
“Banyak bicara kau ! Selamat bertemu di alam baka !” sentak Justin ia menarik pelatuknya dan tiba-tiba…
Dor
Dor
Justin membulatkan kedua matanya saat dua anak buahnya tumbang karena tembakan yang tak tahu dari mana asalnya.
Saat Justin lengah Agam menarik pelatuknya dan menembakkan tepat di tangan Justin hingga pistol yang Justin pegang terlepas dari tangannya.
“Aaaaa” Justin merintih kesakitan saat peluru menembus di tangannya.
Kyara kemudian dengan cepat berlari ke arah Agam. Sedangkan Morgan mendekat ke arah Rain mencoba menyadarkan Rain.
Saat Kyara hampir sampai pada Agam, Agam membulatkan matanya saat Justin mengambil pistolnya dan menembakkan ke arah Kyara. Dengan cepat Agam meraih tubuh Kyara dan melindunginya hingga Agam yang terkena tembakan dari Justin.
Dor
Dan bersamaan dengan itu Morgan menembakkan senjatanya pada Justin tepat di kepalanya hingga Justin jatuh terkapar dan mati saat itu juga.
Dor
Kyara menghembuskan nafasnya saat memeluk tubuh Agam. Mata Kyara berkaca-kaca dan bibirnya bergetar saat ingin mengelurkan sepatah kata pada Agam. Agam tersenyum pada Kyara dan tiba-tiba mulutnya mengeluarkan darah saat tahu tubuhnya terkena tembakan dari Justin karena menyelamatkan Kyara.
“A..agam..” suara Kyara tercekat ia meneteskan air matanya saat Agam tahu Agam terkena tembakan dari Justin. Morgan kemudian menghampiri Agam yang sudah terjatuh dalam pelukan Kyara.
Ia tak menyangka Agam rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan putrinya.
“Tu..tuan Mor..gan..Ak..ku ingin melamar putrimu menjadi istriku lagi.” Ucap Agam dengan terbata-bata pada Morgan bahkan mulutnya kembali memuntahkan darah.
Kyara menangis melihat betapa besarnya rasa cinta Agam untuknya. Andai dirinya tak mempersulit Agam, mungkin Agam tidak akan mengalami kejadian seperti ini.
“Dasar pria bodoh, sudah seperti ini kau masih sempatnya melamar putriku ! Tentu saja aku menerima mu sebagai menantuku !” jawab Morgan ia merasa kesal sekaligus khawatir dengan kondisi Agam yang sudah diambang kematian.
“Tidak…!”
Beberapa anak buah Morgan baru saja tiba mereka membawa Rain dan Agam keluar mansions Justin untuk dibawa ke rumah sakit milik keluarga De Costa.
“Astaga…seharusnya aku membunuh pria tua itu dulu, hah..Putraku !” teriak Kate ia datang dengan membawa pistol di tangannya. Dan itu membuat Morgan terkejut dengan kehadiran Kate.
“Kate..” lirih Morgan ia tak menyangka jika tembakan yang tak tahu dari mana asalnya tadi adalah ulah Kate.
“Apa yang terjadi dengan Rain ?” Kate menangis saat melihat tubuh Rain dibawa masuk ke dalam mobil dan menuju rumah sakit.
“Tenangkan dirimu !” Morgan memeluk tubuh istrinya, ia tahu pasti Kate begitu syok karena Rain dalam kondisi mengenaskan dan tak sadarkan diri.
...****************...
Kate, Morgan dan Kyara mereka bertiga sedang menunggu diluar ruang operasi dimana Rain dan Agam tengah ditangani oleh tim dokter untuk menyelamatkan nyawa mereka.
Kyara menatap pintu ruang operasi itu dengan perasaan bekecamuk dalam hatinya. Ia takut jika terjadi sesuatu pada Agam apalagi membayangkan Agam tak lagi bernyawa, tidak ! ia tak sekuat itu menerima sebuah kenyataan pahit nan memilukan tersebut.
“Apa Agam selamat Dad ? Aku sangat mencintainya, Daddy.” Kyara menangis dan Morgan memeluk tubuh putrinya itu, ia tahu Kyara begitu rapuh.
“Agam pasti baik-baik saja.” Morgan memeluk erat Kyara menenangkan Kyara agar kuat dan tegar dengan apa yang telah terjadi pada Agam.
Lain hal dengan Kate wanita itu benar-benar syok dengan apa yang terima karena untuk kedua kalinya Rain berada di ujung kematian. Ia benar-benar membenci Justin bahkan keturunannya. Kate terus menangis dan berdoa agar Rain selamat.
“Apa Rain baik-baik saja, Dad ? Aku berjanji tidak akan mengomelinya lagi untuk menikah jika dia selamat.” Kate menangis dalam pelukan Morgan.
Morgan memeluk anak dan istrinya, saat ini tak ada hal yang bisa Morgan lakukan selain memberikan kekuatan untuk anak dan istrinya, menjadi sandaran terkuat disaat mereka rapuh.
...****************...
Komen yang banyak…entar malem aku up lagi gaes… 😆😆