
Agam mengusap kasar wajahnya, Kyara benar-benar berhasil membohonginya dan membuatnya kebingungan dengan mencari tahu keberadaannya.
“Kyara ! Awas kau !” geram Agam dengan suara beratnya, ia tak menyangka jika selama ini Kyara membohongi dirinya. Ia bingung harus pergi kemana tiba-tiba ia terpikirkan orang yang paling dekat dengan mantan istrinya.
“Diana…”
...****************...
Agam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah Diana. Begitu ia sampai dirumah Diana, ia mengetuk pintu Diana dengan kencang hingga sang pemilik rumah menggerutu akibat ulah dirinya.
“Kau mau menghancurkan pintu rumah ku, ya ?” Diana mengomel saat membuka pintu rumahnya begitu ia tahu siapa yang mengetuk pintu rumahnya, ia terkejut mengetahui jika ia adalah Agam.
“Tu..tuan Agam.” Ucap Diana terbata-bata.
“Katakan dimana Kyara ?” tanya Agam to the point maksud kedatangannya menemui Diana.
Diana menghembuskan nafasnya hingga poni rambutnya terangkat. Ia benar-benar malas meladeni permasalahan diantara Kyara dan Agam kembali, karena jika Kyara pergi ia yang selalu menjadi sasaran Agam yang tak beralasan dengan mengatakan jika dirinya yang menyembunyikan dimana Kyara berada.
“Mana aku tahu !” jawab Diana.
“Kau pasti tahu, katakan saja dimana Kyara !”
Diana berdecak kesal karena Agam yang tidak percaya jika dirinya tak tahu dimana keberadaan Kyara. Sebenarnya Diana tahu jika Kyara pergi ke Jerman tapi Kyara meminta dirinya untuk tidak memberi tahu Agam.
“Kau jangan berbohong ! Atau aku akan mengirim mu bekerja di kantor kejaksaan kota perpencil !” ancam Agam pada Diana, bukan hal sulit bagi Agam untuk melakukan itu pada Diana. Karena dirinya adalah pria yang berkuasa dengan banyak kolega dibidang hukum.
“Dasar orang gila ! Silahkan anda lakukan itu, Aku seroang Jaksa ! Aku pun juga bisa menuntut anda karena sudah menganggu ketenanganku dengan mengancamku dan bertamu tak kenal waktu ! Apa anda tidak lihat ini pukul berapa ? Satu pagi ! yang benar saja !” omel Diana kemudian ia menutup kasar pintu rumahnya hingga Agam terperanjat kaget.
...****************...
Agam benar-benar frustasi ia tak tahu harus kemana mencari keberadaan Kyara. Ia terus memikirkan Kyara dan itu membuat kepalanya seperti ingin pecah.
Agam kemudian mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menghubungi Nathan. Nathan yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun karena mendengar ponselnya berbunyi.
“Apa kau sudah tidur ?” tanya Agam pada Nathan.
Nathan yang tiba-tiba mendapat telfon dari Agam, kepalanya dalam sekejab langsung berdenyut nyeri. “Ada apa Tuan ?” lirih Nathan.
“Ayo kita mencari Kyara, dia menghilang tanpa jejak sejak tadi siang !” ajak Agam
“Untuk apa dicari Tuan, dia pasti sudah pulang ke rumah orang tuanya !” Nathan refleks menutup mulutnya, seharusnya ia bisa menjaga mulutnya agar tak berkata apapun pada Agam. Namun entah mengapa mulutnya tak bisa diajak berkompromi, kata-kata itu seolah lolos begitu saja tanpa difilter.
“Astaga apa yang ku bicarakan !” ucap Nathan dalam hati.
Agam membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan Nathan barusan kepadanya mengenai Kyara. ‘pulang ke rumah orang tuanya’ Agam mengumpat kesal dalam hatinya sedari tadi siang ia mencari tahu keberadaan Kyara namun tak kunjung ketemu, ternyata Nathan mengetahui dimana Kyara.
Agam menutup panggilannya pada Nathan dan mengemudikan mobilnya kembali menuju apartemen Nathan dengan kecepatan tinggi, karena ia tak sabar untuk bertemu dengan Nathan menanyakan dimana keberadaan Kyara.
“Mampuslah Aku, apa yang harus aku lakukan ? Apa aku pergi saja ? Kalau aku pergi bagaimana dengan pekerjaanku ? Astaga bagaimana ini ?” Nathan begitu panik ia berjalan mondar-mandir di kamarnya, ia begitu takut bertemu dengan Agam, karena ia tak sanggup jika menghadapi Agam jika sudah dalam mode kemarahannya.
Hingga tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk dari luar yang membuat Nathan kaget bukan main..
“Astaga…”