MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
SALAH PAHAM


“Apa kau tidak punya pikiran yang buruk tentang mereka saat ini, Nona Kyara ?” Tanya Nauder dengan santainya, Nauder menebak jika Syeira pergi ke toilet bukan sekedar ke toilet melainkan bertemu dengan Agam.


“Apa maksudmu, tuan Nauder ?” Jawab Kyara dengan mengernyitkan dahinya. Pertanyaan yang terlontar dari mulut Nauder seakan menyatakan bahkan Nauder tidak percaya dengan Syeira, istrinya sendiri.


Nauder menyunggingkan senyumannya, kala Kyara menanyakan maksud ucapannya barusan. “Apa kau percaya hubungan mereka telah berakhir ?” Tanya Nauder lagi kali ini ia masih dalam mode santainya sembari menyesap minuman ditangannya.


“Sejauh mana kau mengenal suamimu, nona Kyara. Kau pasti tahu benar bukan mereka berpisah karena hanya terhalang restu bukan karena tak lagi saling cinta.” Ucap Nauder lagi kali ini Kyara diam terpaku di duduknya kala mendengar ucapan itu dari mulut Nauder bahkan ia seolah bersusah payah menelan silvanya.


Namun pada saat Kyara ingin menjawab pertanyaan Nauder, tiba-tiba Agam langsung menjawab pertanyaan Nauder.


Ya, sedari tadi Agam mendengar semua ucapan Nauder. Ia tak menyangka jika Nauder telah berpikiran jauh mengenai dirinya dan Syeira saat ini. Terlebih lagi Nauder bahkan tak mempercayai istrinya sendiri, Syeira.


“Benarkah ?” ucap Agam membuka suara, ia dengan santainya kembali ke tempat duduknya disamping Kyara.


Nauder hanya tersenyum kala Agam yang menjawab pertanyaannya.


“Tuan Nauder, harus kau ketahui aku dan istriku saling mencintai. Hubunganku bersama Syeira telah berakhir, dia sudah memilih jalannya sendiri dengan bahagia menjadi istrimu. Begitupun aku, aku tidak ingin menoleh kebelakang, sebab masa depanku ada disampingku.”


Agam menggengam tangan Kyara dihadapan Nauder hingga Nauder hanya bisa terdiam tanpa sepatah kata pun.


“Jika kau menganggap aku masih memiliki rasa pada Syeira, tentu saja jawabannya tidak ! sebab wanita disampingku ini sudah memenangkan dan menyembuhkan hatiku.” Ucap Agam lagi dengan tulus dan itu membuat Kyara terharu mendengarnya.


Seharusnya sebelum ia bicara demikian pada Kyara, bisa melihat bagaimana ketulusan hati Syeira padanya. Meski pada awalnya dulu dirinya lah yang mengejar-ngejar Syeira hingga Syeira luluh dan menerimanya bahkan mau menjadi istrinya.


“Aku rasa kami harus pamit terlebih dahulu kembali ke hotel, tuan Nauder. Sebab besok pagi kami akan bertolak ke Indonesia. Selamat malam, senang bisa berjumpa dengan anda, tuan Nauder.”


Ucap Agam dengan senyuman di bibirnya ia mengajak Kyara beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan resto tersebut kembali ke hotel tempat dimana mereka menginap.


Lain halnya dengan Nauder, Nauder kali ini harus berhadapan dengan Syeira yang sudah menunjukkan perubahan ekspresi wajah yang kecewa padanya. Syeira meninggalkan Nauder begitu saja di resto, dan Nauder mengejar Syeira.


“Syeira, tunggu !” Nauder mencekal tangan Syeira, dan Syeira menghempaskan tangan Nauder ia benar-benar kecewa dengan Nauder karena tidak dipercayai olehnya.


“Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud semacam itu, aku hanya ingin memastikan kau dan dia…” ucapan Nauder terputus kala Syeira yang memotong ucapannya.


“Masih saling mencintai ?” Syeira menyunggingkan senyuman mengejeknya pada Nauder.


“Maafkan aku.” Nauder menyesal sungguh, ia pun sebenarnya juga merasa kecewa mengapa Syeira juga tidak pernah menceritakan siapa Agam padanya. Tapi apakah itu penting sekarang ? Ketika ia telah tanpa sengaja sudah menyakiti hati Syeira.


...“Tidak ada yang lebih kuat selain sebuah kejujuran dan kepercayaan. Sebab itulah kunci bertahannya suatu hubungan. ”...