
...“Tuhan memiliki cara tersendiri untuk menunjukkan kekuasaan-Nya. Yang tertindas akan merasakan kebahagiaan berlipat ganda, sedang yang buruk hatinya akan mendapatkan balasan amat pedih dari-Nya.”...
Kyara menatap pria yang berumur 52 tahun yang masih tampan dan gagah diusianya. Pria itu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca seakan air mata itu akan tumpah dari tempatnya.
“Joana…” lirih pria paruh baya tersebut pada Kyara. Dan itu membuat Kyara mengernyitkan dahinya saat pria itu mengucapkan nama Joana, Mama nya.
Satu bulan lalu…
Suara tembakan yang menembus dada Kyara membuat dirinya hilang kesadaran. Pria yang sudah menembaknya itu tertawa lepas dan akan menembakkan lagi senjatanya ke arah pria di samping Kyara.
Namun hal itu tak dapat dilakukan olehnya, karena tiba-tiba ada peluru menembus kepalanya. Pria itu jatuh terkapar dan meningal ditempat kejadian.
Beberapa orang segera datang menolong Kyara dan pria yang Kyara selamatkan. Begitu banyak upaya dan perjuangan yang dilakukan para tim dokter dalam menyelamatkan nyawa Kyara. Apalagi Kyara begitu banyak membutuhkan transfusi darah.
“Siapa wanita yang telah menyelamatkan putraku ?” Tanya pria paruh baya itu pada anak buahnya.
“Kami sedang mencari tahu identitasnya, Tuan !” jawab anak buah nya pada pria tersebut.
“Semoga dia selamat !” ucap pria paruh baya itu sambil menatap pemandangan dari jendela kamarnya.
Dua hari kemudian, Pria paruh baya itu membaca identitas Kyara dan membuatnya terkejut bukan main. Apalagi mengetahui siapa nama kedua orang tua Kyara. Dan kisah hidup Kyara.
“Tidak mungkin !”
... ……....
“Siapa anda ?” Tanya Kyara menatap aneh pada pria paruh baya dihadapannya kini.
Apa lagi pria itu menangis memeluk dirinya. Namun sedetik kemudian tubuh Kyara menegang saat pria itu mengucapkan kata-kata yang mampu membuat detak jantungnya berdebar kencang.
“Aku Ayah mu, Ayah mu !”
Deg
Ya, dia adalah Morgan De Costa Ayah kandung Kyara !
Kyara melepaskan pelukannya pada Morgan. Ia menatap Morgan yang sudah berderai air mata itu. Benarkah dengan apa yang ia dengar dari mulutnya, bahwa dirinya adalah Ayah nya, Ayah biologisnya ?
Kyara tak mempercayai hal itu begitu saja, ia menggelengkan kepalanya, ia masih tak mengerti dan bisa menerima jika ia benar-benar bertemu dengan Ayah kandungnya.
Sebab ia tak pernah memikirkan hal sejauh itu untuk bisa bertemu dengan Ayah kandungnya. Ternyata Tuhan malah mempersiapkannya dan memberikannya kesempatan untuk bertemu dan mengetahui siapa Ayah kandungnya.
“Tidak..ini tidak mungkin ! Atas dasar apa anda mengklaim jika aku adalah putri mu ?” Tanya Kyara memastikan pada Morgan, karena ia masih tak percaya jika Morgan adalah Ayah kandungnya.
Morgan kemudian memberikan kode pada asisstennya dengan jari tangannya. Ia kemudian memberikan Kyara surat hasil tes DNA jika Kyara adalah benar-benar putri kandungnya.
Kyara membaca itu, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat dan baca. Begitu pun dengan Morgan sebelumnya setelah membaca hasil tes DNA dirinya dan Kyara yang ternyata benar-benar mereka adalah Ayah dan Anak.
Morgan tak menyangka jika kejadian satu malam bersama Joana 22 tahun lalu menghasikan benih yang tumbuh dalam rahim Joana. Ia pun bahkan tak mengetahui jika Joana mengandung anaknya, sebab ia melihat kehidupan rumah tangga Joana begitu bahagia bersama Arsen dan itu membuat Morgan tak ingin merusak kebahagiaan Joana.
Kyara…