
Setelah pertemuan diantara mereka, malam harinya mereka sepakat mengadakan makan malam bersama di sebuah resto yang begitu terkenal disana.
Entah mengapa Syeira merasa tidak suka saat melihat Agam begitu perhatian dan manis pada Kyara. Ia merasa jika apa yang dilakukan Agam pada Kyara hanyalah sebuah acting belaka, padahal nyatanya Agam melakukan itu semua dengan tulus karena ia mencintai Kyara.
Tiba-tiba Agam merasa ingin buang air kecil, ia pun izin meninggalkan tempat duduknya. Namun entah mengapa Syeira malah ikut meninggalkan tempat duduknya dengan alasan ingin pergi ke toilet pula.
Kini hanya tinggal Kyara dan Nauder yang duduk di sana. Nauder kemudian membuka percakapan yang membuat Kyara membulatkan kedua matanya.
Nauder……
... ………....
“Apa maksudmu ?” Tanya Agam tak mengerti dengan pertanyaan yang diberikan oleh Syeira padanya.
Ya, pada saat Agam keluar dari toilet, Syeira menarik dirinya untuk berbicara empat mata padanya. “Kau berbohong bukan ? kau melakukan hal manis bersama wanita itu karena ingin memanas-manasiku, dan membalas dendam padaku !” sentak Syeira.
Agam tertawa kala mendengar ucapan yang dilontarkan dari mulut Syeira.
“Ha…ha..Syeira, mungkin dulu aku mencintaimu sangat mencintaimu. Tapi begitu aku tahu kau sudah bahagia bersama Nauder, apakah aku harus terus menerus berselimut kekecewaan karena telah di tinggalkanmu ? tidak bukan ! Aku pun berhak bahagia, dan kebahagiaanku aku dapatkan bersama wanita yang sedang menungguku disana, dia Kyara, istriku !” jawab Agam dengan tegas.
“A…agam..jadi benar kau sudah melupakanku ?” Ucapan Syeira tercekat kala Agam mengatakan hal itu semua tanpa beban dan ia bisa melihat jelas kejujuran dimanik mata Agam.
Agam menganggukkan kepalanya “Bahkan Kyara tahu siapa dirimu, jadi berhentilah Syeira jangan membuatku bingung dengan tingkahmu dan biarlah seperti katamu kita hanyalah sebuah masa lalu yang tidak perlu di toleh lagi kebelakang !”
Agam meninggalkan Syeira yang diam terpaku di tempatnya. Ia tak menyangka jika Agam sudah melupakannya. Ia bersikap demikian bukan karena ia manginginkan Agam kembali ke sisinya. Namun ia hanya ingin memastikan Agam benar-benar baik-baik saja walau tanpa dirinya lagi.
... ……....
Kembali ke Nauder dan Kyara,
“Bukankah mereka sepasang kekasih dimasa lalu, Nona Kyara ?” ucap Nauder sembari memotong steak yang ingin ia makan.
Kyara membulatkan kedua matanya kala Nauder membuka obrolan dan itu mengenai Agam dan Syeira.
“Tu..tuan Nauder..”
Nauder meletakkan garpu dan pisau di atas piring makannya. Ia kemudian mengenggem kedua tangannya sendiri dan menatap Kyara.
Apa yang tidak diketahui oleh Nauder ? Jelas saja Nauder mengetahui semuanya prihal Syeira dan siapa Agam. Seperti apa hubungan istrinya itu dengan Agam di masa lalu.
Meski Syeira tak pernah menjelaskan siapa Agam padanya, namun ia tak sebodoh itu sebagai seorang pria sekaligus suami. Ia bahkan menyuruh seseorang untuk mencari tahu apa hubungan diantara istrinya dan Agam.
Terkejut, tentu saja Nauder tak menyangka jika istrinya pernah berhubungan dengan Agam. Maka dari itu di malam ini ia hanya ingin memastikan semuanya apakah benar hubungan diantara Syeira dan Agam sudah selesai atau belum.
Meski dirinya sudah menikah dengan Syeira dan memiliki anak. Namun yang namanya cerita cinta dimasa lalu pasti akan terus membekas dan tak kan terlupakan meskipun kita sudah bersama dengan yang lain.
Nauder...