
"Haha maaf, Kak. Aku keceplosan, nggak sopan banget ya nanya Dokter Faiq kuat atau nggak?"
Susi menggaruk kepalanya yang tak gatal. Gadis berambut pendek lurus itu tersenyum malu setelah ditegur Tina lewat senggolan tangan dan respon Myesha yang hanya diam.
Selama ini Myesha tahu Faiq kuat, buktinya bisa memindahkan meja kerja dari lantai satu ke lantai dua. Walaupun dia juga ikut membantu. Faiq juga cepat sembuh saat sakit dan tak pernah mengeluh, Myesha pikir Faiq memang kuat seperti perkataan Susi.
"Mas Faiq kuat kok, bahkan kuat banget," jawab Myesha.
"Tuh bener, pasti Kak Myesha kewalahan ya?"
"Nggak kok, Mas Faiq itu sigap jadi dia yang gerak."
Benar, setiap ada sesuatu yang mendesak seperti tiba-tiba Yuno menangis di tengah malam. Tanpa Myesha minta Faiq langsung membuatkan susu di dapur.
"Wah nggak boleh gitu, Kak. Kata kakakku yang sudah menikah istri itu harus bisa ngimbangin suami." Kali ini Tina yang bersuara.
Gadis itu masih menimang Yuno, bayi mungil yang anteng dengan empengnya. Tina cukup lihai menggendong bayi, mungkin karena dia bekerja di posyandu.
"Harus mengimbangin gimana?" tanya Myesha tak mengerti.
"Kalau Dokter Faiq gerak, kakak juga harus ikut gerak," jawab Tina.
Apakah itu tidak merepotkan? Pikir Myesha. Selama ini mereka membagi tugas, jika Yuno menangis maka dia akan menggendong dan Faiq akan membuatkan susu. Myesha tak mengerti maksud dari gerak bersamaan itu harus bagaimana.
Sejak kecil Myesha melewati hari-hari dengan menggambar dan membaca komik fantasy, Naruto menjadi taman kecilnya. Ia juga membaca komik fantasy china yang bertema kerajaan.
Ia tak terlalu mengerti dengan hubungan sosial, walaupun dia memiliki teman, tapi tak banyak membantu karena ia selalu sibuk menggambar jadi hampir tidak ada waktu bersosialisi. Apakah selama ini sikap dia ke Faiq salah? Tapi kenapa pria itu tak bicara sedikitpun? Ah, mungkin Faiq terlalu bertanggung jawab sampai tidak enak membicarakan hal ini. Seharusnya Faiq bilang kalau merasa repot, kan kalau begini Myesha jadi tidak enak.
"Aku nggak tahu caranya, mungkin kalian bisa bantu," kata Myesha.
"Tunggu bentar, aku punya video yang bisa bantu," ucap Susi.
Dia pergi ke kamar, mengambil laptopnya kemudian mengecas gantian dengan laptop Tina yang masih menyala. Ia mengcopy beberapa video ke dalam flasdisk berwarna hitam berukuran 4 GB. Total ia memasukkan 5 video haram ke sana.
Sementara itu Myesha duduk dan berbincang dengan Tina, "ini aku kasih bakwan buat kalian dalam rangka belajar masak."
Myesha meletakkannya di meja kecil dekat dengan tumbukan buku yang tak jauh darinya.
"Makasih, Kak. Oh ya si baby kok nggak pernah dateng ke Posyandu?" tanya Tina.
"Aku belum cari tahu tempat posyandu di mana."
"Oalah jadi ibunya Dafa yang kamu maksud ngelaporin aku itu Bu RT dan sekaligus dia juga bidan?"
Tina mengangguk, ia merasa Myesha selama ini tinggal di gua karena tidak tahu apapun di sekitarnya. Bahkan tidak tahu Nyai Gosip yang terkenal yakni Bu RT yang merupakan bidan.
"Nama Bu RT siapa?"
"Bu Warsih, dia punya anak gadis seumuran Kakak. Tapi itu ya kak, anak gadisnya kayak nggak waras gitu. Suka kelayaban, denger-denger sih suka gonta-ganti cowok buat diporotin. Kerjaannya dia aja nggak jelas, katanya suster tapi aku nggak pernah liat dia kerja."
Myesha menganggukan kepala mendengar informasi dari Tina, tak disangka gadis ini memiliki banyak gosip. Walaupun belum tentu benar akan tetapi bisa dijadikan petunjuk. Myesha merasa curiga bahwa Yuno adalah cucu Bu RT, karena tidak mau menanggung malu Bu RT membuang Yuno di depan rumahnya lalu memfitnah dia dan Faiq. Wah, memikirkannya saja sudah membuat Myesha emosi.
"Tina, minggu depan kamu bareng aku ya ke posyandu. Soalnya kan aku nggak kenal siapa-siapa di sana. Terus tolong kenalin aku ke Bu RT alias Bu bidan. Pingin nanya-nanya soal ngerawat Yuno yang baik itu gimana," pinta Myesha.
"Tenang aja, Kak. Nanti kalau aku mau ke posyandu aku mampir ke rumah Kakak. Biar bisa berangkat bareng."
Tiba-tiba susi menyela di antara mereka.
"Ini Kak videonya, lebih asik sih ditonton bareng Pak Dokter biar bisa langsung prektek," ucap Susi sembari memberikan flasdisk hitam kepada Myesha.
"Kalian baik banget sih, makasih lo ya buat bantuannya. Nanti coba aku praktekin, soalnya aku nggak ngerti, Mas Faiq juga nggak pernah bilang sih."
"Iya, Kak. Masama. Jangan sungkan sama kita, kalau mau aku masih banyak video kayak gitu," jawab Susi.
Myesha berbincang dengan mereka sampai jam setengah dua belas, setelah itu pamit pulang untuk menyiapkan makan siang jika Faiq pulang cepat.
.
.
.
.....
Bersambung
Jangan lupa vote buat keloposan Myesha biar cpt mudeng, gregetan sendiri aku tuh. Oh ya gengs, jumlah kata setiap part itu hampir sama yakni 700 - 800 an kata. Kalau ngrasa dikit percayalah itu perasaanmu aja. Alurnya emang lambat tapi jelas tujuannya kemana, jadi nikmati prosesnya oke. ≧ω≦
Visual ada di IG ku @ka_umay8