Unknown Baby

Unknown Baby
EP 9 Kapal


Myesha ingat drama sebelum dia mendapat piala Webcuun Awards, kembali lagi ke 25 tahun yang lalu. Saat dia, Faiq dan Yuno pergi ke Jakarta. Di kapal yang mereka tumpangi, ia tak sengaja bertemu Dhamar, cinta pertamanya.


Rambutnya acak-acakan, jasnya juga amburadul. Dia seperti orang linglung yang menaiki kapal dengan niat bunuh diri. Myesha melihatnya dari kejauhan ketika dia hendak ke kamar mandi.


"Mas, aku ke kamar mandi dulu."


"Iya," jawab Faiq sembari cilukba dengan Yuno. Bayi jabrik itu tertawa riang.


Myesha keluar mengikuti pria yang diduga Dhamar. Di antara kapal yang sedang berjalan di selat Sunda, angin menerpa rambutnya hingga bergoyang. Ia berjalan dengan hati-hati.


Myesha tidak ke kamar mandi, dia mengikuti si pria naik ke lantai 3 kapal. Berusaha menyapanya jika memang itu Dhamar, bagaimanapun juga mereka dulu sangat akrab.


Walaupun Myesha sebulan lalu ditolak ketika menyatakan cinta, berakhir hampir dibegal dan hampir mati. Tetapi Dhamar tetaplah orang penting dalam hidupnya.


"Kak!" Panggilan Myesha tidak didengar. "Kak Dhamar!" Ia memanggilku lebih keras.


Si pemilik nama menoleh sebentar, tersenyum ke arah Myesha lalu oleng hendak jatuh ke laut. Segera Myesha tangkap tangan Dhamar sebelum jatuh ke air.


"Kak!" Dhamar jatuh menimpa tubuh Myesha. "Kamu sudah gila ya?! Kalau kakak tadi jatuh gimana?"


Dhamar yang berada di atas Myesha dengan sorot mata sendu, jatuh ke mulut Myesha hingga terasa asin. Wanita itu tidak tahu kenapa Dhamar terlihat putus asa.


Padahal sebulan lalu Dhamar terlihat sangat bahagia karena mau menikah dengan Zara. Anak DPRD.


Myesha mendorong dada Dhamar, membuat mereka duduk di atas kapal lantai tiga yang sepi. Ia membenarkan kacamata, sementara Dhamar masih menatap kosong ke depan.


"Apa yang terjadi sama Kakak?" tanyanya.


"Zara... meninggal."


Zara adalah pacar Dhamar yang selama ini dibanggakan di grup alumni karena kaya raya.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, aku turut berduka cita, Kak."


Myesha menepuk pundak Dhamar, mencoba menenangkan kakak kelasnya itu. Tanpa disangka tiba-tiba Dhamar memeluknya erat, masih dalam keadaan sedih.


Myesha mencoba lepas, hanya saja pelukan Dhamar sangat erat. Myesha hanya bisa pasrah sembari menunggu Dhamar lebih tenang.


Hingga beberapa saat, Myesha merasa baju belakangnya basah. Dia ingin bersimpati, hanya saja Faiq dan Yuno pasti sedang menunggu.


"Sha, apa yang kamu lakukan?" pertanyaan itu membuat Myesha menoleh, mendapati Faiq yang tengah menggendong Yuno. Terkejut melihatnya sedang berpelukan dengan pria lain.


"Aku pikir kamu lagi meluk gembel, kalau bukan terus apa?"


"Dia bukan gembel," jawab Myesha sembari melepas paksa pelukan Dhamar. "Dia Dhamar, sahabatku."


Faiq diam sesaat, ingat dengan nama Dhamar yang merupakan cinta pertama istrinya. Wajahnya berubah masam.


"Maaf, sekarang aku lagi butuhin temen." Kata Dhamar sembari mengelap ingus.


"Kak Dhamar baru ditinggal meninggal calon istrinya, dia hampir bunuh diri." Myesha menepuk pundak Dhamar.


"Apa hubungannya sama kita?" tanya Faiq dingin.


"Kok kamu jahat gitu sih, Mas? Kita ini sesama manusia harus saling tolong menolong."


Faiq tetap dingin, melihat Dhamar menggandeng tangan istrinya. Kapal bersandar di pelabuhan Merak, Banten. Dhamar numpang sampai Jakarta.


Sepanjang perjalanan Myesha mengoceh supaya Dhamar ke psikiater. Dhamar hanya mendengarkan omongan Myesha, wanita yang paling dekat dengannya setelah Zara.


"Kamu bawa uang nggak?" tanya Faiq pada Dhamar.


"Bawa, Bang."


Tiba-tiba Myesha menyela, "jangan minta duit bensin ke Kak Dhamar, dia lagi susah. Jangan dimintai bayaran."


"Siapa yang mau minta bayaran? Aku kan cuma tanya." Faiq mengegas mobilnya di jalan tol.


Pria itu terlihat sangat kesal melihat kedekatan istrinya dengan pria lain, ditambah Myesha yang sama sekali tidak peka. Ia melirik Yuno, bayi jabrik itu terus bergerak mengulurkan tangan padanya. Hanya Yuno yang saat ini paham perasaan Faiq.


.


.


.


. bersambung


maaf ya bulan kemarin akuh sakit. Moga bulan ini bisa up normal 🤧 makasih udah mampir