MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
PERMINTAAN


Kyara bangkit dari tidurnya ia kemudian menatap Agam. Jika orang tuanya tidak merestui hubungan Agam dan Syeira karena perbedaan status sosial mereka, lantas bagaimana dengannya ? Bukankah dirinya lebih buruk, tak punya orang tua bahkan harta yang dibanggakan.


“Ada apa ?” Tanya Agam dengan lembut, ia melihat perubahan diwajah Kyara.


“Jika orang tuamu tak menerima Syeira, lantas bagaimana denganku ? apa orang tuamu terpaksa menerimaku ?” ucap Kyara dengan menatap mata Agam.


Agam menghela nafasnya, pertanyaan semacam ini pasti akan keluar dari mulut Kyara. “Suka atau tidak, mereka harus menerimamu. Karena mereka tak berhak lagi melarangku, aku tidak ingin menjadi Agam yang dulu yang selalu di doktrin oleh kedua orang tuaku.”


“Jika aku terus menjadi Agam yang penurut dan selalu mengalah mungkin aku sudah menikah dengan Sarah si wanita ular itu.!” Jawab Agam panjang lebar.


Mau tahu bagaimana kerasnya orang tua Agam mendidiknya ? Selama hidup Agam orang tuanya selalu mengatur-atur Agam bahkan sampai urusan percintaannya bersama Syeira pun mereka tak merestuinya.


Kedua orang tua Agam adalah tipe orang tua yang selalu melihat calon menantu mereka berdasarkan bibit bebet dan bobotnya bahkan status sosial yang menjadi kunci utamanya. Sebab mereka merasa berasal dari keluarga terpandang dan kaya raya.


Semenjak Syeira pergi dari hidup Agam. Hubungan diantara dia dan kedua orang tuanya tidak pernah baik-baik saja. Bahkan Agam merasa jengah kala orang tuanya memaksa dirinya untuk menikah dengan Sarah. Agam menjadi jarang pulang ke rumah orang tuanya dan bersikap dingin bahkan arrogant.


Tapi patut ia syukuri semenjak bertemu dengan Kyara untuk pertama kalinya, sebenarnya ia sudah jatuh hati pada Kyara. Hanya saja dirinya tidak menyadari itu.


Bayangan wajah Kyara seolah tak lepas olehnya dan itu membuat Agam menjadi bingung sendiri. Mengapa ia tak bisa lepas dari baying wajah Kyara ?


Namun pada saat dirinya sudah menyadari betapa ia jatuh hati pada Kyara, ternyata Kyara memang ditakdirkan oleh Tuhan untuknya meski melalui caranya yang sedikit memaksa. Ia begitu bersyukur dan bahagia karena Kyara dapat merubah dirinya menjadi pribadi yang baik.


“Itulah mengapa aku tidak mau kau bertemu dengan kedua orang tuaku, meski kita sudah menikah. Karena aku tak ingin mereka menyakitimu. Dan aku tidak akan tinggal diam jika mereka sampai melukai perasaanmu, Sayang.” Agam menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Kyara.


Selama menjadi istri Agam, Kyara memang sama sekali tidak bertemu dengan orang tua Agam. Karena Agam melarang dirinya untuk sekadar mengunjungi mertuanya itu. Kyara baru tahu ternyata Agam melakukan itu untuk melindunginya dan menjaga perasaannya.


“Tapi, aku ingin sekali bertemu dengan mereka. Setidaknya mengunjungi mereka sekali saja, biar bagaimana pun aku adalah istrimu ? Ingatlah, kau mungkin telah menikah, namun surgamu masih dibawah telapak kakinya, yaitu Mama mu” Kyara mencoba memberikan penjelasan pada Agam.


Lagi pula Kyara juga tak ingin terus-menerus memiliki hubungan yang buruk seperti ini dengan mertuanya. Karena baginya mertuanya ia anggap sama seperti orang tuanya sendiri.


“bolehkah..?”


... ....... ...


Gaes.. bantu like dan koment yang banyak dong.. biar author semakin semangat nulisnya... 😆😘😍