
Satu bulan kemudian,
Kyara dan Agam saat ini tengah berbulan madu ke Paris. Mereka berdua tengah menikmati bulan madu di Negara romantis tersebut.
Ya, sejak percakapan satu bulan lalu diantara keduanya. Mereka berdua memutuskan untuk menerima satu sama lain. Kyara mencoba menerima Agam menjadi suami seutuhnya miliknya begitupun Agam.
Benih-benih cinta sudah tertanam dalam hati mereka, bak di mabuk cinta keduanya selalu terkesan romantis dan saling menyayangi. Kyara tak menyangka secepat ini hatinya melupakan Kevin dan menerima Agam.
Begitupun dengan Agam ia juga tak menyangka jika hatinya sudah terpaut dengan Kyara, tak ada lagi nama Syeira, baginya Syeira adalah masa lalu yang harus ia kubur dan ia tak ingin menoleh lagi kebelakang, karena di hadapannya sudah ada wanita yang selalu mengisi hari-harinya sudah kebahagiaan, Kyara.
Agam dan Kyara saat ini tengah menikmati keindahan malam kota paris, mereka menyaksikan itu dari restoran yang terdapat di menara Eiffel.
Agam bahkan memberikan kotak yang kalung hati bertabur berlian langka yang ia pesan belum lama ini. Bahkan di balik kalung itu terdapat inisial nama mereka berdua AK “Agam Kyara)
Agam memasangkan kalung itu di leher putih dan mulus Kyara. Hingga Kyara merasa tersipu malu dan juga terharu dengan pemberikan yang di berikan oleh Agam.
“Cantik sekali.” Kyara memegang kalung yang sudah dipasangkan oleh Agam untuknya.
“Kau menyukainya ?” Tanya Agam kemudian ia mengecup pipi kanan Kyara sekilas.
“Terimakasih.” Senyum mengembang di bibir Kyara ia benar-benar tak menyangka Agam yang dulu arrogant kini sudah berubah dengan Agam yang manis.
“Kau harus mengucapkan rasa terimakasih mu dengan cara yang lain, Sayang.” Agam tersenyum smirk kala membayangkan hal lain yang diinginkannya dari Kyara.
“Dasar suami suami mesum !” jawab Kyara dan itu disambut sebuah tawa oleh Agam, sedangkan Kyara hanya ikut tersenyum.
Beberapa jam kemudian keduanya kembali ke hotel. Sampai di kamar Hotel pasangan suami istri yang dimabuk asmara akan cinta itu, entah kapan dan bagaimana mereka telah melakukan penyatuan.
Hingga mereka selesai dengan apa yang seharusnya mereka lakukan, dengan keringat membasahi ditubuh keduanya. Mereka kemudian saling memeluk satu sama lain, karena merasa kelelahan.
“Apa aku boleh bertanya ?” Kyara merasa ragu untuk mengatakannya, namun merasa janggal dihatinya jika ia tak menanyakannya langsung pada Agam.
“Apa, hem..?” jawab Agam dengan mata terpejam.
“Aku ingin tahu siapa, Syeira !” ucap Kyara pelan, dan itu membuat Agam membuka kedua matanya sehingga tatapan mereka saling mengunci satu sama lain.
Kyara melihat perubahan dimata dan wajah Agam seolah Agam tak menyukai jika ia menyebut nama Syeira dan menanyakan prihal Syeira pada Agam.
Lagi pula meskipun ia telah menerima Agam. Ia hanya ingin tahu seberapa penting wanita yang bernama Syeira itu dalam hidup suaminya, bukan ia meragukan hati dan cinta Agam padanya.
“Tidak perlu dijawab jika kau tak ingin mengatakannya…” ucapan Kyara terputus kala Agam memotong ucapannya.
“Dia, kekasihku dimasa lalu. Hubungan kami tidak pernah direstui, hingga akhirnya ia yang memilih pergi dan menikah dengan pria lain. Dia menikah dengan pria asal Thailand, yang perusahaannya bekerja sama dengan perusahaan ku.”
Kyara terganga dengan penjelasan yang diucapkan oleh Agam padanya. Ia tak menyangka jika Agam memiliki riwayat percintaan yang begitu buruk, sama seperti dirinya.
“Dia adalah anak seorang pelayan di mansions kedua orang tuaku. Mereka tak menerima Syeira karena status sosialnya, Aku bisa apa ? dulu aku pria yang hanya menerima pemberian dari orang tuaku. Aku tak mampu melawan orang tuaku, sekuat apapun aku mempertahankan dia, tetap saja aku tak dapat melawan mereka. Hingga Syeira sendiri yang memilih untuk pergi dari sisiku dan mencari kebahagiannya sendiri.”
“Maafkan aku, waktu itu aku melampiaskan kemarahan ku padamu. Karena pada waktu itu aku di Thailand bertemu dengannya bersama suaminya, bahkan suaminya mengatakan jika mereka sudah memiliki anak. Aku hanya merasa terluka dan kecewa.” Agam menggenggam tangan Kyara kali ini ia tak ingin kehilangan dan terluka lagi karena di hatinya hanya ada Kyara.
“Tapi kali ini aku tidak akan melepaskan mu. Bahkan seujung kuku pun menyakitimu bahkan mengecewakanmu, karena bagiku kau adalah masa depanku, aku berterima kasih karena kau mau menerima pria arrogant ini untuk tetap menjadi suamimu.”
“Kyara…