MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
MASA LALU


Flash Back


Cerita 22 tahun lalu…


Joana menatap dirinya di cermin, hari ini akan mengunjungi Arsen di Bali karena Arsen yang menyuruhnya untuk menyusul dirinya. Joana dan Arsen baru menikah dua bulan.


Arsen terpaksa harus pergi seorang diri ke Bali dan meninggalkan Joana beberapa hari karena harus mengecek lokasi pembangunan yang tiba-tiba mengalami kendala.


Joana tentu sangat senang karena sudah satu minggu ini ia dan Arsen tidak bertemu, rasa rindu tentu saja Joana rasakan pada Arsen.


Saat Joana keluar dari rumah dan hendak menuju Bandara, ditengah perjalanan mobilnya tiba-tiba terhenti karena ada mobil lain yang berhenti secara tiba-tiba di depan mobilnya.


Tiba-tiba kaca jendela mobil Joana diketuk dan Joana menurunkan kaca jendelanya. Matanya membulat sempurna saat tahu siapa orang yang mengetuk kaca jendela tersebut.


Dia adalah Morgan De Costa, Morgan sangat terobsesi pada Joana, meskipun ia tahu Joana sudah menikah dengan Arsen. Morgan dan Joana adalah teman dibangku perkuliahan. Morgan sangat menyukai Joana, ia mencintai Joana seorang diri tanpa Joana ketahui.


Joana tidak pernah berpikir jika Morgan memiliki hal jahat padanya. Ia pun turun dari mobilnya dan berbicara pada Morgan.


“Ada apa, Morgan ?” Tanya Joana biasa-biasa saja.


“Apa kau hendak pergi ?” Morgan balik bertanya.


“Hem….aku akan menemui Arsen di Bali !” balas Joana dengan jujur.


“Aku akan mengantarkan mu ke Bandara !” ajak Morgan


Joana tentu saja menolaknya karena ia sendiri sudah diantarkan sopir nya. “Ah…ku rasa itu tidak perlu, sebab aku bersama sopir ku !”


Joana yang tak enak hati, ia kemudian menyetujui jika Morgan mengantarkannya ke Bandara. Namun bukannya mengantarkan Joana ke Bandara, Morgan malah membawa Joana ke rumahnya.


Joana dikurung di kamar Morgan seharian. Ponselnya bahkan dirampas oleh Morgan agar Joana tidak bisa menghubungi Arsen.


“Apa yang kau lakukan, Morgan ?” Joana merasa takut saat Morgan mengunci pintu kamarnya.


“Apa kau tidak memahami perasaan ku, Joana ?” Tanya Morgan berkata lirih.


“Apa maksud mu ?” Tanya Joana balik.


“Aku mencintai mu Joana, aku mencintai mu sejak kita masih kuliah !” jawab Morgan dengan nada bergetar, ia benar-benar mencintai Joana. Namun siapa sangka ternyata Arsen yang mendapatkannya lebih dulu.


Suara Joana tercekat ketika hendak membalas ucapan Morgan padanya. Morgan mencintai dirinya ? Kenapa ? Karena Joana hanya menganggap Morgan sebatas teman, ia tak tahu jika memiliki rasa terhadapnya.


“Hatiku sakit saat kau menikah dengan Arsen, tidak kah kau tahu bagaimana perasaanku saat melihat mu menikah dengan Arsen ? Hatiku hancur, hancur Joana !” teriak Morgan ia membanting vas bunga yang ada di atas meja.


Joana berteriak ketakutan saat vas bunga itu pecah dan berserakan.


“aaa…”


“Morgan kau jangan seperti ini, aku sudah menikah dan Arsen adalah suami ku !” ucap Joana mencoba menjawab ucapan Morgan.


Mendengar Joana yang mengucapkan nama Arsen sebagai suaminya. Rahang Morgan mengeras, dan menatap tajam Joana. Ia tidak menyukai Joana menyebut namanya, seketika amarah tiba-tiba menjadi-jadi saat Joana mengancam dirinya akan melaporkannya pada Arsen.


Morgan pun berjalan perlahan mendekati Joana hingga Joana ketakutan. Morgan dengan kasar menarik tangan Joana dan menghempaskan tubuh Joana di atas tempat tidur, kemudian…