MARRY ME AGAIN

MARRY ME AGAIN
TIDAK SEGAMPANG ITU


Kyara menitihkan air matanya, kala Ibu mertuanya menghina dirinya hanya karena ia bukanlah menantu yang diharapkannya.


“Sayang.” Agam mengusap air mata Kyara, inilah kenapa ia tak ingin mengajak Kyara bertemu dengan kedua orang tuanya, karena pasti Kyara akan terluka karena sikap Mama nya.


“Tak apa, aku baik-baik saja !” balas Kyara mencoba memberikan senyuman terbaiknya pada Agam, agar Agam tidak perlu mengkhawatirkan perasaannya saat ini.


“Ayo kita pulang saja.” Ajak Agam mengajak Kyara pulang ke apartemen karena tak mau perasaan istrinya semakin terluka jika harus terus berhadapan dengan Mama nya.


Kyara menggelengkan kepalanya, tekadnya sejak awal adalah ingin bertemu dengan kedua orang tua suaminya. Mau diterima atau tidak dirinya yang terpenting Kyara ingin menunjukkan bahwa dirinya adalah menantu dikeluarga Josephine, istri seorang Agam Josephine.


“Aku baru bertemu dengan Mama sebentar, aku masih ingin disini, bolehkah ?” pinta Kyara membujuk Agam untuk tidak mengajaknya pulang.


“Tapi…” ucapan Agam terpotong kala Kyara memegang tangannya dan tersenyum padanya.


“Aku sudah berjanji akan baik-baik saja bukan ? Apa kau tidak percaya padaku ?” balas Kyara


Agam berdiri dari duduknya, terserah Kyara ingin marah atau bagaimana padanya, yang jelas ia tak ingin istrinya itu semakin terluka karena sikap Mama nya. