cepat juga sampainya."
Yuno melihat ke halaman, mobil barunya sudah ada di sana dengan gagah. Masih memakai plat putih. Toyota New Venturer berwarna putih.
"Karena bayarnya cepet jadi kami urusnya juga cepat, Pak. Anda tinggal tanda tangan di sini," kata petugas.
Yuno segera tanda tangan, kunci mobil pun diserahkan. Mereka mengobrol beberapa hal sebelum dua petugas dealer itu meninggalkan rumah.
Setelah mereka pergi, Myesha segera ke halaman. Melihat mobil baru Yuno yang baru datang, mulus tanpa lecet sedikitpun. Bahkan menyilaukan di matanya.
"Kenapa beli mobil?" tanya Myesha ketika Yuno mengikuti ke halaman. Yuno ikut melihat mobil baru bersama Myesha dan Faiq.
"Tadi di jalan liat, kayaknya bagus buat jalan-jalan di sini. Jadi ya beli," jawab Yuno sembari mengangkat bahu.
Faiq menelan ludah, "kamu beli mobil kayak beli cilok."
"Hahahaha." Yuno hanya balas tertawa.
Rupanya dealer tadi mengundang kekepoan para tetangga, mereka mulai berkumpul dan berbisik. Ada juga yang berani berjalan mendatangi langsung rumah Myesha. Mungkin ingin memastikan siapa pria berbadan tinggi besar dengan wajah tampan yang baru saja membeli mobil.
.
.
.
.
bersambung.
makasih udah mampir, jangan lupa pencet like, komen dan lempar bunga ya. Share juga cerita ini di akun sosmed kamu. Lop lop banget buat temen-temen semua 😘