Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 94. Burhan Nekat


Hari demi hari Burhan semakin merasa bangga dengan kemampuannya. Profesinya sebagai pelayanan pengobatan alternatif orang yang ingin segera punya anak semakin bersinar. Burhan semakin bahagia namun tidak dengan Bayna istrinya.


"Wajah dek kenapa murung?" Tanya Burhan.


"Kaka orang saja yang di bantu punya keturunan, aku juga mau kak…" rengek Bayna.


"Iya… tapi sabar…" seru Burhan.


"Aku malu lho kak… suami aku bisa bantu orang! Kok gak bisa banti diri sendiri?" Rengek Bayna.


Setiap hari Bayna nampak murung, karena Burhan tidak mengabulkan ke inginannya. Dia juga ingin punya anak seperti pasien Burhan yang lainnya. Kesedihan istrinya juga dirasa Burhan, bagaimanapun dia juga menginginkan hal yang sama dengan istrinya. Punya anak keturunan sendiri.


"Farzia… aku juga pengen punya anak dari istriku… kapan aku bisa?" Seru Burhan sambil bermanja di tubuh putri ular.


"Aku sedang menyiapkan sayang… tolong bersabar…" rintih putri ular.


"Kapan…" lirih Burhan.


"Lanjutkan dulu… nanti bicaranya," pinta putri ular.


Burhan dan sang putri terus tenggelam dalam kegilaan mereka.


***


"Kapan Farzia?" Tanya Burhan.


"Secepatnya… aku janjikan kamu dan istrimu dapat yang terbaik," seru putri ular.


Burhan memandangi tempat dimana putri ular menyimpan janin gaib persembahan pengikutnya. Mata Burhan terpana melihat janin gaib yang lebih dari yang lain.


"Jangan pernah menyentuh itu," bentak putri ular.


"Kenapa Fazia?"


"Itu bukan untuk di lahirkan, karena jika salah dalam mengurus dia, maka dia hanya jadi perusak!"


"Maaf Farzia…"


********


Hari demi hari rumah tangga Burhan semakin dingin kerena permintaan istrinya tidak dia penuhi. Hari ini Burhan menghadiri acara dimana dalam acara itu dihadiri yang satu profesi dengan dia. Burhan hadir seorang diri.


"Burhan?" Sapa seseorang.


"Karnanto?" Seru Burhan.


"Wah…. Aku tidak menyangka kita bertemu di sini… hebat kamu Burhan, aku mendengar orang-orang merekomendasikan dirimu jika ada pasangan yang ingin mempunyai keturunan," seru Karnanto.


Burhan hanya tersenyum mendengari pujian-pujian dari sesama rekannya. Hari itu ber akhir indah. Karena semua orang bisa saling sapa dan bertukar pendapat juga banyak hal lainnya.


***


Karnanto, Ulea dan Wapen rekan seperdukunan, mereka bertiga juga pemuja siluman ular, namun level mereka masih di bawah, karena putri ular tidak percaya pada mereka. Mereka bertiga tidak tahu apa hubungan Burhan dan putri ular. Namun yang mereka yakini Burhan orang kepercayaan putri ular.


"Kar… kita harus rayu Burhan agar mencuri janin istimewa yang di simpan putri ular itu," seru Ule.


"Iya… aku juga berpikiran hal yang sama, aku sudah mematai-matai keadaan rumah tangga Burhan, dia dan istrinya perang dingin, dari info yang aku terima Burhan tidak bisa mengabulkan ke inginan istrinya," seru Ule.


"Ini senjata yang tepat, kita pancing Burhan agar mencuri janin itu, jika dia sudah dapat, kita bagi tiga kekuatan dari janin itu," seru Wapen.


***


Mereka bertiga menyusun rencana untuk memprovikasi Burhan.


"Eh Burhan… rugi kamu kalau tidak berani ambil 1 janin gaib itu, demi istrimu Burhah…" goda Uli.


"Iya benar sekali Burhan, masa keinginan istri di tolak," seru Wapen.


"Janin gaib putri ular itu banyak, secara pengikutnya juga banyak, kamu ambil satu ya enggak ngaruh," seru Karnanto.


Burhan sangat tergoda dengan janin yang dia pandangi di istana putri ular waktu itu. Burhan nekat datang ke istana putri ular setelah berpisah dengan rekan-rekannya itu. Setelah memasuki tempat dimana dia biasa bercinta dengan putri ular Burhan mengambil janin biasa dan menukarnya dengan janin istimewa yang sangat di jaga sang putri tersebut.


Setelah mendapatkan yang dia inginkan, Burhan segera menemui istrinya.


"Dek… kamu ingin hamil?"


Bayna mengangguk cepat,


"Telan ini…" Burhan memberikan janin gaib yang hanya bisa dilihatnya, sedang Bayna hanya melihat itu hanya sebutir pil bewarna merah.


