MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TAK SENGAJA


Renata diam terpaku, mendadak pikirannya menjadi kosong dengan apa yang didengar dari mulut Kevin barusan.


Kevin mencintaiku ? Ia kemudian tersadar dari lamunannya dan berpikir mungkinkah apa yang dikatakan Kevin itu bukanlah sebuah kebohongan ? Sebab ia takut jika harus merasakan kekecewaan yang kesekian kalinya.


Ia takut jika dibohongi lagi oleh Kevin karena menganggap ungkapan hati Kevin barusan hanyalah sebuah sandiwara belaka.


Ia bingung dengan perasaannya sendiri. Padahal dirinyalah yang pada awalnya begitu menyukai Kevin bahkan mencintai Kevin, meskipun ia harus menunggu Kevin agar membuka hati untuknya.


Tapi mengapa setelah ia mendapatkan apa yang ia inginkan, ia merasa seolah tak bahagia. Karena jujur saja ia masih kecewa dan terluka mengingat bagaimana sikap Kevin padanya sebelum ini.


“Renata, kenapa kau diam saja ? Apa kau tidak mencintaiku ?” Tanya Kevin, sebab Kevin merasa aneh ketika Renata tidak memberikan reaksi apapun padanya setelah ia mengungkapkan perasaannya barusan.


Renata bingung dan bimbang. Apa yang harus ia katakan, tapi yang jelas Renata belum bisa membalasnya karena ia masih berperang dengan egonya.


“Aku perlu waktu !”


... ……….....


Pagi harinya Agam berpamitan dengan Kyara dan kedua orang tuanya untuk pergi ke luar kota bersama Nathan.


Ya, setelah mendapatkan pelayanan yang luar biasa dari Kyara. Agam seolah menjadi tunduk pada Kyara.


Setelah Agam pergi, Kyara langsung diajak oleh Kaylin untuk menghabiskan waktu bersama.


“Kalian mau kemana ?” Tanya Josephine saat melihat Kaylin telah menenteng tas begitu pula dengan Kyara.


Josephine hanya menganggukan kepalanya tanda ia mengerti jika istrinya itu ingin memanjakan diri, ia pun mengizinkan mereka pergi.


Beberapa jam kemudian Kaylin dan Kyara sedang menikmati pijatan ditubuh mereka. Kyara begitu menikmati pijatan pegawai spa tersebut. Karena jujur saja setelah memberikan pelayanan pada Agam, tubuhnya sangatlah lelah dan pegal.


“Apa kau tidak mengucapkan terima kasih pada Mama, Kyara.” Ucap Kaylin pelan sambil menikmati pijatan yang dilakukan oleh pegawai spa tersebut.


“Ah, iya. Aku sampai lupa, terimakasih, Mama.” Jawab Kyara ia kemudian tersenyum ke arah Ibu mertuanya itu.


“Lain kali jika kau sudah dikamar, kunci pintu kamar !” ucap Kaylin lagi dengan santainya.


Kyara mengernyitkan dahinya saat Ibu mertuanya itu membicarakan prihal pintu kamar. Ia kemudian teringat jika semalam ia memang lupa mengunci pintu. Karena ia sudah biasa di apartemen tidak mengunci pintu kamar, sebab di apartemen saat malam hari hanya ada dirinya dan Agam. Dua orang pelayan yang bekerja di apartemennya itu sudah pulang. Sebab Agam yang meminta mereka bekerja hanya sampai sore hari saja.


“Mama…” suara Kyara tercekat kala memikirkan mungkinkah Ibu mertuanya itu masuk ke dalam kamarnya semalam ?


“Iya, Mama tidak sengaja melihatnya !” ucap Kaylin mengecilkan suaranya. “Mama minta maaf, karena tidak mengetuk pintu saat masuk ke kamar kalian !” sambung Kaylin lagi.


Kyara menelan kasar silvanya, ia tak menyangka jika Ibu mertuanya tanpa sengaja melihat apa yang ia lakukan pada Agam semalam di kamar. Malu tentu saja, ia begitu malu !


“Tak perlu merasa malu, dan tak enak hati pada Mama. Karena Mama jauh lebih berpengalaman darimu.” Ucap Kaylin lagi sambil tertawa kecil agar Kyara tidak perlu malu padanya.


“Astaga…” ucap Kyara dalam hati.


... ………....