
Selama berkutat Tiga jam bersama putri siluman ular Dantor masih saja terlihat kuat, tidak seperti biasa nya, dulu saat dia menggauli istrinya dia terkulai lemas, padahal cuma 10 menit.
Namun ini sudah 3 jam, tetap saja tidak ada lelah sedikitpun. Setelah mendapat yang dia inginkan. Sang putri mengayun ayunkan tangan nya di udara, kain yang tadi nya tergeletak di bebatuan yang sebelum nya membalut tubuh nya, kini kembali melekat.
Senyum mereka dari wajah putri ular. Karen permainan tadi sangat luar biasa.
"Putri ..." ringis Dantor, dia sekaan meminta kembali.
"Aku sangat suka padamu, nanti manjakan aku lagi," bisik putri ular.
*****
Semua kain itu sudah melekat kembali di tubuh putri ular.
"Aku lupa Dantor, pesona anakmu akan hilang, jika dia menyerahkan diri nya pada laki-laki tanpa sumpah pernikahan," kata siluman ular itu.
"Aku akan memperingatkan nya putri ... terimakasih untuk semua ini," lrih Dantor, dia berusaha nakal kembali.
Sang putri tersenyum karena dia benar-benar puas.
"Aku sangat sangat puas Dantor, aku sangat sangat puas ... hadiah pertama, ini ikat kepala yang bertanamkan batu merah, ini akan memberimu kesaktian yang kamu inginkan. Hadiah kedua, aku menaikan ukuran mu," lirih putri ular.
Dantor melihat miliknya memang berubah jadi lebih besar dari sebelumnya. Dantor menganga. "Terimakasih putri ..." lirih Dantor.
"Apakah kita bisa melakukan lagi sekarang?" lirih Dantor.
"Sekarang tidak, aku ada urusan, kalau nanti tentu saja, bahkan setiap malam kita akan melakukannya, di rumahmu," seru putri siluman Ular.
Dantor menarik kembali putri ular dan menciumi leher jenjang tersebut.
"Nanti Dantor, aku harus pergi,"
Sang putri menghilang begitu saja, Dantor langsung terduduk di batu, karena kasur empuk tempat mereka bertarung sebelumnya juga hilang saat putri siluman itu menghilang.
***
Seminggu kemudian,
Rasda heran melihat diri nya di cermin, kenapa dia menjadi lebih cantik dari sebelum nya. Namun dia masa bodoh, dia menikmati keadaan ini. Karena dia menjadi idola di desa.
****
"Apu ... apa yang apu lakukan pada diri ku ..." lirih Rasda,
"Apu tidak melakukan apa-apa ... tapi ... jika kamu senang dengan kecantikanmu, maka jangan lah kamu menyerahkan keperawanan mu tanpa menikah, atau semuanya lenyap," seru Dantor.
***
Para laki-laki mulai tergila-gila pada Rasda, bahkan Danu juga terpukau melihat Rasda, saat dia melihat Rasda. Tadinya Danu datang kerumah Rasda untuk memberikan bingkisan, namun dia sangat terkejut melihat Rasda yang sekarang.
"Astaga ... kamu Rasda? Kemana saja kecantikan ini kamu sembunyikan," lirih Danu berjalan memutari Rasda yang berdiri di teras rumahnya. Dia terpukau dengan Rasda yang sekarang di hadapannya.
Rasda merasa sangat bahagia Danu menyukai nya.
"Rasda, apu sama ibu mu kemana Rasda?" Tanya nenek yang keluar dari rumah Rasda,
"Nenek ... apu sama ibu ke pasar beli keperluan dapur, nenek perlu sesuatu?" Tanya Rasda,
"Tidak ... nanti kalo apumu datang, bilang nenek cari dia," lirih nenek itu
"Itu siapa Rasda?" Tanya Danu.
"Oh ... itu saudara nya nenek aku, apu memintanya tinggal di sini beberapa yang hari lalu," jawab Rasda.
"Oh ... kalau gitu aku pamit," seru Danu menatap lembut Rasda.
Rasda tersenyum malu.
"Hati-hati kak Danu ..." lirih rasda.
