Titipan Guna-Guna

Titipan Guna-Guna
Bab 141 Extra Part Sibki Balas Dendam


Aan pergi dari kediaman Suminten. Sekarang Aan berada di gedung tempat acara malam ini akan berlangsung memastikan semua persiapan. Sedang Jojo di kantor KUA melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk pernikahan, karena Sibki dan Manda menikah sebelumnya tidak ada bukti yang tertulis, hingga mereka harus melakukan akad Nikah lagi.


Semua persiapan hampir beres.


Jam menunjukan jam dua siang, Sibki dan Manda baru sampai di kediaman Jojo.


"Ada apa ya kak? Kenapa banyak orang?" Tanya Manda.


"Aku kan sama kamu sepanjang waktu, mana aku tahu,"


Mereka berdua turun dari mobil. Sibki menyapa setiap orang yang menyapa dirinya. Mereka pun masuk kedalam rumah.


"Assalamu alaikum," ucap Sibki dan Manda.


"Wa alaikum salam," jawab semua yang ada di rumah Sibki.


"Ibu?" Manda terkejut melihat ibunya. "Bukannya ibu di antar Aan dan Aruna?" Manda langsung salim pada Tiar, Mastia, dan Suminten. Begitu juga Sibki. Dia langsung salim pada tiga orang itu.


"Sore ini akad nikah kalian di rumah ini, kita adakan syukuran secara sederhana," ucap Mastia.


"Kalau kalian belum dzuhur, mendingan zduhur dulu," usul Suminten.


"Iya, sebentar lagi perias pengantin akan datang." Aruna menyela.


"Anak-anak, mana Aruna?" tanya Mastia.


"Di rumah sama pengasuh mereka."


"Kami sudah zduhur dan sudah makan juga," jawab Manda.


"Assalamu alaikum." Dua orang datang sambil menarik koper.


"Wa alaikum salam," jawab semua orang bersamaan.


"Alhamdulillah, kaka perias sudah datang." Aruna menyambut petugas salon kecantikan yang akan merias Manda.


"Yang mana pengantinnya kak?" tanya salah satu perias.


"Yang itu ...." Aruna menunjuk Manda.


"Kaka boleh cuci wajah atau kali aja mau wudhu dulu," pinta si perias.


Manda segera permisi izin untuk ke kamar mandi.


"Nah mempelai prianya bisa pakai bajunya sendiri kan? Ini baju buat mempelai pria." salah satu perias menyerahkan satu setel baju pada Sibki. Sibki segera kekamarnya untuk ganti baju.


Manda kini tengah duduk di kursi di rias oleh perias pengantin. Sedang Sibki langsung keluar berbicara dengan para tamu yang ada di luar.


Tidak lama selesai make up, petugas KUA juga datang, karena sebentar lagi akad nikah akan di mulai.


Waktu terus berjalan, semua orang yang tadi sibuk kini sudah berkumpul di kediaman Jojo. Aan juga baru datang, dia datang ber iringan dengan ustadz Ali sekeluarga.


Beberapa orang yang bertugas sudah ambil posisi di meja akad, Sibki juga tengah berbincang santai dengan para petugad KUA dan disana ada ustadz Ali dan Aan yang akan jadi saksi nikah Sibki dan Manda. Sedang Aan nampak santai menikmati ice cream coklat yang dia ambil dari meja prasmanan di luar rumah.


"Sudah siap semuanya?" Tanya penghulu.


"An, tolong berhenti dulu nyemil." Sibki cemberut melihat Aan yang asyik dengan ice creamnya.


"Okey ...." Aan langsung menyimpan ice cream di sampingnya.


"Silakan panggil mempelai wanitanya, agar kita segera memulai akad nikah," ucap penghulu.


"Tidak lama Aruna dan Nurul datang meng-apit Manda yang tampak cantik dalam balutan gaun pengantin.


"Masya Allah cantiknya bidadari syorga …." ucap Ali dan Aan bersamaan.


"Jangan zina mata, dia istriku!" bentak Sibki.


"Yang cantik istriku!" seru Aan dan Ali bersamaan.


Manda tersenyum mendengar Ali dan Aan berkata serempak. Sibki terpana melihat Manda tersenyum.


"Balas dendam jilid satu!" "Plap!" Ice cream yang tadi dalam cup Aan tumpah ke telapak tangannya, lalu dia jejalkan kemulut Sibki yang terus menganga.


Sibki langsung menutup mulutnya. "Uwekkkk!" Sibki langsung berlari menuju kamar mandi.


"Kakak jahat! Kak Sibki tidak suka coklat!" bentak Aruna.


"Balas dendam jilid satu, lunas!" Aan terlihat sangat bahagia.


Ali tertawa melihat kelakuan Aan, teringat saat Aan kepedasan saat menjelang akad nikah dengan Aruna dulu karena ke-usilan Sibki.


"Sejak kapan kamu menyusun rencana ini? Aku tau kamu membalas perbuatan Sibki dulu." Ali terkekeh.


"Tidak sengaja ustadz, dadakan saja. Tapi aku puas, permisi aku cuci tangan dulu, lengket ...." Aan berdiri dari posisinya, dia segera melangkah menuju kamar mandi.


Sibki baru selesai dari kamar mandi, dia berpapasan dengan Aan. "Tega kamu An," rengek Sibki.


"Jilid satu Impas, sisanya aku cicil." Aan melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.


"Pake tangan lagi, apa higenis itu tangan?" Sibki protes.


"Mohon maaf dan mohon redha, tangan aku tadi habis ngupil," jawab Aan.


Wajah Sibki langsung memerah, dia berlari lagi menuju kamar mandi.


"Aan tertawa puas, dia langsung masuk kekamar mandi yang lain untuk cuci tangan.


