Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 35* Kematian Warsiah


Di desa Sebuku Naju.


"Dantor, kurasa gadis yang kamu titipi anak ku itu menemukan orang yang tepat untuk melepaskan ajian titipanmu. Ku harap ... kamu segera mengeluarkan anaku dari tubuhnya sebelum terlambat. Jika terlambat kamu akan menyesali semuanya," seru putri ular.


"Putri ... biarkan saja ajian itu tinggal selamanya di tubuh Aruna. Orang yang memasukan anak mu itu sangat bahagia melihat Aruna tidak bisa menikmati menjadi pengantin," jawab Dantor.


"Ini peringatan terakhir ku Dantor!!! Kalau kamu tidak segera mengeluarkan putriku, yang rugi juga kamu!!! Bukan aku!!!" Seru putri ular.


"Dan lagi ... Aku sudah bosan hidup di rumah mu, aku ingin pergi saja," lirih putri ular. Dia terbayang wajah pemuda yang memberi dia kepuasan. merasakan kepuasan lain yang lebih dahsyat, hingga dia bosan dengan Dantor.


"Tapi putri ..." ringis Dantor.


"Baik ... Aku akan memberimu kesempatan terakhir untuk menikmati tubuh indah ku," seru putri Ular. Dia mengerti apa yang dimaksud Dantor.


Segera Dantor menyalurkan hasrat nya.


Karena ini kali terakhir dia bisa menikmati tubuh indah jelmaan putri ular. Dia melakukannya dengan semangat. Suasana rumah tadi sepi berwarna dengan rintihan keduanya.


****


Warsiah baru pulang dari pasar, rumah nampak sepi, karena Rasda ikut Danu ke kota. Warsiah ingin meletakan barang belanjaannya kedapur. Namun langkahnya terhenti, karena mendengar suara rintihan laki-laki dan perempuan yang begitu wah dari kamar saudara mertua nya(jelmaan putri ular menjadi wanita tua).


Warsiah lupa larangan yang diintruksikan suaminya, kalau dilarang masuk ke kamar wanita tua itu. Semakin dekat dengan pintu kamar, semakin jelas suara rintihan yang bersahutan itu, Warsiah perlahan membuka gagang pintu kamar wanita tua itu.


Betapa syoknya Warsiah mendapati suaminya sedang bertempur di ranjang dengan Wanita Cantik. Warsiah menganga dan menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Air matanya mengalir deras karena hatinya sangat sakit dan remuk, melihat penghianatan suaminya dengan mata kepalanya sendiri.


"Plappp ... plappp ... plap ..."


"Apa ku bilang, lihat nasib sial akan menghampiri siapa saja yang berani mengintip kamar ku," seru putri ular.


"Putri ... bisa kah kita tuntaskan? lagian ... dia sudah mati bukan?" Tanya Dantor.


"Hhuhhhhh ... Ternyata hanya tubuh mu saja yang Manusia Dantor!!! Ternyata kamu lebih jahat dari pada siluman sepertiku!!!" Seru putri ular.


Dantor tersenyum dan melanjutkan aksinya, tanpa menghiraukan tubuh istrinya Warsiah tergeletak di depan pintu kamar. Setelah pertempuran terakhir mereka selesai, sang putri ular menghilang begitu saja.


Dantor segera melakukan sihirnya, dia memunculkan ular cobra dalam rumah nya, lalu dia kurung dalam sebuah kotak kaca, untuk mengelabui warga.


Selesai menyiapkan tipuannya, Dantor segera keluar rumah meminta bantuan warga desa dengan memasang wajah sedih.


Dantor menunjukan akting kekhawatiran dan kepanikannya, menceritakan kalau istrinya warsiah di patuk ular. Warga desa beramai ramai masuk rumah Dantor , beberapa lainnya memeriksa Warsiah dan beberapa warga lain melepas ular yang di kurung Dantor ke hutan.


Warsiah dinyatakan warga meninggal.


Dantor mematung menunjukan kedukaannya yang palsu. Para warga desa memberi semangat buat Dantor. Agar tabah menghadapi kematian istri nya.


Para warga juga membantu Dantor menyiapkan upacara Kematian, karena Rasda sedang di kota, pemakaman akan di laksanakan besok siang. Menunggu kabar dari Warga yang kini tengah mencari tahu di mana alamat Danu di kota.


Keesokan hari nya, beberapa warga yang dari kemaren mencari Rasda dan Danu melapor bahwa mereka tidak tahu kemana menghubungi Danu, Danu sekeluarga pergi ke kota membawa Rasda, warga juga tidak ada yang tahu nomor ponsel Danu ataupun Ayah nya. Para teman Rasda juga tidak tahu nomer ponsel Rasda, karena di pergaulan hanya Rasda yang mempunyai ponsel.


Dengan sangat terpaksa, acara pemakaman pun segera dilaksanakan. Tanpa kehadiran Rasda. Warsiah segera di makamkan warga di pemakaman adat desa Sebuku Naju.