
Kyara dan Rain menyeret koper mereka masing-masing saat memasuki lobby apartemen. Rain memutuskan untuk membeli apartemen untuk mereka tinggali sementara waktu tinggal di Indonesia. Karena mungkin mereka akan tinggal di Indonesia kurang lebih selama tiga bulan.
Begitu mereka tiba di unit apertemen, Kyara dan Rain masuk ke dalam dan Kyara merebahkan diri di kursi sofa ruang tamu. Sedangkan Rain masuk ke dalam kamarnya.
Setelah Rain memasukkan koper ke dalam kamarnya ia pun keluar dari kamarnya dan duduk di sebelah Kyara yang tengah merebahkan diri di sofa.
“Apa kau tidak lapar ?” tanya Rain melihat Kyara yang masih betah rebahan.
“Aku ingin makanan rumahan !” Kyara bangun dari tidurnya.
“Kalau begitu ayo kita berbelanja !” ajak Rain dengan bersemangat karena ia pun rindu masakan rumahan, sebab ia tahu Kyara sangat pintar memasak.
“Aku mandi dulu !” Kyara meninggalkan Rain masuk ke dalam kamarnya. Sedangnya Rain menarik sudut bibirnya membentuk senyuman.
Beberapa saat kemudian Rain dan Kyara sedang berada disupermarket mereka tengah berbelanja memilih berbagai jenis sayuran, lauk dan buah-buahan.
Beberapa orang merasa kagum melihat Kyara dan Rain yang seperti sepasang suami istri yang tengah kompak berbelanja bersama.
“Astaga, ternyata pangeran tampan itu memang ada.” Puji salah satu pengunjung supermarket pada rekannya sambil melihat Rain dari kejauhan.
“Percuma tampan jika sudah punya istri !” sahut salah satu pengunjung lainnya yang sibuk memilih-milih sayuran dihadapannya tanpa menoleh ke arah pengunjung lain di sampingnya.
“Nyonya, lihat ada pangeran turun dari kayangan !” Suminah adalah salah satu pelayan dimansions Josephine. Dia saat ini tengah bersama dengan Kaylin berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dimansions selama satu minggu sekali.
“Apa peduliku, suami ku lebih tampan dari pria yang kau lihat itu ! Lebih baik kau fokus pilihkan jagung yang bagus !” balas Kaylin tidak memperdulikan siapa pria yang Suminah lihat.
“Baik, Nyonya !” Suminah pun langsung memilih jagung dihadapannya.
“Aku ingin membuat sup jagung !” ucap Kyara pada Rain
Kaylin tahu benar siapa pemilik suara itu, ia kemudian menoleh ke arah sumber suara. Betapa terkejutnya ia, saat tahu siapa orang yang ia lihat. Ya, dia adalah Kyara mantan menantu kesayangannya.
“Kyara…” ucap Kaylin dan itu membuat Kyara menoleh ke arah orang yang memanggil dirinya.
“Mama !” mata Kyara berkaca-kaca ia tentu saja merindukan mantan ibu mertua nya itu.
Kyara dan Kaylin kemudian saling memeluk satu sama lain, seolah menyalurkan rindu lewat sebuah pelukan.
“Mama rindu sekali padamu.” Kaylin menghapus sudut matanya yang sudah membasah. Jujur saja ia sangat merindukan Kyara, hanya Kyara yang mengerti dirinya. Namun nyatanya Agam dan Kyara harus bercerai, ia seolah tak lagi memiliki teman dan tempat untuk bercerita banyak hal.
“Aku juga merindukan Mama, apa kabar Mama ?” balas Kyara dengan suara lembut dan memegang tangan Kaylin.
“Kabar Mama sangat buruk !” jawab Kaylin apa adanya, karena memang benar jika dibandingkan antara Sarah dan Kyara, jelas saja Kaylin lebih memilih Kyara sebagai menantunya. Ia selalu merasa dongkol dengan sikap dan perbuatan Sarah yang selalu membuatnya pusing.
“Kenapa Ma ? Bukan kah Mama sudah bahagia menjadi seorang Nenek ? Mengapa Mama sedih ?” tanya Kyara ia merasa iba pada mantan ibu mertuanya tersebut.
“Setelah kau pergi dari sisi Agam, kehidupan keluarga Josephine begitu kacau, terutama Amara.” Lirih Kyalin
“Amara ?” tanya Kyara.
Kaylin menganggukkan kepalanya “Ya, dia adalah putri Agam dan Sarah, apa kau tahu Sarah telah meninggal karena kesalahan dan keegoisannya.” Jawab Kaylin kemudian ia menghapus sudut matanya yang berair kembali.
“Apa ?”
Kyara….