Dantor dan Rasda saat ini berada di atas angin, mereka sedang menikmati keberuntungan mereka. Rasda yang menjadi kembang desanya Sebuku Naju dan mulai viral di media sosial, karena seorang mahasiswa yang KKN di desanya memfoto dirinya dan meng oploadnya ke media sosial.
Sehingga kecantikan dan pesona Rasda tersiar, Rasda sangat bahagia melihat laki-laki mengemis cinta padanya. Kemana Rasda melangkah mata semua laki-laki hanya tertuju padanya.
Sedang Dantor, kekuatannya juga meningkat, nafsunya pun semakin besar. Setiap malam dia melakukan hubungan dengan siluman ular, tanpa diketahui oleh siapapun, kalau nenek nenek itu berubah menjadi cantik jelita di malam hari saat bersama dengan Dantor.
***
Ini misi pertama Dantor mencari rahim untuk menyemai benihnya buat persembahan putri ular. Dantor berjalan menyusuri jalan desa untuk mencari wanita dan dia berpapasan dengan Sumini tetangganya.
" Mba Sum ... mau kemana?" Lirih Dantor
"Eh pak Dantor ... mau pulang pak ... suami mau kopi ... eh kopi nya habis," jawab Sumini.
Dantor menjatuhkan pilihan pada Sumini. Karena bentuk tubuh Sumini yang aduhai. Dantor segera pulang kerumah untuk mencari siluman yang sedang menjelma jadi nenek nenek. Dantor segera masuk kamar putri, betapa terkejutnya Dantor, si putri menampakan wujud ularnya.
"Ada apa Dantor kamu mengganggu istirahat ku!" lirih putri kembali merubah wujudnya jadi nenek tua.
"Putri aku punya penawaran pada mu ..." seru Dantor.
"Apa?" Jawab putri.
Dantor berbisik ke telinga ular itu.
"Hemmm, aku kesana duluan untuk mengatur semuanya," jawab putri ular.
***
Sesampai di rumah Sumini, putri ular membuat sekat pembatas pandangan gaib antara Sumini dan suaminya Ejan, mereka baru menikah satu tahun ini. Hingga Ejan yang asli tidak melihat Sumini yang asli. Putri ular merubah wujud nya menjadi Sumini,
Dan Dantor merubah wujudnya menjadi Ejan.
Akhirnya Sumini bercinta dengan Dantor yang menyerupai suaminya dan suami Sumini bercinta dengan siluman ular yang menjelma menjadi Sumini.
Setelah selesai siluman ular itu mendekatkan keduanya, agar saat mereka sadar, mereka mengira telah melakukannya bersama. Bulan berikut nya Dantor melakukan tipuan yang sama pada pasangan suami istri lain di desanya.
Siluman ular itu tahu kehamilan Sumini. Siluman itu menculik Sumini, dan mengambil janin Dantor dalam perut Sumini tanpa Sumini sadari dia hamil dan kehilangan janinnya. Setelah selesai Sumini dikembalikan si siluman kerumah asalnya.
Inilah kegilaan Dantor dan putri ular, bercinta setiap malam, dan memperdaya sepasang pasangan untuk memasukan benih manusia ke tubuh putri ular, sedang Dantor menyemai benihnya pada rahim-rahim wanita lainnya, agar menjadi janin dan menjadi tumbal kecantikan Rasda, buat si putri ular. Tanpa di ketahui si pemilik tubuh, kalau ia di perkosa Dantor, serta kehilangan janin sebelum menyadari dia hamil.
***
Rasda asyik menikmati kepupulerannya di desa itu dan semakin mendalami hubungannya dengan Danu, laki-laki yang selama ini dia incar. Danu sangat tergila-gila pada Rasda, sangat sulit untuk berhenti memandangi Rasda. Namun aneh bagi Danu, hanya mata dan pikiranya saja yang ingin selalu melihat dan bersama Rasda. Namun hatinya kosong.
Berbeda saat dia jatuh cinta pada Aruna, hatinya sangat bahagia jika bisa bertemu Aruna. Namun dengan Rasda sedikitpun hatinya tidak merasakan kedamaian saat dia bersama Aruna dulu. Namun jika jauh dari Rasda mata dan pikirannya tersiksa. Dengan bertemu dan memandang Rasda barulah pikiran dan matanya tenang.