MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
MOMMY KYARA


“Kuda Pony sudah lelah, boleh kah Kuda Pony beristirahat sebentar wahai sang Putri ?” ucap Nathan ia benar-benar merasa lelah bermain bersama Amara.


“Apa Kuda Pony ku ingin es krim ?” balas Amara dengan suara cemprengnya.


Nathan menganggukkan kepalanya namun dengan cepat ia menggelengkkan kepalanya, karena ia pernah makan es krim bersama Amara ia harus menghabiskan sepuluh cup es krim yang Amara pesan sebab menurut Amara, kuda pony nya harus diberi makan yang banyak agar tidak lapar dan kehausan.


“Daddy…aku ingin makan es krim bersama kuda pony ku, boleh kah ?” ucap Amara mendekati Agam.


Agam melihat jam di tangannya yang ternyata sudah menujukkan pukul setengah dua belas siang. Itu artinya sebentar lagi akan masuk jam istirahat. “Baiklah, ayo kita ke luar makan es krim, Daddy juga ingin makan siang.” Balas Agam kemudian ia berdiri dari .duduknya dan menggendong Amara.


Agam dan Nathan kemudian menuju restoran favorit yang biasa Agam kunjungi saat makan siang. Setelah mereka melewati perjalanan beberapa saat, mereka tiba di tempat tujuan dan keluar dari mobil.


Mereka kemudian masuk ke dalam restoran dan memesan makanan dan juga es krim. Saat pesanan mereka tiba dibawakan oleh pelayan. Amara begitu senang karena ia bisa memberi makan kuda pony nya yaitu Nathan.


“Kuda pony ku harus makan yang banyak supaya kuat dan bisa kembali berjalan cepat !” Amara menyodorkan satu sendok es krim ke hadapan Nathan, dan Nathan hanya bisa menerima itu dengan pasrah.


Namun pada saat Amara ingin menyedokkan satu es krim lagi tiba-tiba matanya melihat ada anak seumuran dengannya baru saja tiba dan duduk di dekat meja mereka. Anak itu bersama kedua orang tuanya, apalagi anak itu sangat disayangi oleh Mama nya.


Amara tiba-tiba menjadi murung dan menundukkan kepalanya. Hal itu membuat Agam dan Nathan menjadi bingung.


“Ada apa, sayang ?” tanya Agam


“Semua orang punya Mommy, kemana Mommy Amara ? kenapa tidak pernah pulang ?” ucap Amara menatap Agam dengan wajah sedihnya.


“Kapan Mommy pulang, Dad ?” tanya Amara dengan polosnya. Karena selama ini Agam tidak pernah mengatakan pada Amara jika Sarah sudah meninggal dunia. Ia hanya mengatakan jika Sarah sedang pergi berkerja ke tempat yang jauh.


“Aku ingin makan es krim dan di suapi oleh Mommy, seperti dia !” tunjuk Amara pada anak kecil seumuran dengannya tak jauh dari mereka duduk.


Agam dan Nathan kemudian menoleh ke arah yang dimaksudkan oleh Amara. Namun tiba-tiba bukan itu yang mereka lihat, melainkan sosok yang mereka kenal yang baru saja masuk ke dalam restoran.


Dia adalah Kyara, Kyara masuk ke dalam restoran bersama dengan Rain. Kyara menggandeng tangan Rain yang membuat Agam merasa tak suka. Namun sedetik kemudian fokus Agam buyar saat Amara menyebut kata Mommy dengan kencang ke arah Kyara.


“Mommy !”


Teriakan Amara membuat Kyara dan Rain menoleh, tiba-tiba Amara berlari ke arah Kyara dan memeluk kaki Kyara dengan erat.


“Amara !” Agam menyusul Amara yang berlari ke arah Kyara dan Rain.


“Eh…” Kyara merasa kaget karena tiba-tiba ada anak kecil yang memeluk kakinya dan menyebutnya dengan sebutan Mommy.


Kyara kemudian menatap Agam yang menghampirinya keduanya saling bertatap muka, kemudian….


Kemudian kalian harus like dan koment.. 🤣🤣🤣