
Kaylin dan Josephine pergi ke Jerman, begitu mereka mendapat kabar jika Agam tertembak dan dilarikan ke rumah sakit kemarin malam.
Pesawat jet pribadi milik Josephine mendarat dengan sempurna di kota Berlin, Jerman. Begitu Josephine dan Kaylin keluar dari pesawat mereka berdua telah dijemput oleh enam orang anak buah Morgan yang berpakaian rapi serba hitam.
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Kaylin berbisik-bisik mengenai siapa orang-orang yang menjemput mereka berdua. Karena ia merasa penasaran akan hal itu.
“Apa Papa tidak takut, jangan-jangan mereka mau menculik kita ?” bisik Kaylin dan itu membuat Jospehine yang khawatir dengan keadaan Agam teralihkan saat Kaylin berbicara padanya.
“Apa Mama tidak tahu jika mereka yang menjemput kita adalah suruhan dari orang tua Kyara.” Josephine menoleh pada Kyalin.
“Papa jangan aneh-aneh, orang tua Kyara itu sudah meninggal dan Arsen…” ucapan Kyalin terputus saat telah memahami, apa mungkin Kyara sudah bertemu dengan ayah kandungnya.
“Bersiaplah menerima kejutan, Kyara adalah putri kandung Morgan De Costa pengusaha no 1 di dunia !” jawab Josephine dengan pelan.
“What !” Kaylin terpekik karena ia merasa terkejut mendengar siapa Kyara sebenarnya. Ia tak menyangka mantan menantu yang akan kembali menjadi menantunya itu adalah anak pengusaha nomor satu di dunia. Yang itu adalah keluarga Josephin jelas tidak sebanding dengan keluarga De Costa.
...****************...
Kyara mendudukkan dirinya di kursi diruang rawat yang Agam tempati. Pria yang sudah meminangnya menjadi istrinya kembali itu kini belum menunjukkan kapan ia akan bangun setelah pasca operasi.
Kyara meneteskan air matanya, ia jelas saja begitu sedih karena melihat pria yang ia cintai dalam keadaan lemah dan tak berdaya.
Apalagi kenyataan pahit yang diterima oleh keluarga De Costa mengenai Rain, ia jatuh koma setelah pasa operasi besar yang mengakibatkan dirinya kehilangan satu ginjalnya karena luka tembak yang berikan oleh Justin.
Kyara terus menangis dan menggenggam tangan Agam. Ini sudah satu hari berlalu, Kyara sudah tak sabar ingin melihat Agam bangkit dari tidurnya. Ia tak kuasa jika terus melihat Agam belum sabarkan diri.
Saat Kyara terus menangis dan menggengam tangan Agam. Tiba-tiba Kyara merasakan sesuatu dikepalanya sebuah tangan sedang mengelus lembut pucuk kepalanya.
Kyara terkejut ia mengangkat tubuhnya dan melihat Agam. Ia tak menyangka jika Agam sudah sadarkan diri. Tangis Kyara kembali pecah karena merasa terharu dan bersyukur Agam telah sadar dan melewati masa kritisnya.
“Aku tidak mau mati, sebab aku ingin menikah denganmu !” ucap Agam dengan suara pelan. Dan itu membuat Kyara menghentikan tangisannya.
“Ayo kita menikah besok !” ucap Kyara dengan penuh keyakinan.
Agam tersenyum ia tak menyangka jika Kyara tak sabar untuk menikah lagi dengannya.
“Tak perlu menunggu besok, kita menikah hari ini saja !”
“Ya ! kami akan menikahkan kalian hari ini juga !”
Kyara dan Agam menoleh ke sumber suara dimana sudah ada, Morgan, Kate, Josephine dan Kaylin. Mereka sedari tadi menyaksikan pemandangan mengharu biru diantara putra dan putrinya tersebut. Tentu saja mereka kasihan dengan sepasang mantan suami istri tersebut. Mereka ingin Kyara dan Agam bahagia.
“Mama..Papa..”
“Daddy..Mommy..”
“Tunggu satu jam lagi, aku akan mengubah putri kesayanganku menjadi cantik meski menikah dirumah sakit !” Kate melangkahkan kakinya dan mendekat pada Kyara lalu membawa Kyara keluar dari ruang rawat.
Sedangkan Kaylin yang baru menyadari jika Kate adalah Mommy Kyara, ia menelan kasar air ludahnya karena mengingat bagaimana kasarnya ia pada Kate di mall hanya karena sebuah tas beberapa bulan lalu. Bahkan ia sampai mengeluarkan sumpah serapanya pada Kate dengan mengatakan Kate tidak akan memiliki seorang cucu.
...****************...