MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
PULANG


Jika dikatakan Agam bahagia menjadi seorang Ayah, namun sebenarnya dirinya merasa hampa akan cinta. Ia selalu berharap Kyara kembali padanya dan dalam lubuk hatinya hanya terukir nama Kyara.


Lima tahun ini Agam begitu merindukan Kyara, Ia ingin sekali menghubungi Kyara dan bertemu Kyara. Namun ia tak seegois itu mementingkan dirinya sendiri, ia pun tahu Kyara pasti butuh waktu untuk sendiri dan membahagiakan dirinya. Tapi yang pasti cintanya tak akan pernah pudar dan berpaling untuk Kyara.


... ……....


Wanita berusia 27 tahun itu mengusap lembut batu nisan pemilik nama Joana Tasya. Air matanya tak henti-hentinya menetes menatap batu nisan itu. Ia begitu merindukan orang yang sudah tiada tersebut, andaikan waktu bisa diulang kembali dan Tuhan memberikan satu lagi nyawa untuknya, wanita itu ingin sekali terus berada didekatnya dan memeluknya.


Dia adalah Kyara De Costa Putri, ia kembali ke tanah air dua hari lalu bersama Rain dan kedua orang tuanya. Mereka memutuskan untuk pulang ke Indonesia selama beberapa waktu.


“Kau sangat merindukannya, Nak ?” Kate mengelus punggung Kyara dengan lembut dan merangkul tubuh putri dari suaminya itu dengan penuh kasih sayang.


“Aku sangat merindukannya, Mom. Tapi aku yakin Mama sudah bahagia disisi-Nya.” Balas Kyara mengusap air matanya kemudian mencoba tersenyum di hadapan Kate, Morgan, dan Rain.


“Dia pun pasti merasa bahagia karena kau hidup dengan bahagia.” Kali ini Rain yang membuka suara.


Mata Morgan berkaca-kaca, ternyata tak ada yang bisa melawan takdir Tuhan, jodoh, maut dan rezeki itu sudah diatur oleh yang maha kuasa. Manusia hanya bisa menjalani dan mensyukuri pemberian dan nikmat dari-Nya.


Setelah mereka keluar dari tempat pemakaman. Mereka kembali ke Hotel dimana mereka menginap. Diperjalanan pulang, Kyara teringat akan sahabatnya, Diana. Apa kabarnya sahabat baiknya itu ?


“Kau akan pergi setelah ini, Rain ?” tanya Morgan pada Rain disampingnya.


Morgan hanya menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti. Kemudian ia bertanya pada Kyara dan Kate, apa yang akan mereka lakukan setelah in. “Bagaimana dengan kalian ?”


“Tentu saja aku akan berbelanja menghabiskan uang suamiku dan anakku !” jawab Kate dengan bercanda kemudian mereka semua terkekeh.


“Kau sendiri Kyara ?” tanya Morgan


“Aku akan mengunjungi sahabatku, Dad. Aku rindu padanya.” Jawab Kyara dengan suara lembutnya.


“Laki-laki atau perempuan ?” tanya Rain cepat, dan itu membuat Kate mengangkat alis matanya.


“Memangnya apa urusanmu, adikmu mau bertemu teman pria atau wanitanya, adikmu sudah dewasa dan sendirian. Sudah sepantasnya juga dia mendapatkan pendamping hidup ! Tidak sepertimu, semua wanita kau kencani namun tak ada satu pun yang kau nikahi !” sentak Kate pada putranya, karena memang Kate begitu jengah dengan prilaku Rain yang sudah berumur 32 tahun namun tak kunjung menikah juga.


“Mommy, bilang saja ingin punya cucu dan di panggil Nenek !” cibir Rain, ya beginilah jika Ibu dan Anak tersebut sudah berdebat pasti tidak jauh-jauh tentang prihal istri dan cucu.


“Sudahlah Sayang, jika dia memang tidak menikah tidak apa-apa mungkin dia memang tidak mau merasakan surga dunia !” ucap Morgan menengahi perdebatan diantara istri dan putranya itu.


Rain hanya bisa mengusap kasar wajahnya karena meladeni Mommy nya tentu tidak akan ada habisnya. Namun sesaat kemudian matanya melirik ke arah Kyara yang selalu melihat ke arah jendela dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


Rain….