
Josephine mengusir Sarah dan kedua orang tuanya keluar dari kediamannya. Josephine begitu kecewa karena perbuatan Sarah yang telah membuat keluarganya malu, padahal besok adalah hari pernikahan Agam dan Sarah.
Josephine mengusap kasar wajahnya, ia bingung harus berbuat apa untuk esok hari. Semua para tamu undangan pasti akan hadir, baik keluarganya maupun keluarga istrinya tentu sudah mempersiapkan diri untuk acara pernikahan Agam besok, bahkan keluarganya yang dari luar negeri sudah berada di Hotel dan menginap disana.
“Bagaimana ini Pa ?” Tanya Kaylin Istri Josephine, ia begitu cemas karena penikahan putranya batal bersama Sarah.
Agam yang melihat raut khawatir dan cemas kedua orang tuanya, ia tahu pasti kedua orang tuanya tidak bisa menanggung malu jika pernikahannya dibatalkan besok.
“Papa dan Mama tidak perlu khawatir.” Ucap Agam pelan, yang membuat Josephine dan Kaylin menoleh ke arah putranya. “Aku akan tetap menikah besok, dengan wanita lain yang sudah ku pilih menjadi pendamping hidupku.” Kata Agam mantap dengan keyakinannya pada Kyara untuk menjadi istrinya.
“Apa maksudmu, Nak ?” Tanya Kaylin cepat.
“Besok Papa dan Mama akan tahu siapa calon istriku.” Agam merapatkan duduknya agar berdekatan dengan Mama nya.
“Kau jangan bercanda, Agam !” sentak Josephine karena menganggap apa yang diucapkan oleh putranya adalah sebuah candaan.
“Aku tidak bercanda, Pa. Namanya Kyara, kalian akan tahu besok. Lebih baik Mama dan Papa beristirahat, karena besok kita akan berangkat ke Hotel, bukankah kalian sangat menantikan aku menikah.” Agam menggengam tangan Mamanya dengan mata yang sendu dan ia melemparkan senyuman pada Mamanya agar percaya padanya.
……
Lain halnya dengan Kyara, saat ini Kyara tengah berhadapan dengan empat orang pengawal yang dikirim oleh Agam. Empat orang pengawal itu hendak membawa Kyara menuju Hotel yang sudah dipersiapkan oleh Agam, karena pernikahan mereka besok akan diadakan di Hotel bintang lima milik Aerpin Group.
“Dia memang sudah gila !” Kyara menghentakkan kakinya, ia tak menyangka jika Agam benar-benar serius dengan perkataannya ingin menjadikan Kyara istrinya.
Diana pun nampak bingung dengan kedatangan empat orang yang berpakaian serba hitam datang ke kontrakan mereka dan hendak membawa Kyara pergi. “Apa kau mengenal mereka ?” tanya Diana penasaran dan juga takut jika empat orang tersebut berbuat yang tidak-tidak pada Kyara.
“Mereka suruhan mantan Bos ku yang gila !” balas Kyara dengan kesalnya.
“Maksudmu Tuan Agam ?” Tanya Diana lagi.
Kyara menganggukkan kepalanya sebagai jawaban pertanyaan Kyara. Diana menatap tak percaya jika Kyara masih berurusan dengan Agam, yang lebih membuatnya tak percaya bahkan bermimpi jika sahabatnya itu besok akan menikah dengan Agam.
“Yang benar saja, kau tidak berbohong kan ?” Tanya Diana kembali memastikan. Namun ucapannya terpotong kala salah satu pengawal hendak membawa Kyara pergi dengan paksa.
“Tunggu ! Aku akan pergi, jika sahabatku jika ikut bersamaku !” ucap Kyara dengan tegas.
“Maaf Nona, Tuan Agam hanya memerintahkan kami untuk membawa Anda, bukan sahabat anda juga !” jawab salah satu pengawal apa adanya.
“Telpon Bos kalian !” titah Kyara dengan tegas.
“Tapi Nona !”
“Telpon sekarang !” bentak Kyara yang membuat salah satu pengawal tersebut mau tidak mau menelpon Bos mereka.
Agam….