MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
KONFLIK


Agam mencengkram kuat ponselnya setelah membaca pesan tersebut. Matanya memerah dan rahangnya mengeras. Jika saja ia bukan ditempat umum, sudah dipastikan ia menghancurkan apapun yang ada di hadapannya saat ini.


Pesan yang bertuliskan tiga kata itu mampu merubah suasana hatinya menjadi mencekam.


‘Aku hamil, Agam !’


Tiga kata yang mampu membuat amarah jiwa Agam berkobar. Pesan itu dikirimkan oleh Sarah. Ia tak menyangka jika Sarah hamil, dan Sarah mengklaim jika Agam adalah Ayah dari anak yang ia kandung.


... ….....


Sarah tersenyum puas setelah mengirimkan pesan itu pada Agam. Ia membayangkan pasti Agam sedang kacau setelah membaca pesan darinya.


Ya, Sarah memang tengah mengandung. Usia kandungannya sudah berumur tiga minggu. Ia tak pernah tidur dengan pria manapun kecuali dengan Agam.


Jika pun waktu itu dia sedang bersama Axel. Mereka bahkan belum sempat dalam tahap ranjang.


Sarah pun setelah disentuh oleh Agam benar-benar menjaga tubuhnya dengan melakukan pola makan yang sehat, karena berharap di dalam rahimnya tumbuh benih yang sudah ditanam oleh Agam.


Sebab pada waktu itu Agam melakukannya tak hanya satu kali tanpa berhenti, melainkan sampai tiga kali. Apalagi ia sudah melepas alat kontrasepsi yang melekat ditubuhnya saat tahu akan bertemu dengan Agam di kota itu.


Sarah benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang dan terencana. Ia pun berpikir memang Dewi Fortuna sedang memihak padanya.


“Agam…kau selalu meragukan ku, lihatlah aku sudah berhasil menjeratmu. Selanjutnya kau akan menjadi milikku lewat anakmu, anak kita.” Sarah tertawa sendiri di dalam kamarnya.


“Katakan pada Mama, apa kau meminum ini ?” bentak Helena yang merupakan Mama Sarah. Helena menemukan satu kotak susu Ibu hamil di dalam kotak sampah dapur saat ia ingin membuat teh untuk suaminya, Malik.


Helena begitu terkejut melihat kotak susu tersebut. Ia bahkan mengumpulkan seluruh pelayan wanita yang bekerja dirumahnya, dan menanyakan siapa diantara mereka yang hamil. Namun tak ada yang mengaku karena tidak ada yang hamil diantara mereka.


Namun salah satu pelayan pernah melihat Sarah meminum susu coklat pada malam hari, tapi ia tak berani menyimpulkan jika Sarah yang mengkonsumsi susu Ibu hamil itu.


Helena pun menjadi penasaran, dan menanyakan langsung pada putrinya. Dan betapa terkejutnya ia saat Sarah mengakui jika ialah yang meminum susu ibu hamil tersebut.


Helena begitu marah pada Sarah, karena Sarah hamil di luar nikah. Prihal Sarah yang pernah ketahuan olehnya dan Malik karena sudah tidur dengan seorang pria, mungkin mereka sudah memaafkan Sarah karena walau bagaimana pun Sarah adalah putri mereka satu-satunya.


Tapi untuk hamil di luar nikah, Helena benar-benar murka dan tak dapat mentolelir itu. Helena memarahi Sarah hingga suara keributan dari kamar Sarah terdengar keluar kamar dan di dengar oleh Malik.


Malik pun merasa terkejut mengetahui apa yang terjadi diantara istri dan anaknya tersebut. Malik tentu saja ikut marah dan kecewa.


“Katakan pada kami, siapa Ayah dari janin yang kau kandung !” bentak Malik pada Sarah sehingga Sarah menjadi ketakutan, Sarah sebenarnya takut pada Papa nya. Namun ia harus memberanikan dirinya, karena ia begitu mencintai Agam.


“Katakan Sarah !” ulang Malik membanting vas bunga yang ada dikamar putrinya itu saking merasa emosi dan kecewanya pada Sarah.


Sarah…