
"Kenapa kamu ...?" tanya Ali menghampiri Aan terlihat beberapa kali berkumur dengan air syrup es.
"Kepedesan pak ustadz ..." lirih Aan
"Pedas ...? Sejak kapan kamu suka pedas ...?" Tanya Ali.
"Ulah Sibki ustadz, dia masukan sambal ke mulut saya," lirih Aan mengulangi lagi berkumur dengan air syrup dari gelas yang baru.
Ali menahan tawa melihat wajah Aan mengucur keringat.
"Air es syrup itu di minum!.Bukan di kumur!!!" Seru Ali.
"Maaf ustadz ... sudah begah perut saya, dari tadi minum mulu," sahut Aan masih kepedesan.
"Mbak ... itu es teler nya campur susu kan ...?" Tanya Ali bicara pada pelayan yang menata makanan.
"Iya pak," sahut pelayan.
"Tolong ambilkan, tapi banyakin air nya ya ..." pinta Ali.
Pelayan segera mengambil sesuai perintah Ali.
"Ini minum ...!!!, setelah ini pedas nya akan berkurang. Sama Es syusyu," seru Ali sambil bercanda.
"Susu? nggak mau ustadz, aku nggak suka," sahut Aan.
"Aku jamin setelah nikah kamu bakal suka sama susu," seru Ali tertawa mengikik.
Aan mengambil gelas di tangan Ali, dari pada Ali bicara Ngaur lagi dan langsung meminum habis.
"Gimana ...? masih pedas ...?" tanya Ali.
"Kurang pak ustadz,"sahut Aan tersenyum.
"Apa ku bilang ... kamu bakal suka sama susu!!" Seru Ali menahan tawa.
"Es susu itu cepat menetralisir rasa pedas di mulut," kata Ali.
"Ayo cepat, ambil tisu !!! Seka keringat mu, sudah banjir itu wajah sama leher !!! Aku tunggu di dalam semua sudah siap," seru Ali. Ali segera ke Mushalla, karena dia dan Ilyas yang akan menjadi saksi nikah Aan dan Aruna yang akan dilakukan sebentar lagi.
Aan pergi ketempat Wudhu untuk ber wudhu.
Setelah semua tenaganya terkumpul karena terkuras akibat ketegangan. Aan melangkahkan kakinya untuk berkumpul dengan semua orang di sana yang sudah siap.
Dia melihat Aruna duduk di meja Akad. Tubuhnya kembali bergetar, namun dia harus segera masuk. Aan berusaha santai duduk di samping Aruna.
"Alhamdulillah ... semua nya sudah terkumpul!" seru penghulu.
"Siap ijab kabul pak ...?" tanya penghulu
"Insya Allah," sahut Aan
Acara Pembuka dimulai. Dari do'a-do'a dan kata sambutan ringan, sekarang para undangan mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur'an yang di bacakan oleh Ustadz Ali.
Keadaan kembali hening. Karena penghulu mulai mempersiapkan untuk memulai ijab kabul.
Setelah Aruna berwali nikah pada Abah nya. Kini Wahyu mewakilkan pada penghulu untuk menikahkan anak nya.
Penghulu mulai membaca Syahadat, istighfar dan Sholawat. Tanda akad nikah akan di mulai.
Penghulu :
"Bismillahir rahmanirrahiim ... Andika Tama Shiddiq bin Shiddik Mubaraq, Aku Nikah kan Dan Aku Kawin kan engkau dengan Aruna Sumira binti Wahyu Jayadi, yang telah menyerahkan padaku sebagai wali nya, dengan mas kawin 1 cincin emas 24 karat seberat 10 grm di bayar Tunai !!!! "
Andika ;
"Saya Terima Nikah dan Kawin nya Aruna Sumira Binti Wahyu Jayadi dengan mas kawin tersebut Tunai ...!!!!"
"Bagaimana saksi ...?" tanya penghulu.
"Alhamdulillah ..." gemuruh suara terdengar.
Aan langsung memeluk Wahyu yang ada di samping nya. Wahyu menangis menyaksikan akad nikah putri nya. Dia menepuk punggung Aan.
