MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TINGGAL DI INDONESIA


Kyara meremas ujung pakaiannya, bibirnya seolah kaku untuk menggerakkan dan mengucapkan siapa nama mantan suaminya. Namun begitu Kyara mendengar Daddy nya menyebutkan nama Agam Josephine, Kyara mendongakkan wajahnya menatap Daddy nya dengan mata yang berkaca-kaca.


Morgan kemudian bangkit dari duduknya mendekat ke arah kursi Kyara dan memeluk tubuh putrinya itu dengan kasih sayang. Andai saja ia dulu tahu jika memiliki seorang putri dari Joana, ia tak akan membuat hidup putrinya merasakan penderitaan.


Lain halnya dengan Rain pria itu seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut Daddy nya, jika Kyara pernah menikah dengan Agam Josephine.


“Andai saja kita bertemu lebih awal, pasti hidup mu tidak akan merasakan penderitaan. Maafkan Daddy semua ini memang salah Daddy, kau boleh menghukum Daddy semau mu dan sepuas mu.” Morgan meneteskan air matanya begitupun Kyara yang sudah terisak menangis dalam pelukan Morgan.


Kate juga ikut merasa sedih, meskipun ia sudah tahu semuanya, tapi ia juga seorang wanita. Ia bisa merasakan bagaimana kesedihan Kyara apalagi Kyara bahkan kehilangan anaknya demi menyelamatkan Rain, lima tahun lalu.


“Rain, kau berhutang nyawa dengan Kyara. Dia bahkan hampir kehilangan nyawa nya sendiri dan juga telah kehilangan bayi yang ia kandung karena menyelamatkan nyawa mu.” Ucap Kate dengan suara lembut memegang tangan Rain.


Jantung Rain berdetak dengan sangat kencang, nafasnya memburu ia tak menyangka jika Kyara kehilangan bayi nya demi menyelamatkan dirinya.


“Mommy…” lirih Rain ia tak bisa berkata apa-apa lagi, sebab ia merasa apa yang ia dengar dari Mommy nya seolah hal yang tidak mungkin.


“Maaf kan Mommy, Mommy tidak mengatakannya padamu sejak awal.” Kate meneteskan air matanya kemudian menghapusnya dengan perlahan. Tentu saja ia merasa bersalah dan berhutang nyawa pada Kyara. Itulah mengapa ia begitu menyayangi Kyara meski Kyara bukanlah putri kandungnya.


“Kenapa Mommy tidak jujur pada ku ?” tanya Rain kemudian namun pertanyaannya malah dijawab oleh Kyara.


“Jangan salahkan Mommy, Kak Rain, Daddy. Dia tidak bersalah, aku yang memintanya untuk tidak memberi tahu pada kalian, sebab aku tidak ingin membagikan kesedihan dan penderitaanku pada orang lain.” Sahut Kyara dengan suara seraknya.


...****************...


Beberapa hari setelah kejadian itu, Morgan dan Kate memutuskan untuk kembali ke Jerman karena pekerjaan sudah menunggu mereka. Rain dan Kyara tetap akan tinggal di Indonesia, karena rencana pembangunan proyek yang bekerja sama dengan perusahaan Agam Josephine akan segera dibangun dan membutuhkan waktu sedikit lama untuk Rain mengurusnya dan tentunya Rain akan dibantu oleh Kyara.


Morgan sebenarnya tidak ingin Kyara untuk menemani Rain, karena Morgan takut jika Kyara akan bertemu dengan Agam. Namun Kate menasehati dirinya untuk mempercayakan keputusan ditangan Kyara, sebab hubungan diantara Kyara dan Agam belum berakhir, mereka terpisah karena keadaan bukan karena tak lagi saling cinta.


“Apa putri ku akan baik-baik saja ?” Morgan bertanya pada Kate pada saat mereka sudah berada di dalam pesawat jet pribadi milik mereka,


“Dia putri mu yang pasti mewarisi sifat, watak, dan kepribadian seperti dirimu. Aku yakin dia bisa menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya.” Balas Kate memeluk tubuh Morgan kemudian tangan Kate menjalar kebagaian sensitive tubuh Morgan hingga tubuhnya menegang.


“Kembalikan kartu sakti ku, Dad. Aku akui aku bersalah karena tidak jujur padamu, tapi semua ku lakukan agar Kyara tidak semakin terluka.” Ucap Kate lagi ia mencoba menggoda Morgan agar mau mengembalikan kartu sakti miliknya yang Morgan tahan.


“Kau sudah tahu bersalah tapi masih saja membela diri, baby.” Morgan memejamkan kedua matanya saat merasakan sentuhan dari jari jemari tangan Kate.


“Kalau kau tidak ingin mengembalikannya, maka ku pastikan dia tidak akan pernah masuk ke dalam sarangnya lagi !” Kate meremas milik Morgan sampai Morgan membuka mulutnya merasakan kenikmatan dengan remasan yang dilakukan Kate.


Kate…