
Di kota Suntantis ini Aruna memulai hidupnya dengan jati diri yang baru. Aruna harus bersabar untuk mengeluarkan titipan guna-guna pada dirinya itu. Karena harus seorang laki-laki yang menikahi Aruna yang bisa membantu mengeluarkan itu.
Aruna selalu memanjatkan do'a-do'a supaya dia cepat terlepas dari ikatan iblis ini. Entah kenapa hati Aruna sangat ringan melangkah ke mushalla malam itu, padahal ini masih jam tiga dini hari. Aruna melakukan sholat malam, dan tafakkur merenungi diri nya.
Aruna dikejutkan dengan suara rintihan do'a seseorang yang menyebut nyebut nama Nurul berulang kali didalam do'a nya. Di intip Aruna perlahan dari tenda pembatas itu. Betapa terkejutnya Aruna kalau itu ustadz Ali yang sedang ber Do'a meminta jalan terbaik dari ALLAH, Apakah cintanya pada Nurul membawa kebaikan pada agama dan dirinya.
Aruna berjalan perlahan agar ustadz Ali tidak menyadari dirinya. Aruna berlari menenteng sendalnya, agar larinya tidak menimbulkan suara. Dengan semangat membara Aruna ingin mengetuk kamar Nurul, untuk memberi tahu apa yang dia dengar dari mulut ustadz Ali. Lagi-lagi, Aruna mendengar hal yang mengejutkan Namun indah.
Nurul juga minta Kepada ALLAH jalan apa yang terbaik atas diri nya, karena dia menyukai ustadz Ali.
"Ya Allah ... ya rabb ... jika ustadz Ali memang jodoh hamba ... dekatkanlah ... dan dekatkanlah lagi ... mudahkan urusan kami jika dia juga menambah dekatku padamu ya rabb. Namun jika dia bukan jodoh hamba dan hanya penambah jauh ku padamu, maka hilangkan lah perasaan ini, alihkan lah semua cinta ini semata hanya untukmu ya rabb ... jauhkan lah ustadz Ali dari hati dan perasaan hamba jika dia bukan jodoh hamba," lirih do'a Nurul.
Aruna kagum dengan cara mencintai Nurul dan ustadz Ali. Aruna batal memberi tahu Nurul tentang apa yang dia dengar. Aruna lebih memilih mengetuk kamar umi Fatma. Untuk menceritakan apa yang ia dengar. Setelah masuk kamar umi Fatma, Aruna menceritakan apa yang ia dengar,
"Apa kamu sengaja menguping mereka?"
"Tidak umi, Aruna tidak sengaja mendengar do'a ustadz Ali, rencana nya Aruna mau memberi tahu do'a ustadz Ali pada kak Nurul, eh ... ternyata Aruna mendengar do'a yang sama dari kedua nya," lirih Aruna.
"Ini jalan Allah untuk mendekatkan mereka, besok umi akan bicara pada ustadz Ali dan Nurul. Tapi rahasia ya Aruna." seru Fatma.
"Siap umi ... ups ... isyha Allah umi," lirih Aruna.
"Umi... ini apa nama nya???" Tanya Aruna.
"Mencintai Dalam do'a," jawab Fatma.
"Subhanallah ... tidak terlihat, namun terasa indah umi," lirih Aruna.
Aruna sangat terharu mengingat bagaimana Ali dan Nurul saling sapa, berbicara biasa biasa saja.
Namun ternyata mereka saling cinta, dan cinta mereka, di sandarkan kepada Allah.
"Hei ... sudah sana!" Seru Fatma mengejutkan Aruna.
"Insyha Allah ... jodoh kamu juga sedang proses kemari," lirih Fatma.
Aruna pamit dan mengucapkan salam pada Fatma. Fatma menjawab nya.
Dari jam empat subuh, Fatma hanya dzikir dan sholat istiqharah meminta petunjuk akan keputusan nya.
Pagi ini Fatma sholat subuh di mushalla, tidak seperti biasanya ia hanya sholat subuh di rumah..Setelah selesai sholat sunnat isyraq, Ali terkejut melihat umi Fatma masih di Mushalla.
"Assalamu alaikum," sapa Ali.
"Wa'alaikum salam," jawab fatma.
"Nah kebetulan umi ada hajat sama kamu Ali," lirih Fatma.
"Ada apa umi?" Tanya Ali.
"Lebih baik kita bicara di rumah, sambil minum teh,
kamu ngga puasa kan?" Tanya Fatma.
"Ohh ... kebetulan enggak umi ..." jawab Ali.
Ali dan umi Fatma berjalan ber iringan menuju rumah Fatma.
"Ali ... kita langsung duduk di dalam saja, umi mau bicara serius," Seru fatma.
"iya umi ..." jawab Ali, Ali duduk di kursi tamu di dalam rumah.
"Aruna ... panggil Nurul, dan pinta dia untuk mengantar teh buat umi dan Ali," perintah Fatma.
"Iya umi," jawab Aruna, segera Aruna ke dapur menyampaikan pesan umi Fatma pada Nurul.