
Mobil yang dikemudi Sibki terus melaju menuju majelis taklim Mahabbah.
"Bapaknya Danu itu saudara nya bapak ku, kamu tahu kalau bapak Danu itu cuma pendatang di desa kamu," lirih Sibki.
"Oh... aku tau kalau juragan Jago itu pendatang, tapi aku baru tau kalo juragan Jago yang di tunggu sama bapak kamu," jawab Aruna.
Danu sedikitpun tidak merubah pandangan nya ke arah Aruna dia tidak pernah berhenti mencintai Aruna. Perasaannya pada Rasda berbeda dengan perasaannya pada Aruna.
Rasda sangat Marah, Danu sedikitpun tidak lagi melirik nya, padahal sebelumnya Danu tidak bisa berhenti memandangi nya.
"Akkkkhhhkkkk," teriak Aruna kaget saat Rasda menarik paksa kerudungnya dari belakang.
Sibki langsung menepikan mobilnya melihat perilaku Rasda.
"Kamu jahat banget Aruna... kamu buat kerudung ini untuk menutupi kebusukan kamu??? cuih!!! kasian orang orang yang benar benar baik yang memakai kerudung ini!!! ternoda Citra mereka, hanya karena 1 orang hina dan busuk seperti kamu berpenampilan seperti mereka!!!" Bentak Rasda
Sibki turun dari mobil lalu membuka pintu mobil di samping Rasda dan merebut kerudung Aruna yang di tangan Rasda. Dia segera berjalan ke arah pintu mobil di samping Aruna, dan membuka nya. Sibki segera menutupi kepala Aruna dengan kerudung yang baru dia rebut
Tidak dapat dipungkiri, Sibki sangat Terpesona melihat Aruna tanpa kerudung.
"Makasih kak..." lirih Aruna memperbaiki kerudung nya.
"Maaf... kakak melihat mu seperti ini harus nya ini jadi kejutan malam pertama kita nanti setelah Halal," lirih Sibki. Sibki kembali ke kursi kemudi nya.
Hati Danu hancur mendengar perkataan Sibki, dan melihat bagaimana Sibki memperlakukan Aruna.
"Kalau kamu masih berani kasar pada calon istriku! aku tidak segan segan menyakiti mu!" Bentak Sibki memandang Rasda dengan penuh kebencian.
"Aku memang bukan orang baik Rasda... tapi aku sedang belajar memperbaiki diri dan aku berusaha belajar untuk menjadi baik," lirih Aruna.
Danu menatap tajam Rasda karena sangat marah dengan kekurang ajaran Rasda.
"Aku akan pikir-pikir dulu untuk kita menikah, ternyata kamu tidak sebaik yang aku kira," seru Danu.
"Kak jangan... aku cinta banget sama kakak," rengek Rasda.
"Lihat nanti, kalau kau suka menyakiti orang lain, aku tidak segan segan membatalkan pernikahan kita!!! aku benci orang jahat!!!" Bentak Danu.
Keadaan mulai tenang, Sibki kembali melajukan mobil nya lagi. Ponsel Sibki berbunyi.
"Aruna... tolong kamu bacakan sms yang masuk," seru Sibki memberikan ponsel nya pada Aruna.
"Hem...' Sibki... bunga mawar putih dan mawar merah di kebun sudah habis, sudah di antar ustadz ke langganan, kalau kamu mau, kamu beli di tempat lain," lirih Aruna membacakan isi pesan Sibki
"Hem... kita mampir bentar ya di toko bunga Saman," lirih Sibki.
"Oh... kak Saman yang punya toko itu... iya iya toko nya dekat sini," sahut Aruna.
"Kamu kenal Saman?" Tanya Sibki.
"Iya kenal... aku sama kak Ilyas pernah mengantar pesanan dia," jawab Aruna.
DUNIA SERASA MILIK ARUNA & SIBKI,
RASDA DAN DANU CUMA NUMPANG 😁🤭
"Weiiis... jangan jangan kamu lagi yang di taksir Saman! Saman pernah cerita, kalau dia jatuh cinta sama pengantar pasokan bunga, tapi berulang kali pengen ngelamar nggak ketemu..." seru Sibki.
"Apaan sih kakak..." lirih Aruna.
"Hem... kita lihat nanti... kalo bener... kasian Saman patah hati sebelum bicara," seru Sibki.
"Jangan gitu kak... kali aja Salha!!! kan Salha yang sering kesana sama kak Ilyas, aku kan sering sama kakak fatneran," seru Aruna.
nggak mungkin Saman jatuh cinta sama wanita setan itu! sudah turun belikan bunga mawar putih dan merah masing masing 10 kaki, neh uang nya." seru Sibki.
Aruna turun Sendiri ke toko bunga.
"Mawar putih sama mawar merah masing masing 10 tangkai," pesan Aruna.
"Siap no... na !, hei...!!!! Aruna...?" Senyum Saman mengambang
"Apa aku bilang... perkiraan ku benar... ternyata Aruna," seru Sibki di dalam mobil memandangi Aruna yang berada di toko bunga Saman.
"Namanya siluman kan mudah..." lirih Rasda,
namun tidak berani melanjutkan kata kata nya melihat Danu dan Sibki melotot pada nya.
"Berapa kak?" Tanya Aruna
"Bawa aja... sama teman kok bayar," sahut Saman.
"Tapi kaka bunga nya beli lho enggak metik sendiri," sahut Aruna.
"Udah bawa aja! apa artinya bunga 20 tangkai itu," seru Saman.
"Tapi bunganya buat Aruna nikah lho..." seru Sibki baru mendekat.
"A... apa? nikah? sama siapa?" Lirih Saman, nampak kekecewaan di wajah Saman.
"Iya nikah... hari ini di majelis... ustadz Ali yang akan menikahkan, nikah nya sama siapa yaa sama laki laki lah masa sama pohon?" Goda Sibki.
"Am umm... selamat Aruna, bawa aja... ini hadiah dari aku..." lirih Saman.
"Udah bawa aja Aruna... Rezki kok di tolak...
do'a kan saja semoga Saman menemukan wanita impian nya dan memiliki nya," seru Sibki.
"Jangan terlalu istimewa do' a nya... aku baru jatuh sebelum berjuang," bisik Saman ke Sibki.
"Em... dia...?" Tanya Sibki berbisik.
Saman mengangguk.
"Sabar... semoga dapat ganti yang lebih istimewa, dia sudah ada yang punya," bisik Sibki.
"Beruntung banget lelaki yang menikahi mu Aruna," lirih Saman
"Sudah kami jalan ya... entar aku dituduh bawa lari bini orang lagi," seru Sibki
Sibki dan Aruna meninggalkan toko Saman.
Mereka langsung melaju meneruskan perjalanan mereka.
"Kak Sibki jahat banget si??? bilang aja kalo kak Sibki calon nya," lirih Aruna
"Aku nggak tega nyakitin dia... tapi aku juga penasaran, aku pengen tahu siapa wanita yang buat Saman jatuh cinta," seru Sibki.
"Jahat!!!" seru Aruna.
"Biarin..." jawab Sibki.
Danu dan Rasda bete mendengari percakapan dua orang di depan mereka.