"Kamu akan segera hamil," bisik Burhan.


Wajah Bayna ceria seketika. Sebulan ini putri ular tidak memanggil Burhan karena dia sibuk dengan beberapa urusan. Ditambah lagi uusannya karena Asok melanggar perjanjian mereka, Asok bekerja sama dengan dukun lain untuk melawan putri ular. Agar mereka bisa menguasai pegunungan Naju yang di kelilingi ratusan desa itu. Putri sibuk bertarung dengan para pengikutnya yang berkhianat.


Menjalani pertarungan sengit akhirnya putri ular menang. Dengan perasaan lega dia kembali ke istananya. Wajahnya langsung merah karena melihat janin yang dia jaga di tukar dengan janin biasa.


"Burhan!!!" Teriak sang putri.


Seketika Burhan tersentak,


Putri ular mendatangi Burhan dengan wujud lain.


"Burhan!!! Berani sekali kamu mengambil yang bukan hak mu! Kembalikan!!!" Teriak putri ular.


Kemarahan putri ular semakin memuncak, dia sudah di khianati lima pengikutnya sekarang malah di khianati manusia yang paling dia cinta.


"AAAKKKKKK…." Teriak Bayna. Dia melayang di udara.


Kamu harus mengantar banyi ini ke tempat itu!!!" Putri ular menunjuk bayangan rumah Aan dan Aruna.


"Kalau tidak!!! Dia akan mati sekarang!!!" Teriak putri ular.


"Jangan putri… biarkan Bayna hidup… bawa aku saja… aku rela jadi budakmu selamanya, asal jangan sakiti istriku…" Burhan memohon.


"Aku kabulkan, suruh 3 temanmu itu mengantar janin ini," Putri ular memgambil janin yang mulai tumbuh di rahim Bayna dan memasukannya ke dalam wadah.


"Aaakkkkkk…!!!" Bayna histeris merasakan perutnya kempes.


"Kembalikan bayiku…" teriak Bayna.


"Dia bukan bayimu! Dan bayi itu tidak tepat lahir dari rahim wanita busuk sepertimu!!!" Bentak putri ular.


Setelah komat-kamit tidak lama Karnanto, Wapen dan Ule datang.


"Maaf putri…" ringis mereka bertiga.


"Maaf kalian aku terima, antarkan janin ini ke alamat yang aku minta! Jangan salah orang, jika kamu melempar pada rumah yang salah!!! Nyawa kalian jaminannya," seru putri ular.


Salah satu dari mereka mengambil janin yang putri ular berikan lalu segera menuju alamat yang putri ular gambarkan. Setelah mengintai beberapa hari mereka yakin rumah yang mereka intai ini tujuan mereka.


Dengan batuan teman lama akhirnya akhirnya Karnanto menemukan rumah yang dimaksud putri ular. Sepanjang waktu Karnanto menceritakan kekesalannya pada putri ular. Saat ini dia duduk di mobil mengawasi rumah incaran mereka sedari pagi tadi.


"Kamu yakin ini rumah sasaran kamu?" Saat melihat mobil memasuki area rumah tersebut.


"Sangat yakin, sudah dua bulan aku mengawasi rumah ini, disini wanita siluman itu tinggal,"


"Maaf maksud aku yang di maksud wanita siluman itu," seru Karnanto.


"Jika kamu yakin aku segera melakukan ritual sekarang."


"Tunggu!!! Itu mobil suaminya,"


"Owh... mari kita lihat, aku sungguh ingin melihat wanita siluman yang sering kamu ceritakan."


"Maaf maksus aku…"


"Ah… sudahlah… kita kembali besok pagi," seru Karnanto.


Keesokan harinya…


"Kamu yakin aman?" Bisik seseorang.


"Yakin!!!"


"Kalo aman cepat lempar!"


Seseorang melempar botol ke area rumah tujuan mereka.


"Bagaimana?"


"Beres…"


Mereka segera pergi dari rumah itu.


***


Di dalam rumah itu…


"Awhh..." ringis wanita yang tengah hamil itu.


"Ada apa?" Suaminya panik.


"Aku merasa ada sesuatu yang masuk kedalam," wanita itu mengusap perut buncitnya.


"Apakah ini kode buat lagi?"


***


Bersambung…


***


Gaes…. Ini jawaban misteri Aan dan Aruna pada bab 88 kalo enggak salah.


Hari ini sampai sini dulu ya…


Makasih Asupan semangta like, komen, favorite dan ranting bintang 5 nya.


Kalo mau vote silahkan, tapi se ihlasnya saja … Karena karya yang kita baca banyak banget, sedang poin kit terbatas.


Author kalian sopport dengan komen dan like kalian serta favorite aja sudah sangat bahagia..


See you all…