***


Setelah merasa nyaman, Sibki kembali ke meja akad nikah. Di sana Manda dan yang lain sudah siap termasuk Sofyan yang akan menjadi wali nikah Manda.


Akad nikah pun di mulai.


"Bismillahirrahmanirrahim, Sulaiman Sibki bin Wahyu Jayadi. Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan seorang wanita yang bernama Ramanda Sari binti Darnawan dengan mas 20 gram emas 99 karat dibayar tunai!!!"


"Saya terima Nikah dan kawinnya Ramanda Sari binti Darnawan dengan mas kawin tersebut tunai!!!"


"Tidak Sah!" seru seseorang.


Semua mata memandang asal suara itu.


"Bapak?" Senyum Manda mengambang mengetahui siapa yang datang dan di kawal beberapa petugas kepolisian.


"Apakah boleh di ulang? Aku ingin jadi wali nikah anakku," pinta Darnawan.


"Tentu boleh pak." Sibki sangat bahagia melihat kehadiran Darnawan di hari bahagia ini.


Air mata Manda menetes begitu saja, terharu dengan kedatangan bapaknya. Tiar langsung berlari menuju suaminya. "Akhirnya bapak bisa menyaksikan akad nikah putri kita." Tiar memangis dalam pelukan suaminya.


"Lepas rindunya nanti, ayo selesaikan akad nikah ini," sela Darnawan.


Akad nikah kembali di ikrarkan Sibki. Kali ini Darnawan langsung yang bertindak langsung untuk menikahkan mereka.


"Bismillahirrahmanirrahim, Sulaiman Sibki bin Wahyu Jayadi. Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan anakku, Ramanda Sari binti Darnawan dengan mas 20 gram emas 99 karat dibayar tunai!!!"


"Saya terima Nikah dan kawinnya Ramanda Sari binti Darnawan dengan mas kawin tersebut tunai!"


"Bagaimana para Saksi?"


"Sah!!!" Seru Aan dan Ali.


"Alhamdulillah." gemuruh terdengar.


Manda salim pada Sibki, Sibki berusaha menahan luapan kebahagiaannya, akhirnya bisa menikah dengan Manda secara resmi.


Aan menatap Sibki dengan pandangan mengejek.


"Apalagi?" Sibki bisa menangkap aura mencurigakan dari suami adiknya ini.


"Sudah sedia minyak?" Goda Aan.


Aruna bangkit dari tempat duduknya meninggalkan semua orang. Nurul kaget, refleks langsung mengejar Aruna.


"Ada apa Run?" tanya Nurul.


"Aku malu punya suami senewen seperti dia." Aruna menatap tajam ke arah Aan.


Ali menepuk bahu Aan lembut. "Pms ya An dia?" goda Ali.


"Pak ustadz ... jangan nambahin," rengek Aan.


"Semoga perang dunia di mulai, aku tidak sabar melihatmu ekkhhhem!" Sibki mengode sesuatu.


"Adikmu itu terlalu cinta padaku, dia tidak akan bisa lama-lama marah padaku, secara aku manis," ucap Aan pede, sedang Aruna dan Nurul sudah pergi dari ruangan itu


Aruna dan Nurul berkumpul di sudut lain bersama anak-anak sambil melepas rindu.


Di ruangan Akad .


Setelah do'a penutup kini Manda dan Sibki bersanding di pelaminan yang ada di teras rumah Jojo. Para undangan yang hadir bergantian mengucapkan selamat pada kedua mempelai.


Tanpa malu, dengan percaya diri Manda mengaitkan lengannya ke lengan Sibki. mereka saling tatap. Sangat jelas terlihat pancaran kebahagiaan di wajah kedua mempelai.



"Akhirnya," ucap Sibki.


"Akhirnya apa?" Tanya Manda.


"Akhirnya aku jadi pengantin." Sibki tersenyum bahagia.


Manda tersenyum dan menelungkupkan wajahnya di bahu Sibki.


"Ekhh hem!" Suara tamu undangan yang mendekat, ingain bersalaman dengan kedua mempelai.


Manda dan Sibki bersalaman kembali dengan tamu yang hadir.


Tiar, Sofyan dan Darnawan saling berpelukan, karena saatnya Darnawan kembali ke tahanan, izin dia keluar sudah habis waktu.


"Terima kasih pak Jojo, berkat bantuan Anda agar saya bisa izin keluar, saya bisa menikahkan putri saya langsung." Darnawan tidak bisa mengucapkan kata-kata lagi, sangat bahagia bisa menikahkan putrinya langsung.


"Sekarang Manda juga anak kami dan kita sekarang Saudara." Jojo menepuk bahu Darnawan.


Sebelum pergi kembali ke Rumah Tahanan, Darnawan menghampiri Manda dan Sibki. "Nak Sibki, sekarang Manda tanggung jawab kamu, jadikan dia salah satu penghuni syorga," ucap Darnawan.


"Insya Allah Pak." Sibki dan Manda memeluk Darnawan bersamaan.


"Manda, jadilah istri yang baik, kamu beruntung menjadi salah satu anggota keluarga ini, mereka semua baik."


Manda melepaskan pelukannya, lalu menganggukkan kepalanya.


"Bapak permisi."


"Jaga kesehatan Pak," ucap Manda.


"Assalamu alaikum."


"Wa alaikum salam," jawab mereka semua.


Darnawan pergi bersama petugas kepolisian yang mengawalnya, kembali lagi ke Rumah Tahanan tempat dia menjalani hukuman. Sedang acara di rumah Jojo terus berlanjut.


***


Bersambung.


***


Karena kemaren mogok nulis gara-gara lama review, Author belum punya naskah mentah lagi. Jadi up nya gak janji bisa cepat ya.


Mohon maaf karena typo masih bertebaran.


Terimabkasih semua.