MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TERLAMBAT


Kyara masuk ke dalam ruangan Agam setelah mengetuk pintu sebanyak tiga kali. Pada saat ia ingin menghadap Agam, Agam terlebih dahulu memberikan pernyataan pada Kyara.


“Kau terlambat sepuluh menit ! Kau ku pecat !” ucap Agam dengan tegas.


Kyara membelalakkan kedua matanya saat Agam memecat dirinya, padahal ia menuju ruangan Agam dengan penuh perjuangan karena lift yang biasa ia gunakan sedang terisi penuh yang mengharuskan ia harus menaiki tangga darurat.


“Tapi Tuan !” Kyara merasa tak terima dengan pernyataan yang Agam keluarkan barusan.


“Keluar dari ruangan ku ! Aku tidak butuh pegawai yang lelet sepertimu !” ucap Agam dengan angkuhnya.


“Lelet ?” pernyataan Agam yang keluar dari mulutnya membuat Kyara semakin tak terima karena ia dikatai lelet. “Aku tidak lelet, hanya saja perusahaan ini yang kurang fasilitas menambah lift !” sarkas Kyara ia berani menatap tajam Agam, tak peduli kali ini ia telah di pecat oleh Agam, karena ia tak terima jika di hina oleh Agam.


Brak


“Apa kau bilang !” Agam menggebrak meja karena Kyara berani menjawab perkataannya bahkan mengkritik kantor perusahaan miliknya.


Kyara sampai terperanjat kaget dengan sikap Agam yang menggebrak meja dan berbicara dengan nada tinggi di hadapannya.


“Berani sekali kau !” ucap Agam dengan suara beratnya ia kemudian mendekat ke arah Kyara dan Kyara refleks memundurkan langkah kakinya karena takut melihat amarah Agam.


“Sa…saya ti..tidak bermaksud seperti itu tuan !” ucap Kyara terbata-bata ia benar-benar takut saat Agam terus mendekati dirinya.


Hingga tubuh Kyara menubruk dinding, Agam tersenyum sinis karena melihat ketakutan di wajah Kyara.


Kyara dengan cepat kemudian keluar dari ruangan Agam, Nathan yang baru saja keluar dari lift membawakan makan siang Agam mengernyitkan dahinya saat melihat Kyara yang nampak begitu panik.


“Ada apa Kyara ?” Tanya Nathan


“Ah…tidak ada apa-apa Tuan, permisi !” balas Kyara kemudian ia masuk ke dalam lift meninggalkan Nathan yang nampak masih bingung sekaligus penasaran dengannya.


Nathan masuk ke dalam ruangan Agam dilihatnya bos nya itu tengah tersenyum seorang diri sambil mengerjakan pekerjaannya. “Anda tidak apa-apa tuan ?” Tanya Nathan setelah meletakkan makan siang untuk Agam di atas meja.


“Memangnya aku kenapa ?” Agam menatap tajam Nathan yang membuat Nathan menjadi kikuk dan menundukkan wajahnya.


Agam kemudian berdiri dari duduknya dan duduk di sofa sembari membuka makan siang yang belikan oleh Nathan. “Apa jadwalku setelah ini ?” Tanya Agam sambil mengunyah makanannya.


“Tidak ada tuan, hanya saja sore nanti anda harus melakukan fitting tuxedo dan gaun pengantin bersama Nona Sarah.” Ucap Nathan dengan hati-hati.


Mendengar nama Sarah, Agam menjadi tak berselera makan. Karena ia begitu membenci wanita tersebut. Wanita yang yang jodohkan oleh kedua orang tuanya untuknya. Agam sampai tak habis pikir mengapa orang tuanya sampai harus menikahkan ia dengan Sarah, padahal masih banyak wanita di luar sana yang lebih baik dari Sarah.


Sarah merupakan anak seorang konglomerat yang hobi menghabiskan waktu dengan pergi bersenang-senang ke klub malam bahkan ia sering melakukan making love dengan para lelaki. Bukan hal itu saja yang membuat Agam tak menyukai Sarah, sebab Sarah merupakan wanita yang ingin semaunya.


Jelas saja Agam tak menyukai Sarah, ia berpikir rumah tangga seperti apa yang akan ia jalani dengan wanita semacam itu. Karena biar bagaimana pun ia sangat menjunjung tinggi kehormatan seorang wanita. Mana mungkin ia mau menikah dengan Sarah yang sudah bekas banyak laki-laki yang menjamah tubuhnya.


... …………....