
Dari bibir turun ke leher, terus ke bawah memberikan tanda di setiap pemberhentian. Faiq masih saja mencari susu bergizi, padahal sebanyak apapun dia menghisap dua tahun ini tak pernah setetespun dia mendapatkannya. Tapi rupanya dia sudah kecanduan. Merasa ingin melakukannya terus menerus tanpa peduli berhasil mendapatkan susu bergizi atau tidak.
Dengan cepat Faiq melepas semua pakaiannya, membuat ular kobra siap bertempur di arena kuda. Seakan berpacu dengan waktu dan ingin memenangkan perlombaan, Faiq bermain dengan cepat.
Kecupan datang untuk Myesha ketika Faiq sampai finis. Membuat napasnya juga terengah-engah dan berkeringat. Badannya terasa sangat lelah.
"Udah ya, Mas. Aku capek." Malam itu rupanya Myesha tak bersemangat.
"Kamu sakit?" tanya Faiq. Mengusap kening Myesha yang berkeringat.
Myesha menggeleng, tapi rasa mual itu tiba-tiba datang. Membuatnya berlari ke kamar mandi dan tak peduli bahwa tubuhnya tanpa sehelai kain. Ia menuju westafel, memuntahkan rasa mual yang sedari tadi ditahan.
"Uuhh perutku nggak enak banget." Myesha berkumur. Ia menatap cermin dan melihat rambutnya yang berantakan.
Sisa bisa Faiq menetes di sela paha Myesha, tapi rupanya wanita itu tak peduli. Dia memegang perut. Rasa mual sejak pagi ini.
Faiq menepuk punggung istrinya itu. "Apa kamu masuk angin? Mau dikerok?"
Sekali lagi Myesha menggeleng, dia tidak suka kerokan. Lebih baik minum obat saja. Tapi Faiq selalu menghindarkannya dari obat, setiap kali tidak enak badan Faiq hanya menyuruhnya minum air putih yang banyak dan minum vitamin.
"Aku mual, pusing, lemas."
Faiq diam sesaat, tak langsung menjawab keluhan Myesha. " Besok aku belikan tespek."
Perkataan Faiq membuat mata Myesha melotot, wanita itu terkejut.
"Apa mungkin?" dia sendiri ragu untuk mengatakannya.
Selama setahun lebih menanti, Myesha takut kecewa, pernah beberapa kali dia menduga hamil dan setelah dicek ternyata tidak. Itu melukai harapannya dan Faiq.
"Nggak ada salahnya nyoba, ayo turun dulu. Aku buatin teh anget. Biar mualnya berkurang." Usapan lembut datang di sana. Faiq juga tidak perah membahas soal kehamilan lagi setelah beberapa kali salah ketika Myesha sudah yakin.
Myesha menurut, dia kumur sekali lagi dan mengambil pakaiannya yang bercecer di lantai.
"Akhir-akhir nggak ada orang mencurigakan kan?" tanya Faiq ketika sudah sampai dapur. Pakaiannya sudah lengkap. Memakai kaos dan celana boxer. Tak lupa juga sarung.
Myesha menggeleng sebelum mengambil kursi dan duduk. Ia menunggu Faiq yang mulai meracik teh untuknya. Minuman yang paling dia sukai ketika tidak enak badan.
Faiq menyodorkan teh buatannya, segera wanita itu mengambil sembari mengangguk. "Mas nggak perlu khawatir, pasti aku bakal cerita kalau ada yang aneh."
Malam itu rupanya menjadi malam terakhir sebelum ular Faiq berpuasa. Tespek yang dibeli menunjukkan garis dua. Mereka berdua sangat bahagia dan langsung mengabarkan kepada kedua orang tua masing-masing.
Kehamilan yang ditunggu pasangan suami istri selama 2 tahun. Rasa haru datang dari Faiq, dia begitu menyayangi janin itu. Setiap malam menempelkan telingannya di perut Myesha yang setiap hari semakin membesar.
"Yuno sebentar lagi menjadi Kakak." Faiq mengajarkan kepada Yuno.
Meminta batita itu untuk memegang perut Myesha yang kini sudah membuncit.
"Kaka tu pa yah?" tanya Yuno.
"Kakak itu pahlawan yang menjaga adiknya. Nanti Yuno jadi pahlawan yang akan selalu menjaga adik yang ada di sini." Faiq menunjuk perut Myesha.
"Dhi cini da adhik?" tanyanya lagi.
"Iya, coba pegang." Faiq menempelkan tangan kecil Yuno ke perut Myesha.
"Auh nendang lagi, Mas. Kayaknya adik tahu kalau ada Yuno. Ngajak main bareng." Myesha tersenyum ketika merasakan ada getaran di dalam perutnya.
"Gelak, kapan adhik kelual dali cini?" tanya Yuno lagi. Dia merasa menemukan hal baru.
"Insyaallah bulan depan, Yuno harus jaga adik, ya?" Faiq mengusap kepala batita itu.
Yuno mengangguk yakin, dia memeluk Myesha dan menempelkan telinganya di perut buncit wanita itu. Persis seperti yang Faiq lakukan selama ini. Sama seperti Faiq dan Myesha, Yuno pun sangat menantikan kehadiran adiknya hadir ke dunia.
.
.
.
bersambung.
Gengs, season 2 gk panjang. Perkiraan akhir bulan ini atau awal tahun depan bakal end. Jangn lupa kasih semangat buat Yuno lewat like, komen, vote dan share ya. makasih