
“Ternyata kau punya selera makan yang banya, itu artinya aku harus memberimu uang nafkah yang banyak pula !” Agam sambil terkekeh mengucapkannya.
Kyara memutar bola matanya jengah kala mendengar celotehan Agam, makin kesini Agam semakin banyak bicara, ia jadi berpikir kemana perginya Agam yang irit bicara sekali pun berbicara tentu ucapannya sangat sombong dan arrogant.
Kyara kemudian tak memperdulikan ia kembali fokus memakan makanannya. Tiba-tiba Agam hendak meletakkan salah satu kartu sakti miliknya untuk Kyara, namun hal itu dianggap Kyara seolah Agam ingin mengambil makanan miliknya.
Sontak saja Agam merasa terkejut kala tangannya dipukul oleh Kyara dan Kyara menjauhkan makanan di samping tangannya dari Agam. Melihat hal itu Agam tertawa lepas, karena menurutnya Kyara begitu lucu dengan tingkahnya.
Pipi Kyara merona merah karena merasa malu, karena telah salah paham duluan pada Agam. Namun ia mencoba bersikap biasa-biasa saja setelah Agam puas menertawakannya.
“Aku hanya ingin memberimu ini, bukan mengambil makananmu !” Agam mengatakan itu dengan santainya, ia meletakkan kartu kredit tanpa batas miliknya untuk Kyara sebagai bentuk nafkahnya pada Kyara.
Kyara melihat kartu tersebut seolah biasa-biasa saja, ia tidak terkejut sekalipun atau bereskpresi berlebihan. Karena nyatanya dulu sebelum ia diusir oleh Arsen, ia pernah memilikinya dan merasakannya bagaimana rasanya menjadi orang kaya yang bebas membeli sesuatu sesuka hatinya.
“Pakailah selagi kau menjadi istriku, aku tidak ingin di cap sebagai suami yang tidak bertanggung jawab karena tidak bisa memberi nafkah yang cukup untuk istrinya !” Agam berdiri dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Kyara yang masih dalam kegiatan makannya.
Langkahnya tiba-tiba terhenti kala ia mendengar Kyara memanggilnya. “Agam…”
Agam tak membalikkan tubuhnya kala Kyara memanggilnya ia hanya diam di tempatnya, kemudian ia menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman kala Kyara mengucapkan sesuatu yang sangat langka padanya.
Agam tak menjawab ucapan Kyara ia lebih memilih berjalan kembali dan meninggalkan Kyara dan berdiri tegak menatap punggungnya hingga hilang di balik pintu kamarnya.
... …….....
Berbeda dengan Sarah wanita yang telah gagal menjadi istri Agam itu kini nampak frustasi dan kecewa karena pernikahan yang sudah ia susun dengan matang, posisinya harus digantikan dengan wanita lain.
Sarah pikir Agam akan membatalkan acara pernikahan mereka, tetapi pikirannya salah. Saat ia mengetahui posisinya digantikan oleh wanita lain oleh Agam ia begitu emosi dan marah.
Seharusnya dia yang berada di samping Agam bukannya wanita lain. Sarah mengacak-acak rambutnya karena merasa frustasi, ia tak terima dengan penghinaan dan kegagalan pernikahannya bersama Agam.
Padahal ia sudah berencana jika Agam membatalkan acara pernikahannya, ia akan berusaha untuk mendekati Agam dan membujuknya untuk menikah kembali. Namun nasi sudah menjadi bubur, tidak ada tempat baginya lagi untuk menjadi seorang istri Agam Josephine.
Namun tekadnya tak akan pernah pudar untuk meyakinkan dan mendekati Agam lagi, karena baginya Agam hanya boleh menjadi miliknya bukan wanita lain.
“Agam…akan ku pastikan kau menjadi milikku !” ucap Sarah dengan penuh keyakinan kala menatap dirinya dicermin.
... …………...