
Kayu gelonggong yang hanyut membawa tubuh Aruna tersangkut di antara batu-batu, hingga laju kayu itu tertahan bebatuan sungai. Tidak jauh dari sungai di mana tubuh Aruna tertahan bebatuan ada sebuah majelis ta'lim yang membuka pengajian dan pengobatan rukyah.
Seorang ustadz sedang mengobati pasiennya di aliran sungai. Teriakan dan isakan serta sumpah serapah keluar dari mulut pasien itu, yang di kuasai jin. Setelah ustadz itu melakukan bermacam hingga akhir nya pasien pun sadar.
Karena jin yang menggerogoti tubuh nya sudah keluar. Semua orang sedang naik ke tebing untuk kembali ke pondok.
"Mayat ...! Mayat ...!!! Ada mayat ...!!!" Teriak seorang yang tadinya ingin kencing tidak jadi karena melihat wanita terikat di sebuah kayu
Semua orang berbondong menuju sisi sungai itu.
"Astaghfirullah ..." ucap ustadz kaget.
Sang ustadz melihat hal aneh dari diri wanita itu.
"Tolong semua ... angkat wanita itu, kasian dia, tolong cek apa dia sudah mati atau masih hidup?" Perintah sang ustadz.
Beberapa orang turun kesungai.
"Astaghfirullah ..." seru semua nya.
"Maaf pak ustadz, wanita ini polos," lirih seorang laki-laki.
"Siapa wanita yang bisa berenang? Tolong selimuti wanita itu!" Perintah ustadz.
Seorang wanita turun ke sungai membawa dua sarung di tangannya. Dia segera menutup tubuh wanita yang tidak sadarkan diri itu.
"Dia masih hidup pak ustadz, sekarang sudah saya tutup tubuhnya," seru wanita itu.
Para lelaki segera mengangkat tubuh Aruna kedaratan.
"Kasian sekali dia ... orangnya cantik, tapi tangan dan kakinya di ikat " seru warga yang melihat kejadian itu.
Para pria yang mengangkat tubuh Aruna perlahan membuka ikatan tangan dan kaki Aruna.
"Sepertinya dia lama di dalam air ustadz," seru seorang laki-laki
"Iya benar, lihat bibir nya saja putih .
cepat bawa dia ke klinik majelis," perintah sang ustadz.
Para warga dan lainnya segera menuju majelis dan beberapa lainnya menggotong tubuh Aruna..Sedang ustadz berjalan kembali ke tepi sungai.
"Hei ... kenapa kau mengirim wanita itu kemari?" Tanya ustadz pada sosok gaib yang hanya bisa dilihat oleh nya.
"Maaf ... kami tidak mengirimnya, hanya saja alam yang menghentikannya di sini " jawab sosok gaib itu
"Apa kesepakatanmu dengannya?" Tanya ustadz
"Dia tidak berkesepakatan apapun pada kami, tapi dia hanya korban," jawab mahluk gaib yang langsung menghilang.
Dua hari sudah wanita asing yang hanyut di sungai itu di rawat di klinik dan keadaannya mulai terlihat membaik. Wanita yang berbaring itu mulai bergerak.
"Salha, tolong kamu panggil perawat sepertinya wanita ini sadar," seru wanita yang menjaga Aruna.
"Iya kak Nurul," jawab Salha.
Tidak lama perawat datang memeriksa Aruna.
Aruna mulai sadar, dia memandangi seluruh sisi ruangan. Dia bingung dan heran, karena seluruh wanita di ruangan itu memakai tutup kepala.
"Baguslah kamu sudah sadar ... nama kamu siapa? Aku Nurul, ini Salha dan itu perawat di sini Kiki namanya," lirih Nurul.
"A am aku ... aku Aruna,"
"Kamu dari mana? Bagaiman kamu hanyut di sungai tanpa pakaian?" Tanya Salha.
Aruna menangis mengingat kejadian yang menimpa nya.
"Maafkan Salha, dia tidak bermaksud mengingatkanmu dengan kejadian yang pasti sangat buruk menimpa mu," lirih Nurul.
"Bagaimana keadaan mu sekarang?" Tanya Nurul.
"Baik ... hanya saja aku sangat kedinginan," jawab Aruna.
"Istirahat lah ... nanti kita bicara lagi?" Lirih Nurul.
Semua orang meninggalkan Aruna sendirian.
Aruna memejamkan mata nya.
***
Di luar ruangan.
"Kak Sibki ... kak Sibki mau kemana?" Lirih Salha yang melihat Sibki lewat.
"Aku mau ke pak ustadz," jawab Sibki.
"Sekalian saya mau bilang, kalau wanita itu sudah sadar," seru Salha.
Sibki mengangguk dan meninggalkan Salha.
Sibki segera menemui ustadz Ali, sekalian menyampaikan pesan Salha, pada ustadz Ali.
setelah urusan dengan Sibki selesai, ustadz Ali segera menuju ruangan di mana Aruna dirawat.
Sesampai di ruang rawat Aruna ustadz Ali memakai sarung tangannya dan menyentuh tangan Aruna, ingin melihat kejadian apa yang menimpa Aruna hingga dia sampai di sini lewat alam bawah sadarnya.