Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 75* Hadiah


"Ini terlalu cepat," lirih Aruna dan Aan bersamaan.


"Hei Aruna... mumpung kita semua kumpul, alangkah baik nya kalian Akad menggantikan pernikahan yang batal barusan," lirih Sibki.


"Aruna... semakin cepat kau menikah, semakin cepat kita bisa melepaskan titipan sihir yang lama tinggal di tubuh mu," lirih Ali.


"Apa kak Aan siap menanggung keburukan yang akan kak Aan terima jika menikahi ku?" Tanya Aruna.


"Aku sudah kehilangan cinta ku, sekarang aku rela kehilangan nyawaku jika itu perlu. Jika aku mati... aku bisa bersama Maya. Jika aku selamat... maka kita bisa bersama selama nya," jawab Aan menatap lekat Aruna.


"Gimana ini?" Tanya Ali


"Abah... umak... bagaimana kalau kita langsungkan akad ba'da Ashar hari ini?" Tanya Aan


"Abah sama umak ngikut pada nak Aan saja," jawab wahyu.


"Kalau begitu, kalian lakukan sekarang sholat Sunnah sebelum menikah, yang melakukan pak Wahyu sama Aan," seru Ali.


"Lho... bukan nya itu selepas akad nikah ustadz saya dan Aruna yang Sholat sunnah berjamaan," lirih Aan


"Emmm nggak sabar... itu sholat sunnah malam pertama sebelum " ekhh hemm ", kalo yang ini sholat sunnah sebelum menikah, yang melakukan nya wali perempuan dan mempelai laki-laki," jawab Ali.


"Kalo nanti setelah Ashar saja gimana pak ustadz?" Tanya Aan


"Terserah... tapi baiknya sekarang atau sebelum Sholat Ahar," sahut Ali.


"Sekarang saja, kan abah perlu waktu untuk belajar cara nya," lirih Wahyu.


"Heemm baiklah... kalian silahkan duluan... aku mau mengarahkan semua pasukan ku untuk akad Sore ini," seru Aan sambil meraih ponsel nya.


"Kau mengarahkan semua kekuasaan mu Aan..?


kalau iya tolong kamu beli kain putih 1 papan itu kurasa itu sama sekali nggak masalah buat kamu," pinta Ali.


"Jangan kan 1 gulungan papan...1 Track juga aku belikan," jawab Aan girang.


"1 lagi... belikan Aruna baju tidur putih yang ( pesh pesh pesh)" bisik Ali.


"Siap ustadz..." jawab Aan.


Aan menelpon banyak orang, entah apa yang dia inginkan. Selesai menelpon Aan segera ambil Wudhu, untuk menunaikan Sholat sunnat sebelum nikah. Wahyu juga sudah siap. Aan dan Wahyu menunaikan Sholat Sunnah 2 raka'at sebelum nikah.


"Aruna... umak bahagia kamu nikah sama Aan... tadi umak sama abah sedih kamu mau nikah sama orang lain, bukan umak tidak suka Sibki, Sibki juga baik... tapi Nak Aan selama ini dia selalu menceritakan betapa cintanya dia pada kamu, yah... sebelum kita bertemu dulu," lirih Suminten.


"Umak bahagia..?" Tanya Aruna.


"Sangat..." lirih Suminten


"Ini... hadiah pertama buat Umak yang bekorban tanpa henti buat Aruna..." pernikahan Aruna ", hadiah pertama buat umak " lirih Aruna.


"Ini indah... sekali sayang..." Lirih Suminten memeluk Erat Aruna.


Nami, Mastia dan Rasda menonton mereka.


Aan benar benar mengarahkan semua kekuasaan nya. Petugas KUA datang ke majelis. Untung saja jauh jauh hari Aan sudah membuatkan Ktp dan KK buat Aruna sekeluarga. Dengan sekejap semua persiapan hampir rampung.


"Gila...! aku kira kamu menikah secara siri saja," seru Sibki.


"Tidak kaka ipar..." jawab Aan seakan mengejek Sibki.


Mobil yang membawa tenda memasuki wilayah majelis taklim, dan mereka segera mendirikan tenda.


"Assalamu alaikum tuan Aan... semua warga sekitar sini sudah saya undang," lirih Aslun. Asisten setia Aan.


"Terimakasih Aslun," jawan Aan.


Di bagian yang lain...


Beberapa Restoran langsung menutup Restoran mereka jam ini hingga Ashar. Karena pelanggan setia mereka memesan banyak makanan dan harus siap saat Sholat Ashar. Karena makanan itu harus sudah tersaji di tempat yang memesan.


Tidak luput Restoran " Ananda " juga ikut gelabakan.


Semua Koki mereka berjibaku di dapur mereka.


Para pelayan dibuat repot, apalah daya mereka hanya mengikut perintah pemilik Restoran


Beberapa mobil pengangkut juga sudah siap di depan. Sungguh merepotkan semua pekerja, walau bos mereka memberi bonus yang besar, karena orderan dadakan hari ini.


Kurang lebih 5 buah Restoran menerima pesanan Dadakan ini. Mereka menerima karena Andika adalah pengusaha yang sangat terkenal di wilayah mereka.


Itung itung sekalian Promosi Restoran mereka menerima orderan dadakan, buat pernikahan pengusaha muda yang berstatus Duda itu.