
Keesokan harinya Kyara sudah cantik dirias oleh tim MUA yang telah dipersiapkan oleh Agam untuknya. Kyara bahkan telah memakai gaun pernikahannya. Setelah Kyara sudah siap dengan dirinya, tiba-tiba seorang lelaki tampan masuk ke dalam kamarnya, siapa lagi kau bukan Agam Josephine.
Kyara menatap kesal Agam dari pantulan cermin, rasanya ia ingin sekali mencekik Agam kala melihat senyuman di bibir pria tampan tersebut.
“Apa kau sudah siap menikah denganku ? Ah…tentu saja kau sudah siap !” ucap Agam dengan tersenyum sinis melihat wanita yang selalu menjadi musuh bebuyutannya kini akan menjadi istrinya.
“Terserah kau saja ! Ayo dimana tempat akad nikahnya !” ucap Kyara dengan ketus ia menunjukkan rasa ketidak sabarannya untuk menyelesaikan acara pernikahannya dengan Agam, karena ia pikir setelah mereka menikah maka ia tidak pusing lagi memikirkan ancaman yang selalu diberikan oleh Agam untuknya.
“Kau tidak sabar sekali !” balas Agam dengan terkekeh.
Beberapa saat kemudian Agam dan Kyara tengah duduk di kursi akad nikah dimana kedua pasangan itu akan sah menikah dimata agama dan Negara. Agam bahkan telah menyediakan wali hakim karena Agam tidak mengetahui siapa ayah kandung Kyara.
Semua keluarga yang menyaksikan acara akad nikah antara Agam dan Kyara. Mereka jadi berbisik-bisik mengapa calon mempelai wanitanya berganti orang lain, bukan Sarah yang seharusnya menjadi pengantin wanitanya.
“Saya terima nikahnya Kyara Arsenino Putri dengan emas kawin yang tersebut !” Agam mengucapkannya dengan tarikan nafas.
Kini Agam dan Kyara telah resmi menjadi sepasang suami istri. Kyara mencium punggung tangan Agam yang telah menjadi suaminya. Setelah Kyara mencium tangan Agam, Agam mencium kening Kyara yang telah menjadi istrinya.
Entah mengapa ada perasaan aneh dalam diri Agam begitupun Kyara saat tatapan mereka saling bertemu. Sebuah rasa yang sulit untuk diartikan.
Setelah acara ijab Kabul dilaksanakan, Agam dan Kyara berjalan menuju pelaminan yang membuat mereka menjadi seorang raja dan ratu sehari. Semua para tamu undangan bertepuk tangan menyambut pasangan pengantin baru tersebut.
Mereka berdansa berdua, semua para tamu yang hadir ikut merasakan kebahagiaan di acara resepsi pernikahan Agam dan Kyara.
“Kau harus tersenyum !” titah Agam saat merangkul pinggang ramping Kyara.
“Kau tenang saja !” jawab Kyara dengan ketus. “Tidak ku sangka kau menggantikan posisi Sarah dengan aku !” ucap Kyara tersenyum manis namun senyuman itu sebenarnya senyuman mengejek Agam karena menjadikan dirinya sebagai pengantin pengganti.
Agam terkekeh, ia tak menyangka jika Kyara mengetahui jika dirinya menggantikan posisi Sarah sebagai istrinya hari ini.
“Kau benar-benar pemain yang handal, Tuan Agam !” sindir Kyara.
“Apapun bisa ku lakukan, Nyonya Kyara Josephine.” Agam menjawab ucapan Kyara dengan berbisik ditelinga Kyara.
Mereka terus berdansa dengan romantisnya, pada akhir kegiatan dansa mereka berdua. Para tamu undangan bersorak menginginkan sepasang pengantin itu berciuman. Tentu saja itu membuat Kyara membulatkan kedua matanya.
Bukan Agam namanya jika tak membuat lawannya mati kutu. Ia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Kyara hingga terjadilah ciuman yang dilakukan oleh Agam.
Semua para tamu bertepuk tangan dengan meriah menyaksikan sepasang pengantin tersebut saling berciuman. Sedangkan Kyara hanya diam mematung tak membalas ciuman yang diberikan oleh Agam untuknya, karena ia merasa terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Agam padanya.