"Terimakasih nak ... titip anak abah ..." lirih Wahyu.
Aan mengangguk.
Penghulu memimpin do'a.
Di bagian shaf perempuan Mastia dan Suminten berpelukan. Mereka sungguh sangat bahagia melihat Aruna menikah.
"Silahkan pasangkan cincin dan cium tangan pasangan nya," seru penghulu.
Aan menyematkan cincin kawin mereka ke jari manis Aruna. Aruna juga menyematkan cincin ke jari manis Aan. Sambil menahan tawa nya, karena tangan Aan sangat Dingin. Dia tidak berani melepas tertawa nya, takut membuat Aan semakin tegang.
Lalu Aruna mengulur tangannya menanti Aan yang masih menggosok gosok tangan nya yang terasa sangat Dingin. Semua mata menatap Aan karena belum juga memberikan tangan nya untuk bersalaman dengan Aruna.
Dengan terpaksa Aan mengulurkan tangan nya yang dingin pada Aruna. Lalu Aan mengumpulkan energi nya untuk mencium Aruna. Lepas rasanya beban Aan saat bibir dan hidung nya medarat di bagian alis Aruna.
Mata camera foto grafer segera mengabadikan momen ini. Dan juga momen momen sebelum nya.
(ilustrasi aja ya kak ...)
"Tangan kaka seperti es," bisik Aruna saat wajah Aan tepat disisi wajah nya.
Aan bingung menjawab apa. Hanya senyum lebar yang tidak bisa pergi dari wajah nya. Wanita yang selama ini dia suka dan mencuri hatinya, bahkan hampir kehilangan, kini wanita itu duduk di sampingnya dan juga sudah "Sah !" menjadi Istri nya.
"Para tamu undangan silahkan dinikmati hidangan yang tersedia," lirih Ali.
Para petugas KUA menyerahakan buku nikah Aruna dan Aan ke Ali. Mereka keluar bersama undangan yang lain untuk menikmati hidangan yang tersedia.
Hanya tinggal, Ali, Ilyas, Sibki, Jojo, Suminten, Nurul, umi Fatma, Mastia juga sepasang pengantin yg baru selesai ijab kabul.
Pengantin sungkeman pada orang tua Aruna, umi Fatma, juga pada Sibki, Jojo dan Mastia.
Tangis bahagia menyelimuti mereka semua.
"Selamat Aruna ..." ringis Nurul memeluk Aruna yang datang padanya, setelah bersalaman dengan semua orang sebelum mendekat pada Nurul.
"Selamat kak Aan," seru Nurul memandang ke arah Aan. Aan mengangguk.
Aruna dan Aan berhadapan dengan Sibki.
"Boleh aku memeluk nya ...? dia adik ku bukan ...?" lirih Sibki. Aruna dan Aan memeluk Sibki bersamaan.
"Pantas kakak sangat mudah masuk ke hati aku ... ternyata kaka sedarah denganku ..." lirih Aruna.
Air mata Sibki menetes, betapa menyesal nya dia telah mencium mesra Adik nya sendiri tadi malam.
"Aan ... jaga adik ku ..." lirih Sibki.
"Dengan nyawaku ..." sahut Aan pede.
Aan segera memeluk Ali.
"Terimakasih ustadz ..." lirih Aan.
Ali menepuk punggung Aan.
"Ayo cepat sapa para tamu dan kita makan sama-sama, nantinya kita harus segera lakukan Ruqyah pada Aruna sore ini juga," seru Ali.
Mereka semua keluar menuju tenda bergabung dengan semua yang hadir dan ikut menyantap makanan yang ada. Para tamu sungguh terpukau melihat Aruna. Karena selama ini Aruna tidak pernah kena polesan make up.
Para undangan memberi Ucapan selamat, bergantian menghampiri Aruna dan Aan. Hanya senyuman yang permanen terukir di wajah Aan. Dia merasa ini mimpi, baru beberapa jam yang lalu hati nya sakit, sekarang malah hati nya terbang entah kemana karena sangat terlampau bahagia menikahi perempuan yang selama ini mencuri hatinya.