MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
KEVIN DAN ARSEN


“Kau jangan bercanda, Diana !” ucap Kevin dari teleponnya. Saat Diana mengabarinya jika Kyara sudah menikah dengan Agam Josephine, dan kini adalah pesta pernikahan keduanya.


“Apa Kyara tidak memberitahumu ?” Tanya Diana, namun sambungan telepon itu terputus kala Kevin memutus telepon mereka secara sepihak.


“Kau mau kemana ?” Renata menatap suaminya yang sudah berpenampilan rapi dan hendak pergi.


“Aku ada urusan !” jawab Kevin tanpa menatap wajah istrinya, Renata.


Sudah satu bulan mereka menikah, namun Kevin tetap enggan membuka hatinya untuk wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut. Tidak ada kemajuan dari pernikahan mereka, karena Kevin tidak pernah mencintai Renata, di hatinya hanya ada Kyara yang terukir di sana.


Renata terus berusaha mengambil hati Kevin, karena rasa cinta yang ia rasakan untuk Kevin semakin menjadi-jadi. Sering kali Renata menggoda Kevin dengan memakai pakaian tipis dan seksi untuk memancing Kevin, namun Kevin selalu menolak dirinya dengan alasan lelah karena telah seharian bekerja.


Semenjak Kevin dan Renata menikah, orang tua Renata mempercayakan perusahaan cabangnya yang ada di Indonesia dipimpin oleh Kevin, tentu saja kedua orang tua Kevin menyetujuinya, dan Kevin mau tak mau menuruti keinginan kedua mertuanya dan kedua orang tuanya.


“Apa ikut !” pinta Renata yang hendak mengambil tas selempang nya di atas meja.


Kevin memejamkan matanya kala Renata hendak ikut dengannya. Tentu saja ia tak ingin mengajak Renata, karena ia ingin melihat Kyara. “Aku akan kembali sebentar lagi, kau tunggu saja di rumah !” ucap Kevin memberikan alasan.


Renata menghembuskan nafasnya pelan, kemudian ia mencoba tersenyum pad Kevin. Ia harus bersabar merebut hati Kevin agar luluh kepadanya. “Baiklah, tapi bolehkan aku menitip sesuatu ?” Tanya Renata pelan.


“Kau ingin apa ?” jawab Kevin yang merasa Renata mengizinkannya pergi seorang diri.


“Baiklah.” Kevin berlalu begitu saja setelah menjawab permintaan Renata, padahal yang Renata inginkan adalah sebelum Kevin pergi, Kevin mencium keningnya atau ia bisa mencium punggung tangan Kevin.


... ……...


Arsen menuruni anak tangga dirumahnya, langkahnya terhenti kala sekretarisnya datang menghadap dirinya. “Ini hari libur, ada apa kau datang kemari ?” Tanya Arsen sembari memasangkan jam tangannya.


“Nona Kyara mengirim pesan lewat nomor ponsel kerja anda, Tuan.” Sekretaris pribadi Arsen menyerahkan ponsel kerja Arsen dan Arsen membaca pesan yang dikirimkan oleh Kyara.


Setelah Arsen membacanya ia menyerahkan lagi ponsel kerjanya pada sekretarisnya. Raut wajahnya nampak biasa-biasa saja kala Kyara memberinya kabar jika Kyara akan menikah hari ini di Hotel Aerpin Group.


“Apa anda tidak akan datang, Tuan ?” Tanya sekretaris Arsen.


Arsen hanya diam dan berdiri di dekat jendela rumahnya ingatannya kembali lagi kala Kyara sejak kecil bersamanya hingga tumbuh dewasa. Haruskah ia berdamai dengan hatinya. Namun rasa sakit yang diberikan oleh Joana terus saja terasa sampai detik ini di bohongi dan dicurangi hingga ajal menjemputnya.


Arsen memejamkan matanya ia bingung dengan perasaannya. Tiba-tiba Mira dari arah belakang memeluk dirinya, ia tahu jika suaminya tengah memikirkan keputusan yang harus diambil mengingat Kyara menikah hari ini.


“Apa kau bingung dengan hatimu ?” ucap Mira kemudian membalikkan tubuh suaminya memandang wajah tampan Arsen diusianya yang tak muda lagi.


“Haruskah aku pergi ?”