
“Aku bukan berada di pihaknya, tapi kau harus ingat dia tumbuh karena kasih sayangmu selama ini, meski pun kau bukan Papa kandungnya. Karena yang bersalah dalam hal ini bukan Kyara, melainkan Ibunya, Joana.”
Mira mengatakan itu karena ia tak ingin hidup menyimpan kebencian. Selama ini ia pun sudah banyak bersabar menjadi istri kedua Arsen secara diam-diam hingga putri mereka tumbuh dewasa.
Sebenarnya Mira tak mempermasalahkan jika Kyara tetap tinggal bersama mereka. Tetapi Arsen sudah terlanjur membenci dan sabar, wajar saja jika dirinya tak menginginkan Kyara terus berada bersamanya.
Lagi pula Arsen harus mengakui dihadapan publik bahwa pewaris dan putri kandungnya adalah Misca. Ia benar-benar merasa kasihan terhadap Mira dan Misca yang selalu dinomor duakan, karena setelah Joana tiada sudah sepantasnya Mira dan Misca berada di tempatnya dan bersamanya.
“Ayo kita kesana.” Jawab Arsen mantap dengan keputusannya. Ia memutuskan untuk melihat Kyara untuk yang terakhir kalinya sebagai bentuk rasa kasih sayangnya yang terakhir kalinya.
Mira tersenyum kemudian memeluk tubuh Arsen ia tak menyangka jika Arsen bisa luluh dan mau melihat Kyara dihari pernikahannya.
... ………...
Kyara dan Kevin menatap satu sama lain dari kejauhan. Kevin tak sekuat itu melihat orang ia cintai duduk bersanding bersama yang lain. Mungkin dulu Kyara merasakan hal yang sama seperti yang ia rasakan.
Hati Kevin begitu sakit, kala memang dirinya dan Kyara benar-benar tidak ditakdirkan untuk bersama. Tadinya Kevin sudah berencana akan menceraikan Renata ketika usia pernikahan mereka berjalan satu tahun. Dan ia pun merencanakan untuk mengajak Kyara menikah, seusai janji mereka dulu.
“Beginikah sakitnya melihat orang yang kita cintai telah bersanding dengan yang lain.”
Agam menoleh ke samping Kyara dilihatnya istrinya itu tengah menatap dari kejauhan, dan ia menangkap sosok mantan kekasih dari istrinya itu.
Kyara kemudian tersadar dan menoleh pada Agam. “Tidak…aku baik-baik saja.” Kyara kemudian kembali melihat Kevin yang ternyata sudah membalikkan tubuhnya meninggalkan tempat acara resepsi pernikahannya.
Tentu saja Kyara merasa sesak kala melihat raut kesedihan di wajah Kevin. Pada akhirnya mereka memang tidak ditakdirkan bersama oleh sang pencipta. Ia berdoa agar Kevin selalu bahagia bersama Renata, istrinya.
“Kevin…” ucap Kyara dalam hati.
Arsen berjalan menuju panggung pelaminan dimana putrinya telah bersanding dengan Agam Josephine. Tentu saja Arsen tahu siapa Agam, karena mereka adalah seorang pebisnis dan ia pernah melihat Agam dalam sebuah acara makan malam yang tergabung dengan para pebisnis.
“Kyara…” ucap Arsen yang membuat Kyara mendongakkan wajahnya, ia membulatkan matanya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, Papa nya datang di hari pernikahannya.
Kyara dan Agam sontak berdiri dari duduknya. Kyara menatap Papa nya seolah ini adalah sebuah mimpi yang tak nyata, benarkah apa yang ia lihat saat ini.
“Pa..papa..” lirih Kyara.
“Selamat atas pernikahan mu, Kyara.” Arsen memeluk tubuh Kyara.
Kyara menangis karena merasa bahagia, pada akhirnya ia bisa melihat Papa nya datang ke acara pernikahannya. Hati seorang anak mana yang tidak merasa bahagia kala orang yang ia sayangi yaitu orang tuanya hadir dan ikut menyaksikan bagaimana dirinya menjadi seorang pengantin.
Kyara memperkuat pelukannya pada Papa nya, rasanya ia tak ingin melepaskannya karena kedatangan Papa nya jauh lebih indah dan bahagia ia rasakan ketimbang pernikahannya dengan Agam.