
Hari berganti hari bulan pun berganti bulan tak terasa sudah tiga bulan Kyara dan Rain tinggal di Indonesia. Proyek pembangunan sebuah resort yang dilakukan atas kerja sama antara perusahaan De Costa Company dan Aerpin Group, sudah selesai dibangun dan dijalankan.
Rain telah selesai dengan kewajibannya memegang tanggung jawab itu bagitu pun dengan Kyara. Untuk itu Rain memutuskan kembali ke Jerman dan mengurus perusahaan bersama Daddy nya, Morgan.
Kyara dan Rain sudah bersiap bertolak ke Jerman. Mereka sudah mengemas barang-barang mereka masuk ke dalam koper. Kemudian mereka menuju bandara dimana pesawat jet pribadi keluarga De Costa sudah menanti Rain dan Kyara.
“Kau yakin akan ikut ke Jerman ?” tanya Rain ia merasa aneh saat adiknya itu memilih untuk pulang ke Jerman padahal ia sendiri yang mengatakan sudah menerima Agam kembali ke sesisinya, lalu mengapa Kyara malah kembali ke Jerman.
“Memangnya kenapa ? Aku rindu Mommy dan Daddy.” Balas Kyara dengan cepat ia memakai kaca mata hitamnya.
“Lalu bagaimana dengan Agam ?” tanya Rain lagi.
Kyara menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman. Mengenai Agam, ia punya rencana tersendiri untuk mantan suaminya itu.
Sebenarnya ia pergi tanpa pamit pada Agam, karena ingin memberikan Agam sebuah pelajaran dan juga mengerjai Agam. Agam selalu mengajaknya untuk menikah kembali, namun Agam tidak tahu jika Kyara memiliki orang tua, yaitu Morgan.
Ia ingin Agam melamar dirinya di hadapan kedua orang tuanya, terutama Morgan. Sebab lain dulu dan sekarang lain pula ceritanya, jika dulu Agam yang memaksa dirinya untuk menikah dengannya. Tapi sekarang sudah berbeda, Agam harus mendapatkan izin dari Morgan dan berhadapan langsung dengan Morgan.
“Aku ingin dia melamar ku dengan izin Daddy !” jawab Kyara dengan santainya.
Disisi lain Agam sedang kalang kabut mencari keberadaan Kyara yang menghilang tanpa jejak, Kyara hanya mengirimnya sebuah surat berisikan ‘Jika kau ingin melamar ku maka carilah aku dan minta izin kedua orang tuaku, Kyara.’
Ya, selama ini Kyara menyembunyikan identitasnya jika dia adalah putri kandung dan pewaris utama De Costa Company. Bahkan ia menyuap Nathan agar tak memberi tahu identitasnya pada Agam.
Kyara bahkan berbohong jika ia bekerja sebagai seorang dosen, karena nyatanya pekerjaannya hanya membantu Rain jika Rain memerlukan sesuatu apalagi mengenai resort yang tengah dibangun bersama perusahaan Agam.
“Berani sekali kau ! Dimana Kyara ?” Agam menatap tajam wanita yang menyiram dirinya karena Agam sendiri masuk ke dalam apartemen wanita itu tanpa permisi.
“Kyara ? Kyara siapa ? Tidak ada yang bernama Kyara disini ! Dasar pria tidak tahu malu, sekali lagi kau masuk tanpa permisi ke dalam apartemen ku, akan ku laporkan kau ke pihak berwajib !” maki wanita itu ia kemudian menutup pintunya dengan keras. Kemudian ia tersenyum saat melihat notifikasi di ponselnya yang ternyata itu adalah kiriman uang dari Kyara, wanita yang berpura-pura tinggal di apartemennya.
Agam diam mematung ditempatnya ia baru sadar jika Kyara tidaklah tinggal di apartemen itu. Lantas dimana Kyara tinggal selama ini ? Apakah Kyara membohonginya selama ini ?
Agam mencoba memastikannya, ia kemudian menuju Universitas dimana Kyara berkerja sebagai seorang Dosen. Kenyataan pahit kemudian Agam dapatkan kembali begitu Agam tahu jika Kyara tidak pernah bekerja di kampus tersebut.
Agam mengusap kasar wajahnya, Kyara benar-benar berhasil membohonginya dan membuatnya kebingungan dengan mencari tahu keberadaanya.
“Kyara ! Awas kau !” geram Agam dengan suara beratnya, ia tak menyangka jika selama ini Kyara membohongi dirinya. Ia bingung harus pergi kemana tiba-tiba ia terpikirkan orang yang paling dekat dengan mantan istrinya.
“Diana…”