
Lima tahun lalu Syeira memutuskan untuk meninggalkan Agam tanpa pamit. Syeira adalah anak seorang pembantu di mansions Josephine. Dulu Agam jatuh hati pada Syeira dan mereka berpacaran tanpa sepengetahuan kedua orang tua Agam.
Hubungan mereka awalnya baik-baik saja, namun suatu ketika hubungan mereka diketahui oleh Josephine. Josephine pada waktu itu tidak terima jika Agam yang akan menjadi pewarisnya memiliki hubungan dengan anak seorang pembantu.
Itulah mengapa hubungan mereka terhalang oleh restu kedua orang tua Agam. Berulang kali Agam mencoba meyakinkan kedua orang tuanya untuk menerima Syeira, hingga akhirnya Syeira yang mengalah dan memutuskan untuk pergi jauh dari Agam.
Syeira pergi meninggalkan Agam pada saat beberapa hari Ibu nya meninggal dunia. Pada waktu itu Ibu Syiera terkena serangan jantung karena mendapatkan kabar jika Syeira menjalin hubungan dengan anak majikannya, Agam.
Syeira kemudian bertemu dengan laki-laki yang berasal dari Thailand yang bernama Nauder, lalu memutuskan untuk menerima pinangan Nauder menjadi istrinya.
Ya, status Syeira saat ini adalah sudah menjadi istri orang. Itulah mengapa Syeira tahu diri ketika kembali bertemu dengan Agam. Karena baginya Agam hanyalah masa lalunya. Dan ia tak ingin kembali teringat ataupun berhubungan lagi dengan Agam.
Derap langkah gagah seorang pria yang memakai setelan jas menghampiri Agam dan Syeira. Pria itu adalah Nauder. Agam menoleh ke arah suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.
“Kau disini, baby ?” sapa Nauder dengan melemparkan senyumannya. Ia berjalan mendekat ke samping Syeira.
“Apa kau tuan Agam ? Perkenalkan, aku Nauder suami Syeira !” Nauder menyodorkan tangannya pada Agam. Sedangkan Agam jangan ditanya lagi betapa terkejutnya ia mendengar pernyataan Nauder, adalah suami Syeira.
Syeira menoleh ke arah lain ia mencoba menutupi perasaannya saat ini, jujur saja ia memikirkan perasaan Agam. Agam pasti terluka mendengar ucapan suaminya.
Agam diam terpaku mendengarnya, ia kemudian menatap nanar Syeira yang menoleh ke arah lain.
...“Ternyata benar, tidak ada satupun manusia yang bisa melawan takdir Tuhan. Jika memang dia ditakdirkan untukmu meski beribu cobaan pun, ia pasti akan menjadi milikmu.”...
...……………...
‘Menikah..dan memiliki anak’
Agam manarik sudut bibirnya ia kemudian tertawa sendiri hingga membuat Nathan bergedik ngeri karena Agam tiba-tiba tertawa sendiri.
“Apa dia sudah gila ?” ucap Nathan membatin dalam dirinya.
Beberapa jam setelah pesawat tiba di bandara, Agam tak kunjung pulang ke apartemen ia pergi ke sebuah club padahal hari sudah menunjukkan pukul satu malam.
“Tuan, apa tidak sebaiknya kita pulang saja, dan beristirahat.” Tawar Nathan karena sejatinya ia pun sudah lelah. Betapa tidak, seharusnya mereka pulang besok pagi namun tiba-tiba saja Agam membatalkannya dan pulang malam hari.
“Kau berani mengaturku !” balas Agam dengan tatapan tajamnya hingga Nathan menundukkan wajahnya karena takut.
Agam memesan satu botol minuman beralkohol, ia bahkan menghabiskannya. Nathan yang menyaksikan itu hanya bisa meneguk kasar ludahnya karena ia sendiri pun tak berani meminum minuman haram semacam itu.
“Ambilkan aku satu botol lagi.” Ucap Agam dengan suara beratnya.
Nathan membulatkan matanya ia tak menyangka jika Agam ingin kembali minum. “Ta..tapi Tuan..”
“Ambilkan sekarang !” bentak Agam pada Nathan yang membuat Nathan ketakutan dan pergi meninggalkan Agam dan mengambil satu botol lagi pada seorang barista.
“Berengsek..kau Syeira !” maki Agam dengan suara beratnya dalam keadaan setengah mabuk.
...……...