MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
ADA APA?


Beberapa hari kemudian, Agam tiba Negara Jerman seorang diri. Ia sudah membulatkan tekad dan niatnya untuk menemui Kyara dan meminta restu Morgan.


Begitu ia keluar dari Bandara, Agam sudah disambut oleh sopir yang akan mengantarkannya ke hotel dimana ia akan menginap.


Agam bahkan tak memberi tahu prihal dirinya yang datang ke Jerman pada Kyara karena ingin memberikan kejutan.


Lain halnya dengan Kyara wanita itu tengah berada di kantor dimana dirinya memang bekerja sebagai wakil CEO di perusahaan De Costa.


“Apa kau tidak rindu padanya ?” ucap Rain dengan santainya ia menaruh secangkir es kopi di meja kerja adik tirinya itu.


“Entahlah..bahkan dia sudah tiga hari ini tidak menghubungiku. Apa dia setakut itu untuk bertemu dengan Daddy ?” sunggut Kyara ia merasa kesal karena Agam tak memberi kabar padanya selama tiga hari ini, bahkan kejelasan mengenai keseriusannya untuk melamar dirinya.


“Sudah ku duga pasti kau sedang menanti kabar darinya.” Rain terkekeh dan itu membuat pipi Kyara menjadi memerah.


“Ayo kita pulang, ini sudah waktunya jam pulang, bukan?” Ajak Rain kemudian.


“Okey !” Kyara menutup layar laptopnya dan meraih blazernya di gantungan berserta tas jinjingnya. Mereka kemudian keluar ruangan dan gedung perusahaan menuju parkiran mobil.


Beberapa saat kemudian Rain tengah mengemudikan mobilnya, ia dan Kyara hendak menuju mansions. Saat diperjalanan tiba-tiba ada tiga mobil hitam berhenti di depan mobil Rain.


“Ada apa ?” Kyara melihat tiga buah mobil yang menghadang jalan, dimana jalanan itu memang tengah dalam kondisi sepi.


“Tetap disini, dan jangan pernah keluar !” Rain memicingkan matanya saat melihat beberapa orang berpakaian serba hitam keluar dari mobil tersebut. Rain kemudian keluar dari mobilnya dan mendekati beberapa orang itu.


“Kak Rain !” teriak Kyara saat melihat Rain jatuh tersungkur diaspal. Mereka bahkan memukuli Rain tanpa ampun, hingga Kyara tak tahan lagi dan ingin menolong Rain.


Kyara turun dari mobil membawa tongkat baseball yang ada di dalam mobil Rain. Ia melayangkan pukulannya ke salah satu orang yang tengah memukul Rain hingga orang itu jatuh tersungkur.


Bugh


Bugh


Kyara menyerang mereka satu persatu hingga tiba-tiba kepalanya dipukul dari belakang dan membuatnya tak sadarkan diri. Rain dan Kyara dibawa masuk ke dalam mobil hitam itu dan pergi.


...****************...


Agam tiba di depan sebuah mansions mewah dan megah milik keluarga De Costa. Agam pun merasa kagum akan kemegahan mansions De Costa tersebut dan sekaligus merasa minder karena nyatanya kekayaan yang ia punya tak sebanding dengan milik Morgan.


Agam masuk ke dalam mansions De Costa ia disambut oleh kepala pelayan yang ada disana. Ia pun mendudukkan diri di ruang tamu dimana kepala pelayan itu meninggalkan dirinya untuk memanggil sang pemilik mansions, Morgan.


Agam kemudian mengutak-atik layar ponselnya berusaha mengirimkan pesan ke nomor Kyara, namun ternyata pesan yang ia tulis gagal terkirim. Ia kemudian mencoba menghubungi nomor Kyara namun nomor ponsel Kyara tidak aktif.


Saat Agam tengah sibuk dengan layar ponselnya, tiba-tiba datanglah beberapa orang berpakaian serba hitam masuk ke dalam mansions bahkan melewati dirinya. Agam pun mengernyitkan dahinya saat melihat semua orang itu ternyata masing-masing membawa senjata api.


“Ada apa ?”