MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
PENYELAMAT


“Tanda tangani atau ku ledakkan kepalamu sekarang juga.” Ancam Justin pada Kyara yang membuat Kyara semakin ketakutan.


“Ap..apa ini ?” Kyara menanyakan isi berkas yang Justin berikan padanya untuk ia tanda tangani.


“Pengalihan harta dan perusahaan !” jawab Justin dengan suara beratnya.


Kyara membulatkan matanya, jelas saja ia tak mau menandatangani berkas itu. Sebab perusahaan yang menjadi miliknya saat ini adalah berkat kerja keras Daddy nya, ia tidak mungkin memberikannya pada Justin orang yang benar-benar jahat.


“Tidak…aku tidak mau, aku tidak mau memberikannya pada orang jahat seperti mu !” ucap Kyara dengan suara bergetar.


“Aahh…” rambut Kyara ditarik kebelakang oleh Justin dan itu membuat Kyara kesakitan.


“Kau membuang-buang waktu ku !”


Plak


Justin kembali menampar wajah Kyara hingga darah segar kembali keluar dari sudut bibir Kyara.


“Aaaa”


Justin kemudian memundurkan langkah kakinya, ia sudah tidak sabar lagi menghadapi Kyara yang terus saja menolak dan meronta padanya. Justin mengarahkan pistolnya kea rah Kyara tepat dijantungnya. Saat ia hendak menarik pelatuknya tiba-tiba satu persatu anak buahnya tumbang karena terserang tembakan.


Dor


Dor


Dor


Justin menoleh ke kanan dan kiri anak buahnya yang sudah jatuh bersimbah darah, kemudian ia memerintahkan seluruh anak buahnya untuk mempertahankan diri dan juga melindungi dirinya.


“Bastard !” maki Justin, ia tahu pasti Morgan sudah menemukan keberadaannya.


Anak buah Justin dan Morgan saling baku tembak satu sama lain, begitu pun Justin ia ikut menembakkan senjatanya ke arah anak buah Morgan.


Justin kemudian dengan cepat melepaskan ikatan di tubuh Kyara dan menyandranya dengan menodongkan pistolnya di samping kepala Kyara.


Tiba-tiba masuklah dua orang pria yang sangat Kyara kenali, siapa lagi kalau bukan Morgan dan Agam. Tatapan Kyara begitu mengharu biru karena dua orang pria yang ia cintai datang menyelamatkan dirinya.


“Rain..!” Morgan melihat putranya yang sudah terkapar bersimbah darah dan ia meneteskan air matanya.


“Bagaimana hadiah dariku, apa kau menyukainya ?” Justin tertawa saat melihat raut kesedihan Morgan yang menatap Rain mungkin sudah tak lagi bernyawa.


“Bajingan kau !” Amarah dalam diri Morgan berkobar dengan hebat, ranganya mengeras dan melemparkan tatapan tajam nan membunuh pada Justin.


Morgan mengarahkan pistolnya ke arah Justin begitu pun Agam ia sudah siap dengan pistolnya untuk menembak kepala Justin.


“Kalian mau menembak aku, silahkan, setidaknya aku tidak mati sendirian. Karena putrimu yang cantik ini juga akan mati bersamaku !” ucap Justin dengan santainya dan seringai diwajahnya.


“Lepaskan Kyara, berengsek !” Agam begitu geram saat Justin terus mengancam apalagi Agam tahu pasti Kyara begitu ketakutan berada ditangan Justin.


“Hahaha…sepertinya akan lebih menarik jika kita mati berjamaah !” tawa Justin menyadarkan Morgan dan Agam saat tahu jika dibelakang mereka sudah ada anak buah Justin yang siap menembak mereka dari belakang.


“Hiks…hiks…Daddy…Agam…” Kyara semakin takut saat melihat dua anak buah Justin sudah siap dengan pistol mereka masing-masing bersiap untuk menembakkan ke tubuh Agam dan Morgan.


“Seharusnya aku tidak memberimu kesempatan untuk hidup, harusnya dulu aku membunuhmu saat itu juga !” ucap Morgan dengan tegas, ia menyesal mengapa dulu tak menghabisi Justin dan membiarkan Justin hidup walaupun menderita.


“Banyak bicara kau ! Selamat bertemu di alam baka !” sentak Justin ia menarik pelatuknya dan tiba-tiba…


Dor