
Kilasan bayangan masa lalu Aruna nampak jelas dilihat pak ustadz Ali lewat pandangan batinnya. Beliau melihat Aruna yang tidak sadarkan diri, di mana seseorang yang memasukan sesuatu ke mulut Aruna, lalu kematian Victor suami pertama Aruna hingga kejadian Aruna di bakar dan di lempar ke sungai.
"Astaghfirullah..." lirih ustadz melepaskan tangan Aruna.
"Ada apa pak ustadz?" Tanya Ilyas,
Ilyas adalah pengikut ustadz yang selalu mengukuti ustadz.
"Nasib wanita itu sungguh malang ...
setelah dia sadar, kita harus bicara baik-baik padanya nanti," jawab ustadz, dia dan Ilyas meninggalkan ruangan rawat Aruna.
Sore hari Aruna terbangun mendengar suara keras dari arah luar, dia bangun, melihat suster Kiki mengenakan pakaian putih.
"Suara apa itu suster?" Tanya Aruna.
"Itu suara adzan, karena sekarang masuk sholat ashar," jawab Kiki, kamu tidak tahu suara adzan?" Tanya Kiki.
"Di desa saya tidak pernah saya mendengar seperti ini," lirih Aruna.
Kiki faham kalau Aruna bukan dari lingkungan muslim.
"Suster mau apa?" Tanya Aruna.
"Saya mau sholat, kain putih yang saya kenakan ini orang orang menyebutnya mukena " jawab Kiki halus.
"Apa bedanya dengan penutup kepala suster sebelumnya?" Tanya aruna lagi.
"Yang sebelumnya namanya kerudung, semua wanita di lingkungan ini menggunakannya, karena itu wajib bagi kami perempuan muslim," jawab Kiki.
"Nanti dulu tanya lain nya ya ... saya mau sholat dulu ... mumpung ngga ada orang yang berobat," seru Kiki.
Karena jelas terlihat Aruna mulai ingin bertanya lagi.
Aruna melihat Kiki yang sedang sholat.
"Dua kali azdan suster?" Tanya Aruna keheranan
"Itu iqamah Aruna ... adzan tandanya waktu sholat sudah masuk, kalau iqamah panggilan kalau sholat berjamaah akan segera di laksanakan," jawab Kiki
Aruna memahami penyampaian Kiki.
"Nah ... ini baju-baju buat kamu nanti, saya tahu kamu bukan muslim, namun ini lingkup majelis ta'lim, jadi maaf kami hanya punya baju-baju seperti ini," lirih Kiki memberikan gamis dari para wanita yang mengabdi di majelis ta'lim.
"Itu sudah lebih dari cukup ... bolehkan saya juga memakai tudung kepala, saya malu jika saya sendirian seperti ini," lirih Aruna. Kiki mengangguk dan tersenyum.
***
Seminggu sudah Aruna tinggal di majelis ta'lim ustadz Ali. Aruna mengetahui sedikit pengetahuan dasar tentang islam. Dia berjalan menyusuri komplek majelis ta'lim. Dia mendengar suara pekikan teriakan yang amat memililukan dari ruangan yang tidak jauh dari nya
Aruna mengintip, dia tidak tahu proses apa itu, namun dia hanya diam melihat semuanya hingga selesai. Melihat semua orang sudah keluar Aruna langsung mengetuk pintu.
"Ada apa Aruna?" Tanya ustadz Ali.
"Yang tadi apa?" Lirih Aruna.
"Oh ... itu ... itu ruqyah, untuk membantu menghilangkan ganguan jin yang mengganggu tubuh manusia," jawab ustadz Ali.
"Apa itu jin?" Tanya Aruna.
Ustadz Ali menjelaskan segala tentang jin dan golongan dan sejenis nya.
"Intinya mereka juga mahkluk, sama seperti kita, ada yang baik ada yang nakal dan ada yang jahat. Yang biasa datang kemari karena kena gangguan jin jahat yang merusak dan mengganggu kehidupannya," jawab ustadz Ali.
Aruna merenungi jawaban dari ustadz Ali.
Sekarang Aruna tinggal di rumah Nurul, karena Nurul hanya tinggal bertiga di rumahnya. Ibunya Fatma, yang akrab di panggil umi Fatma, Nurul sendiri, Salha dan sekarang bertambah Aruna.
Dengan sabar Fatma memberi pengetahuan tentang memasak, memang Aruna pandai memasak sebelumnya, namun karena beda keyakinan Aruna diberi pengetahuan dasar tentang halal dan haram dan di sini tempat baru yang penuh kedamaian, mereka semua menerima Aruna dengan baik.