
Keesokan harinya, Kevin dan Renata kini sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Mereka telah melakukan ijab kobul dan malam ini adalah malam pesta resepsi pernikahan mereka yang telah dipersiapkan oleh kedua orang tua mereka.
Renata merupakan wanita keturunan turki putri tunggal pemilik perusahaan Al Jaber Corp yang bergerak di bidang tambang minyak bumi. Perusahaan Al Jaber berpusat di Uni Emiret Arab. Tentu saja Dion kakak kandung Kevin sangat menyetujui pernikahan bisnis tersebut, karena dengan begitu Tuan Bisma bisa menolong perusahaan yang telah dibangun oleh Adam tidak gulung tikar.
Renata sangat senang karena memiliki seorang suami yang tampan seperti Kevin. Karena Kevin adalah tipe pria idamannya, tampan, pintar, baik dan sopan. Ia tak tahu jika Kevin tidak pernah sedikitpun menyukai dirinya, karena Kevin menikah dengannya bukan karena dasar cinta melainkan sebuah keterpaksaan.
Kevin dan Renata berjalan memasuki ballroom hotel bintang lima tempat dimana resepsi pernikahan mereka dilangsungkan. Semua para tamu yang hadir begitu terharu dan bahagia menyaksikan sepasang pengantin yang berjalan menuju singgasana mereka malam ini.
Suara riuh tepuk tangan terus terdengar dari para tamu undangan. Renata menyambut itu dengan melemparkan senyuman manis dan terbaiknya. Namun berbeda dengan Kevin, lelaki itu bahkan tak tersenyum sama sekali karena ia tak merasa bahagia, namun hal itu tak lantas memudarkan wajah tampannya dari pandangan para tamu yang hadir.
Saat Renata dan Kevin hampir menuju tempat pelaminan mereka. Jantung Kevin seakan berhenti berdetak bahkan dunianya seolah berhenti berputar, kala melihat wanita yang ia cintai hadir di dalam pesta pernikahannya.
Kyara mencoba memberikan senyuman terbaiknya untuk Kevin. Mencoba ikhlas dan menerima kenyataan dengan lapang dada, bahwa Kevin bukanlah miliknya lagi. Ada wanita yang jauh lebih berhak atas Kevin mulai saat ini, dan itu adalah Renata.
Kyara hanya ingin menyaksikan jika mantan kekasihnya itu benar-benar menepati janjinya untuk tidak lari dari sebuah tanggung jawab besar terhadap keluarganya.
Ya, kemarin Kevin menceritakan semua alasan dibalik pernikahannya bersama Renata. Semua ia lakukan demi menyelamatkan keluarganya, dan Kyara hanya bisa memaklumi dan menerima semuanya dengan lapang dada. Karena memang mungkin Kevin bukanlah lelaki yang telah disiapkan oleh Tuhan untuk menjadi jodohnya.
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku untuknya
Sepertiku menyayanginya.
Dan kan ku ikhlaskan dia
Tak dapat ku bersanding dengannya
Kan ku terima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
Kyara membalikkan tubuhnya kemudian berjalan meninggalkan lokasi resepsi pernikahan Kevin dan Renata. Seikhlas-ikhlasnya dia menerima kenyataan, ia masih memiliki rasa sakit yang teramat luar biasa ia terima dari Kevin.
Kyara berjalan menuju sebuah Bar yang terdapat diseberang hotel. Rasanya mungkin dengan meminum sedikit minuman beralkohol dapat menghilangkan rasa sakit hatinya.
Setelah berada di Bar, Kyara mendudukkan dirinya dan meminta pelayan membawakan satu botol minuman ke mejanya. Kyara menuangkan minuman itu dalam gelasnya dan ia meneguknya seolah melampiaskan kekesalan di hatinya malam ini pada sebuah minuman.
Kyara minum sampai mabuk, nyatanya ia telah menghabiskan tiga botol minuman secara tidak ia sadari. Tentu saja itu bukanlah hal pertama kali yang pernah ia lakukan, karena dulu Arsenino selalu memfasilitasi dirinya dengan kemewahan dan hidup berkecukupan. Sekali-sekali ia pernah mabuk bersama teman-temannya hanya untuk menghilangkan penat dan stress sementara.
Saat Kyara hendak menuangkan kembali minuman ke dalam gelasnya, tiba-tiba…