Unknown Baby

Unknown Baby
EP 4 Tugas Tetangga


Berita tentang Myesha yang mendapat nominasi Webcuun Awards kategori komik paling populer menjadi perbincangan hangat. Para tetangga yang biasanya nyinyir semakin nyinyir, dan kadar kenyinyiran bertambah besar.


"Kok bisa sih dapet duit cuma dari coret-coret?" tanya Bu Romlah.


Mereka memilih kangkung di warung Riki, pagi itu cukup ramai. Myesha menggendong Yuno berbelanja sayuran untuk makan siang dan sore. Mumpung Riki baru menyetok sayuran segar, ia langsung datang ke warung.


Terlihat ada 7 orang pelanggan, tiga ibu-ibu yang sedang memilih sayuran, Myesha, dua bapak-bapak yang memilih barang di dalam dan seorang anak kecil bolos sekolah sedang membeli permen.


"Nggak coret-coret, Bu. Buat komik itu susah."


"Halah cuma gambar doang," sarkas ibu Romlah.


Myesha mencoba untuk sabar, tidak mau menanggapi dan mengambil terong ungu di samping kangkung. Sementara Yuno asik dengan dot birunya. Memerhatikan Myesha kemudian para ibu-ibu nyinyir.


Ada rasa kesal di hati Myesha, pasalnya para ibu-ibu ini yang dulu memfitnahnya dan Faiq. Mencaci maki dan mengatainya wanita tidak benar.


Fitnah itu juga yang membuat Yuno pada akhirnya menjadi anaknya. Jika mengingat kejadian lima bulan lalu, Myesha kembali kesal.


"Mye, kamu jadi ke Jakarta minggu depan?" tanya Bu RW. Dia masih memilih bawang untuk dimasukkan ke plastik.


Setelah Faiq mendengar kabar tentang nominasi Webcuun Awards kemarin, tadi malam Faiq langsung mendatangi rumah Pak RW. Meminta supaya hansip mengawasi rumahnya ketika ia dan Myesha ke Jakarta selama beberapa hari.


Kabar itu pun langsung tersebar cepat, Bu RW si ratu ghibah berbicara di mana-mana. Merendahkan Myesha yang coret-coret tapi dapat penghargaan.


"Alhamdulillah jadi, Bu RW."


"Pulang dari Jakarta jangan lupa bawa oleh-oleh, kan rumah kamu udah dijaga Pak RW. Harus balas budi."


Bukannya Myesha perhitungan, berbagi sama tetangga adalah hal yang biasa. Tanpa diminta pun Myesha akan memberi, tetapi kalau ditodong seperti ini rasanya tidak nyaman. Apalagi tugas Pak RW memang menjaga masyarakat.


"Iya, Bu."


Namun, ia tidak ingin masalah menjadi panjang. Malas berdebat dengan mereka, tidak ada gunanya. Malah semakin dinyinyirin.


"Anak kamu itu rambutnya kok berdiri banget, apa dia nggak normal?" tanya ibu dengan paling gendut. Kali ini Yuno menjadi sasaran.


"Yuno normal kok, Bu. Imunisasinya lancar, kata Bidan Yuno sehat."


"Kalo normal rambutnya nggak setegak itu, pasti karena kalian waktu buat bayi posisinya nggak halal. Kumpul kebo."


Myesha meremas terong yang sedang dipegang, berusaha sabar. Baru sebulan lalu dia lepas perawan, itu pun butuh perjuangan panjang karena beberapa insiden. Berapa kali dia harus menjelaskan bahwa Yuno bukan anak kandungnya?


Percuma, sekeras apapun Myesha membela diri. Maka dia yang akan dianggap buruk. Ia tidak tahan berada di lingkungan ini. Jika saja bukan karena harus masak untuk Faiq. Maka dia akan lebih memilih makan mie instan seperti dulu. Tidak perlu belanja sayuran bersama ibu-ibu nyinyir.


"Ck, sombong. Seganteng apapun kalau anak di luar nikah ya tetap haram. Beda kualitas sama anak berlebel halal."


Memang seorang anak mendapat cap halal dari MUI? Semua anak itu suci. Tidak ada yang haram.


Myesha selalu mengingat, sabar adalah sebagian dari iman. Hanya sebagian karena sebagiannya lagi makan ati.


"Yaudah, Bu. Kita lihat di masa depan. Anak yang nggak ada cap halalnya ini jadinya kayak gimana," balas Myesha. Ia memasukkan semua sayur secara asal sampai memenuhi plastik.


"Ck, paling mentok jadi tukang rongsokan." Masih saja dibalas nyinyir.


Lalu ibu Romlah menyenggol, "si Faiq kan dokter. Masak anaknya tukang rongsokan."


"Maaf ya ibu-ibu, tukang rongsokan itu bisa lebih kaya dari anda semuanya. Jadi jangan remehin. Saya permisi dulu."


Myesha segera meninggalkan para ibu-ibu itu dan membayar belanjaan dengan hati panas. Ingin rasanya melempar mereka semua menggunakan sandal.


"Tha jha ta ta." Yuno menjatuhkan dotnya, untung bisa Myesha tangkap setelah menaruh belanjaan di meja kasir.


"Kamu juga sebel ya sama mereka, pokoknya kamu harus jadi orang sukses. Buktiin ke mereka kalau kamu unggul." Myesha mengompori Yuno yang masih bayi.


Riki sedang menghitung total belanjaan Myesha, ia tahu apa yang sedang terjadi di area sayur.


"Gunanya tetangga itu nyinyir, jadi wajarin aja. Mereka cuma jalinan tugasnya."


"Aku baru tahu ternyata nyinyir adalah tugas tetangga."


"Nih, total belanjaanmu 78 ribu."


Myesha mengeluarkan uang seratus ribu, diterima Riki dan menghitung kembalian.


.


.


.


. bersambung


crazy up cuma dua part 🤣🤣 aku usahain satu part lagi. tapi nggak janji. jangan lupa lempar bunga ya