
🔞🔞🔞🔞🔞
Di desa Sebuku.
Dantor mulai merasakan kekuatannya melemah, hingga dia terpaksa tutup tempat praktek. Dantor segara masuk hutan untuk semedi.
Dua hari sudah Dantor semedi, tidak ada tanda-tanda kemunculan putri ular, Dantor hampir putus asa.
"Shetssssss," bunyi desisan menggema di dalam goa.
"Putri ..." lirih Dantor sambil bersujud pada si putri ular.
"Sudah ku bilang kan Dantor, agar kamu secepatnya mengeluarkan anaku, namun kamu tidak menggubris perkataanku," ucap Putri ular.
"Putri ... apakah Aruna sudah berhasil mengeluarkan ajian itu?" Lirih Dantor.
"Belum, mereka belum mampu mengeluarkan anaku dari tubuh Aruna, hanya menahan kekuatan anakku saja, kekuatanmu memudar, karena kekuatan anakku tidak bisa berkuasa pada tubuh Aruna," jawab si putri ular.
"Putri ... adakah cara lain untuk menambah kekuatan ku putri ..." lirih Dantor.
"Ada ....setiap malam bulan purnama berilah aku kepuasan, namun dampaknya adalah bila ada orang yang melihat kita bersatu, orang itu mati!!!" Kata putri ular.
"Bagaimana mungkin putri, anda ular!!! Dan saya manusia," lirih Dantor.
"Saya juga tidak perduli dengan nasib yang mengintip," seru Dantor.
"Sekalipun dia istri mu?" Tanya putri ular
"Yah ... sekalipun dia istri ku," jawab Dantor.
Si putri yang berwujud ular besar berubah menjelma menjadi sosok wanita sangat cantik. Putri ular itu berdiri di tengah kubangan air jernih, yang ada dalam goa itu. Dantor terpana melihat jelmaan putri ular itu.
"Apa benar kamu tidak bisa memberiku kepuasan ...?" Tanya putri ular itu sambil menantang Dantor dengan posisi menggoda.
Dantor menerjunkan diri kedalam air yang sebatas lutut itu. Perlahan Dantor mencermati jelmaan itu.
"Andaikan putriku secantik dirimu, pasti dia sangat senang dan percaya diri, juga dia pasti mudah menaklukan hati laki-laki yang dia sukai," lirih Dantor berjalan memutari jelmaan putri ular itu.
"Itu mudah ... bawa aku tinggal di rumah mu, katakan kalau aku gurumu. Aku akan membuat putrimu cantik di mata semua laki-laki, mereka tidak akan mampu melepas pandangannya pada putrimu, syaratnya, kamu harus menyemai benih di rahim wanita lain dan aku akan mengambil janinnya. Semakin banyak janin yang ku panen, semakin cantik pula putrimu," lirih putri ular.
Dantor tertawa terbahak mendengar kata kata putri ular.
"Itu syarat yang menguntungkan diriku, tapi itu jika aku prima, aku sudah lebih 40 tahun, aku tidak sekuat 10 tahun lalu putri," lirih dantor.
Putri ular merubah wujud wanita cantik menjadi nenek nenek tua. Dantor menganga, melihat sosok wanita tua di depannya.
"Berikan aku kamar khusus, aku tidak mau anak istrimu mengangguku," lirih si putri ular dengan suara wanita tua.
"Aku akan datang dua hari lagi ke rumahmu, dan tinggal di sana, tapi sekarang aku ingin tau sepandai apa kamu memberi kepuasan pada wanita," lirih putri ular kembali merubah wujudnya menjadi sosok wanita cantik.
Dantor mengerjap-ngerjap kan matanya, agar dia tidak salah lihat, tetap saja wanita cantik itu berdiri di depannya dan mulai melempar semua kain yang membalut tubuhnya. Kain yang melekat pada tubuh putri ular ter onggok di bebatuan. Putri ular memberi Dantor pil yang berbentuk mutiara.
"Ini membuat stamina dan tenaga mu menjadi pemuda gagah lagi," lirih putri ular,
Pil itu masuk dengan sendirinya ke dalam mulut Dantor. Benar saja, Dantor merasakan tubuhnya sekuat seperti pemuda kembali. Putri ular mengacungkan jarinya dan meliyuk liyukan jemari nya di udara hingga Dantor tertelentang di atas tempat tidur,
"Dari mana dipan empuk ini???" lirih hati Dantor.
"Dantor ... kau meremehkan kesaktianku?" lirih putri ular.
"Maaf putri ..." lirih Dantor bergetar.
Dantor sungguh terpukau melihat jelmaan putri ular ini. Istrinya sewaktu muda saja tidak seperti ini. Dantor segera mendekati putri ular dan memberi servisnya pada putri siluman itu.
"Kau sedang apa Dantor ..." lirih putri ular mendesah.
"Apa anda tidak tau? di dunia modern ini biasa, aku sering melihat pasien ku melakukan ini pada wanita yang mereka santet, untuk memperdaya wanita dan mereka membuat wanita yang mereka incar agar mau menyerahkan diri," lirih Dantor.
"Memangnya seperti apa bangsa kalian bercinta?" Tanya Dantor terus memberikan servisan nya.
"Kau ingin tahu kami bersatu, lihatlah ular ular di musim kawin," lirih putri ular yang mendesah merasakan sesuatu karena perbuatan Dantor padanya.
"Itu belum selesai putri, berbaringlah di sini, agar aku mampu membuat mu lebih melayang," seru Dantor.
Purti ular berbaring di tempat tidur itu. Tanpa buang waktu, Dantor memainkan semua yang dia inginkan dan dia suka pada tubuh putri ular sepuasnya dan menghujani purti ular dengan permainannya
"Maaf putri aku tidak bisa menahan lagi," lirih Dantor.
Dantor memulai acaranya. Dia ber aksi liar untuk menyemai benih manusianya ke dalam tubuh siluman ular. Dia menghunjam tanpa ampun, membuat putri ular tidak mampu menahan desahannya. Suara rintihan bersahutan menggema didalam goa tersebut.
Andai dia manusia biasa, si putri pasti sudah terkulai lemas. Tiga jam sudah dantor menghunjamin tubuhnga, namun tidak juga selesai. Putri ular itu semakin senang pada Dantor. Dia terus tersenyum karena perbuatan Dantor yang sangat luar biasa menurutnya.
"Terimakasih putri, aku tidak pernah merasa sepuas ini," lirih Dantor yang berhenti pada aksinya, karena tengah meluncurkan semburan benih-benihnya ke dalam tubuh siluman itu.