MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TIDAK TERKONTROL


Terjadilah aksi perebutan korek api diantara Kyara dan Agam. Kyara terus berusaha merebut korek api ditangan Agam sedangkan Agam memperkuat kepalan tangannya agar korek api ditangannya tidak bisa diambil oleh Kyara.


“Kau benar-benar wanita yang sangat menyusahkan !” gerutu Agam ia mendorong tubuh Kyara hingga terlentang di kursi sofa.


“Aahh…panas sekali.” Kyara seolah merasa tubuhnya panas, karena pengaruh minuman alkohol yang ia habiskan sebanyak tiga botol.


Agam berencana meninggal Kyara di kamar hotel sendirian, namun langkahnya terhenti saat Kyara menarik tangannya hingga tubuhnya terjatuh di atas tubuh Kyara.


Wajah mereka saling bertemu, debaran di jantung Agam kala menatap manik mata Kyara kembali muncul kembali. Entah mengapa ia terus merasakan hal itu saat dirinya tengah menatap Kyara lekat-lekat.


“Jangan pergi ku mohon…” lirih Kyara saat ia menatap wajah Agam sedetik kemudian Kyara mencium bibir Agam hingga Agam membulatkan kedua matanya.


Agam berusaha menghindar namun Kyara menahan tengkuknya memperdalam ciumannya. Agam tentu saja laki-laki normal yang tidak bisa menahan hasrat jika berada di posisi yang begitu intim dengan seorang wanita. Agam membalas ciuman Kyara, bahkan tangan Kyara tanpa sadar dengan nakal meraba belakang telinga Agam dan dada bidang Agam.


“Kau menginginkannya ?” ucap Agam kala pangutan bibir mereka terlepas.


Tanpa menjawab pertanyaan Agam, Kyara kembali mencium bibir Agam seolah ia memberikan jawaban iya pada Agam. Agam yang menganggap itu sebagai bentuk balasan, ia dengan senang hati akan mengabulkan permintaan Kyara.


Hingga terjadilah pergulatan panas diantara keduanya. Agam membelalakkan kedua matanya kala miliknya hendak masuk ke dalam milik Kyara, namun milik Kyara mengeluarkan darah.


Agam mengusap kasar wajahnya mendadak kepalanya berdenyut nyeri karena miliknya yang sudah berdiri tegak tidak bisa masuk ke dalam sarangnya.


“Astaga !” Agam mengusap kasar wajahnya kemudian meninggalkan Kyara masuk ke dalam kamar mandi yang entah sejak kapan sudah tertidur pulas.


Agam berusaha mendinginkan tubuhnya dibawah pancuran air, ia kembali sadar dengan dirinya dan perbuatannya berusan. Mengapa ia sampai tergoda dengan Kyara, dan miliknya tak dapat dikondisikan. Padahal ia sangat jengkel dan kesal pada Kyara, ia seharusnya memberikan perhitungan pada Kyara, bukan malah tergoda dengan ajakan Kyara.


“Oh sial !” Agam memukul tembok dengan tangannya, rasanya baru saja ia telah menjatuhkan harga dirinya karena hampir saja menyentuh Kyara.


... ………...


Pagi harinya Kyara terbangun dari tidurnya, ia mengerjapkan kedua matanya. Sedetik kemudian ia tersadar jika dirinya berada ditempat yang begitu asing baginya. Apalagi ia merasakan jika tubuhnya di dalam balutan selimut tidak memakai pakaian sama sekali.


Kyara berteriak histeris, ia begitu takut dengan apa yang telah menimpa dirinya semalam. Ia menangis kencang, mengapa hal ini bisa terjadi padanya. Dan bodohnya ia bahkan sama sekali tak mengingat kejadian yang menimpa dirinya.


“Apa aku diperkosa ? Hah…mengapa nasibku malang sekali, hiks hiks hiks” Kyara menangis histeris kala menduga dirinya telah diperkosa oleh seseorang yang tak ia ketahui. Kyara merutuki kebodohannya sendiri karena berani mabuk tanpa ada orang yang menemani dirinya.


... ……. ...