MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
SEMOGA HIDUP DENGAN BAHAGIA


“Wah…ternyata kamar ini sangat indah dan mewah !” ucap Sarah melihat sekeliling kamar Agam dan Kyara, karena ia baru pertama kali masuk ke dalam kamar itu dan ia sangat mengagumi kamar Agam.


Agam menoleh ke arah suara wanita yang telah menghancurkan rumah tangganya. Ia kemudian menatap tajam Sarah yang berani-beraninya masuk ke dalam kamarnya.


“Siapa yang mengizinkan mu masuk ke dalam kamar ku !” ucap Agam dengan nada berat dan dinginnya hingga siapa pun yang mendengarnya bergedik ngeri.


Namun tidak bagi Sarah, ia bahkan seperti kebal dengan sikap dingin Agam padanya. “Tidak ada, aku sendiri yang masuk ke dalam kamar ini. Karena aku adalah istri satu-satunya, bukan kah aku berhak untuk tidur dikamar ini ?” ucap Sarah dengan santai nya.


Sarah tak tahu jika apa yang ia ucapkan nyatanya memancing emosi dan amarah dalam dirinya. “Dasar ja.la.ng !” Agam berjalan mendekat ke arah Sarah. Ia kemudian mencekik leher Sarah hingga Sarah kesulitan bernafas.


Agam mencekik leher Sarah dengan memberikan tatapan membunuh. Sarah meronta-ronta agar Agam melepaskan tangannya dari lehernya.


“A..gg..aam…kau bisa membunuhku !” ucap Sarah dengan suara tercekat.


“Ya, aku akan membunuh mu dan melenyapkan mu !” balas Agam dengan tegas.


“A..kku sedang mengandung an..nakmu !”


Secepat kilat Agam melepaskan tangannya dari leher Sarah. Sarah jatuh terduduk di bibir tempat tidur. Ia memegangi lehernya yang memerah dan terbatuk-batuk setelah dicekik oleh Agam.


Agam mengatur nafasnya yang memburu, hampir saja ia membunuh Sarah. Jika Sarah mati di tangannya bukan kah ia juga membunuh darah dagingnya sendiri.


“Keluar kau !” bentak Agam pada Sarah.


“Keluar !” teriak Agam, yang kemudian Sarah berlari keluar dari kamar Agam.


Agam mengusap kasar wajahnya dan menjambak rambutnya, ia benar-benar pusing dan muak dengan melihat Sarah.


... ……….....


“Kyara kau dimana ?”


“Hei angkat panggilan ku, Kyara !”


Begitulah pesan yang dituliskan oleh Diana untuk Kyara. Kyara hanya membacanya saja. Saat ini ia sedang berada di Bandara. Beberapa waktu lalu ia mengikuti tes penerimaan beasiswa S2 di luar negeri. Dan ternyata ia mendapatkan beasiswa tersebut.


“Aku ingin melanjutkan kehidupan ku yang baru, jaga dirimu baik-baik Diana. Aku akan kuliah di Jerman. Maaf aku tidak pamit pada mu !”


Tulis Kyara membalas pesan Diana padanya. Ia kemudian mematikan ponselnya dan memasukkan lagi ke dalam tas selempang miliknya, serta menarik kopernya menuju antrian memasuki pesawat.


... ……...


Agam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju Bandara. Ia mendapatkan kabar dari Diana jika Kyara pergi ke Jerman. Ia tak sekuat itu dan tak sanggup jika tidak melihat Kyara barang sehari pun.


Ia tak menyangka jika Kyara akan benar-benar meninggalkan dirinya. Ia berpikir meski ia tak lagi bersama dengan Kyara, paling tidak ia bisa melihat Kyara dari jarak jauh. Itu sudah cukup mengobati hati nya, namun saat tahu Kyara akan meninggalkan Negara ini, tidak..ia tak bisa !


Begitu Agam tiba di Bandara, ia berlari mencari keberadaan Kyara. Namun apa yang ia harapkan tak sesuai dengan ekspetasinya, pesawat itu telah lepas landas. Dan Agam hanya bisa menyaksikan itu dengan pasrah.


Tubuh Agam luruh, Kyara ternyata benar-benar telah pergi. Ia meneteskan air matanya, kemudian ia menguatkan dan meyakinkan dirinya jika ia bisa bertemu dan mendapatkan Kyara kembali ke sisinya.


“Pergilah jika itu yang membuat mu bahagia, aku akan selalu menunggu mu. Bahagiakanlah dirimu, hingga saatnya tiba nanti, aku akan membuat mu kembali padaku.” Ucap Agam dalam hatinya.


... ….....


Kyara menatap pemandangan ibu kota dari kaca jendela pesawat. Ia tak menyangka ia akan meninggalkan Negara nya, meninggalkan kenangan yang penuh banyak cerita, terlebih lagi meninggalkan cinta nya, Agam.


“Hiduplah dengan bahagia, Agam.” Ucap Kyara dengan nada lirih.


... ……...