MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TEMAN KERJA YANG KEPO


“Baik Tuan !” jawab Kyara setelah mendengarkan pernyataan Agam padanya, sedangkan Agam masih memandang lekat-lekat wajah cantik dan mata indah milik Kyara yang mampu membuatnya terpesona.


Kyara yang merasa dirinya terus di tatap oleh Bos nya tersebut, ia kemudian mencoba membuyarkan lamunan Bos nya terhadapnya. “Apa ada yang salah dengan saya, tuan ?” Tanya Kyara.


Agam kemudian tersadar karena telah memandangi wajah Kyara ia kemudian mengalihkan pandangannya kembali kea rah Mac Book miliknya dan mengambil dokumen yang diberikan oleh Kyara untuknya.


“Keluar dari ruanganku !” titah Agam dengan tegas, ia kembali lagi dalam mode pria dingin seperti kukas dua pintu nan arogan.


Kyara kemudian membalikkan tubuhnya dan meninggalkan ruangan Agam. Saat ia telah keluar dari ruangan Agam betapa terkejutnya ia kala kembali melihat Fira dan kedua temannya yang tengah menunggu dirinya di depan pintu lift.


Kyara menjadi aneh dengan Fira dan para teman-temannya, ia berpikir apakah mereka tidak memiliki pekerjaan selain menguntit dan ingin tahu prihal dirinya yang menjadi seorang skretaris pribadi tuan Agam.


“Bagaimana kesannya berjumpa dengan tuan Agam ?” Tanya salah satu teman Fira saat mereka tengah berada di dalam lift.


“Apa kalian tidak punya pekerjaan ? ini jam kantor, bisa-bisanya kalian mengajakku menggosip seperti kalian !” sarkas Kyara ia menjadi mual kala harus terus berhadapan dengan Fira dan kedua teman-temannya.


Fira kemudian menyodorkan jam tangannya di hadapan Kyara yang menunjukkan jam istirahat. “Ini jam istirahat, santai saja !” ucap Fira dengan santainya.


Kyara menghela nafasnya dengan kasar lama-lama ia bisa gila karena memiliki teman sekantor yang aneh seperti Fira dan kedua teman-temannya.


“Kami hanya ingin mengajakmu berteman, apa salahnya !” Fira membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Kyara.


Kyara memejamkan kedua matanya mungkin lebih baik ia berteman saja dengan Fira dan kedua teman-temannya karena jika ia menolak, Fira pasti akan terus mengganggu dirinya. “Baiklah.” balas Kyara pasrah, sedangkan Fira dan kedua teman-temannya tersenyum senang.


Saat Kyara sedang menyantap makan siang bersama Fira dan kedua temannya. Tiba-tiba ponsel Kyara berdering dari balik saku blazer yang ia kenakan. Kyara mengeluarkan ponselnya membaca nomor siapa yang tengah menghubunginya, karena ia tak mengenal nomor tersebut.


“Kenapa tidak di angkat ?” Tanya Fira melihat Kyara meletakkan begitu saja ponselnya di atas meja sedangkan Kyara kembali memakan makanannya.


“Aku tidak mengenal nomor itu !” jawab Kyara apa adanya.


Kerena kesal ponsel Kyara terus berdering, Kyara kemudian mengangkat panggilan itu dan memaki orang yang tengah menelpon dirinya yang sedang asyik mengunyah makanannya.


“Hallo ! siapa ini !”


“Berani sekali kau membentak ku, dan membuatku menunggu jawaban dari panggilanku !” ucap seorang lelaki di seberang sana yang ternyata adalah Agam lah yang menelpon Kyara.


Kyara membulatkan kedua matanya kala tahu siapa yang menelpon dirinya, karena ia paham suara siapa orang itu, Kyara refleks berdiri dari duduknya hingga membuat Fira dan kedua teman-temannya terkejut.


“Ma..maaf Tuan, saya tidak tahu kalau ini nomor ponsel anda !” Kyara menelan kasar silvanya, ini benar-benar takut jika Bos nya itu sampai marah kepadanya.


“Datang ke ruangan ku sekarang, jika kau terlambat dalam lima menit saja, maka kau akan ku pecat !” titah Agam kemudian mematikan ponselnya secara sepihak.


Kyara kemudian dengan cepat meninggalkan Fira dan teman-temannya, ia bahkan berlari menuju lift, untuk menemui Bos dingin nan arogan siapa lagi kalau bukan Agam Josephine.