MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
HANGAT DAN HARMONIS


Beberapa jam Agam dan Kyara datang berkunjung ke mansions. Kini Kyara dan Kaylin tengah sibuk di dapur, memasak bersama.


Agam dan Josephine melihat istri-istri mereka tersebut sangatlah kompak dan akur, saat tengah memasak bersama.


“Ternyata kau tidak salah memilih seorang istri, Gam.” Puji Josephine pada putranya, karena ia bangga pada Kyara yang sudah memenangkan hati Kaylin.


“Tentu saja, Pa. Dia berlian yang sangat mahal harganya, aku tak menyangka bisa memiliki istri sepertinya.” Balas Agam dan tersenyum kala terus memandangi wajah cantik Kyara dari kejauhan.


“Apa kau sudah bertemu dengan Syeira ? Papa merasa bersalah dulu pernah menuruti kemauan Mama mu dengan menantang hubungan kalian.” Lirih Josephine, ia membicarakan prihal Syeira pada Agam.


Sebenarnya dulu pada saat Kaylin mengetahui hubungan Agam dan Syeira. Josephine tidak mempermasalahkan hal itu, namun karena dorongan dan hasutan Kaylin yang tidak menyukai Syeira, ia pun terpengaruh oleh Kaylin.


Bahkan Josephine hanya diam saja kala Kaylin memecat almarhumah Ibu Syeira. Terlebih lagi Josephine hanya bisa diam kala Kaylin berbuat sesuka hatinya pada Syeira. Sehingga Syeira tak sanggup lagi jika terus mempertahankan Agam, dan memilih pergi dengan sendirinya.


“Jika Papa merasa salah, seharusnya Papa meminta maaf padanya, bukan berbicara denganku !” balas Agam, kali ini ekspresinya berubah kala mengingat bagaimana dulu kedua orang tuanya tidak menyukai Syeira.


“Agam…” ucapan Josephine tercekat, karena apa yang dikatakan oleh Agam memang benar adanya. Ia menjadi selalu dihantui rasa bersalah jika tidak meminta maaf pada Syeira secara langsung, apalagi dirinya sudah tua. Ia tak ingin terus-menerus merasa berdosa.


“Dia sudah bahagia bersama suaminya, Pa. Tolong jangan usik kebahagiaannya, cukup sudah dia pernah menderita karena pernah mengenal pria sepertiku !” ucap Agam kemudian ia pergi menuju kamarnya dan meninggalkan Papa nya seorang diri.


... ……...


“Agam pasti betah di rumah karena memiliki istri yang pintar memasak.” Puji Josephine setelah mengunyah makanan yang ia makan.


“Papa jangan terlalu memujinya, nanti pipinya menjadi merah !” sahut Agam kemudian dimereka terkekeh bersama.


“Agam..” lirih Kyara kerena merasa malu.


“Kalian menginap disini ya, malam ini ?” pinta Kaylin pada Agam dan Kyara, karena memang Kaylin ingin mereka menginap di mansions, sebab baik Agam pun sudah lama tidak menginap di mansions lagi.


“Tapi besok aku harus berangkat ke luar kota, Ma !” tolak Agam secara halus, karena Agam akan pergi bersama Nathan untuk meninjau lokasi pembangunan gedung anak cabang perusahaannya. Agam pergi ke luar kota pun juga bermaksud mengajak Kyara untuk ikut bersamanya.


“Kau ini posesif sekali pada istrimu. Jika kau mau pergi keluar kota, kau saja yang pergi Agam. Biarkan Kyara disini bersama dengan Mama !” omel Kaylin karena merasa Agam selalu banyak alasan jika ia meminta sesuatu.


“Tidak bisa Ma ! Kyara harus ikut denganku !” protes Agam lagi.


Mendengar perdebatan diantara Ibu dan Suaminya itu, Kyara akhinya membuka suara untuk memecah perdebatan diantara keduanya, sedangkan Josephine ia tak memperdulikan itu karena fokus makan, malah ia begitu senang melihat keluarganya kembali harmonis dan hangat seperti itu.


“Tidak apa-apa, Agam. Biarkan aku menginap disini, dan bersama dengan Mama sampai kau pulang dari luar kota !”


Kaylin merasa senang dan menang akhirnya Kyara sendiri yang memilih untuk tinggal dimansions sedangkan Agam tentu dalam hatinya ia tak terima karena meninggalkan Kyara meskipun dirumah orang tuanya.