Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 25* Semangat Baru


***


"Kak Nurul, kenapa setiap malam banyak orang ke mushalla itu?" Tanya Aruna.


"Oh ....meraka ikut pengajian yang diadakan setiap malam oleh ustadz Ali," lirih Nurul.


"Kak Nurul ngga ikut?" Tanya Aruna


"Aku sedang haid Aruna, makanya aku mendengar pengajian dari sini," jawab Nurul.


Aruna dan Nurul sama sama menyimak dan mendengarkan pengajian dari teras rumah Nurul yang tidak jauh dari mushalla.


Aktivitas semua orang di lingkup majelis itu membuat hati Aruna mulai merasakan Hidayah..Setiap waktu dia melihat orang orang sholat, Pengajian, sedeqah dan dua bulan lalu semua orang menjalankan puasa dan setiap malam taraweh.


Sedang dia hanya melihat dan menyimak nya.


Puasa tahun ini Nurul merasa sangat terbantu, karena ada Aruna yang bisa bantu icip-icip masakannya dan membantunya di dapur. Hati Aruna kembali tereyuh melihat orang melaksanakan sholat idul adha dan menyaksikan kurban. Ditambah lagi dari cerita dan segala penjelasan dari Nurul tentang hari raya idul fitri dan kurban.


Perasaan Aruna semakin mantap untuk masuk islam. Selama 6 bulan ini dia tinggal di rumah Nurul, dia hanya membersihkan rumah, mencuci, memasak dan sesekali membantu anak anak panti yatim yang berjumlah 20 orang asuhan ustadz Ali.


***


Nurul sedang bersiap untuk menghadiri pengajian pagi minggu ini. Aruna mendekati Nurul.


"Ada apa Aruna?" Tanya Nurul.


"Kak ... aku ingin masuk islam," lirih suara Aruna bergetar.


Nurul sangat takjub mendengarnya, dia segera memeluk Aruna, sambil menangis.


"Ganti bajumu dengan ini dan gunakan kerudung ini, kita segera ke mushalla Aruna," lirih Nurul.


"Secepat ini ka?" Tanya Aruna.


"Saat Hidayah datang cepatlah, karena awam Hidayah itu untuk datang dua kali," seru Nurul.


Aruna kembali ke kamarnya. Nurul segera menelpon ustadz Ali dan menceritakan yang terjadi barusan.


"Bawa segera dia ke mushalla biar semua jamaah majelis jadi saksinya," seru Ali.


"Iya pak ustadz kami sedang bersiap. Assalamu alaikum pak ustadz," lirih Nurul.


Telepon berakhir.


Nurul, Fatma, Salha dan Aruna berjalan bersamaan, mengenakan baju putih. Karena pengajian pagi minggu di haruskan mengenakan baju putih.


Fuad sedang menunggu kedatangan Nurul, untuk mengajak Aruna ke ustadz Ali


"Assalamu alaikum warohmatulahi wabarakatuh." sapa ustadz Ali.


"Wa alaikum salam warohmatullahi wabarakatuh," jawab semua jamaah serentak.


"Pagi ini sengaja saya mundur pengajian kita, karena hidayah Allah SWT datang pada seorang wanita," kata Ali.


"Fuad ... masuk!!!" Seru Ali.


Fuad masuk membawa Aruna, sambil mengucapkan salam, semua jamaah serentak menjawab salam nya.


"Di sini ada dewan pengurus agama, kalau ada tolong bantu saudari kita mendapat surat nya," seru Ali


Momen mendebarkan. Ustadz Ali mulai membimbing Aruna melafadz kan dua kalimat syahadat.


" اشهد ان لا اله الا الله"


"واشهد ان محمد رسول الله "


"Subhanallah ..." lirih semua jamaah.


"Selamat Aruna, kamu menjadi saudara seiman kami, sebelumnya kamu adalah saudara setanah air kami," lirih Ali.


"Fu'ad ... antar dia ke shaf para wanita," perintah Ali.


Aruna mengikuti Fuad menuju shaf para jamaah perempuan. Sesampai di ruangan perempuan, semua yang hadir bergantian memeluk Aruna, Aruna semakin terharu melihat sambutan yang luar biasa dari jamaah perempuan. Bahkan banyak dari mereka yang memberi Aruna hadiah. Aruna segera duduk dekat Nurul dan Salha.


Pengajian dimulai, bahasan ustadz Ali pagi ini, pentingnya kebersihan hati dari bermacam sifat tercela.


Aruna mengikuti pengajian pagi ini dengan perasaan haru dan gembira. Setelah pengajian selesai, Nurul dan Salha memberi Aruna bantuan mempelajari sholat dan membaca huruf hijaiyah.


Aruna cepat belajar. Sekarang Aruna bergabung dengan anak-anak yatim belajar mengaji iqra.


Nurul dan Fatma sangat sabar memberi ilmu dasar tentang islam pada Aruna, dari mulai istinja dan lainnya. Aruna merasakan semangat baru dalam hidup nya.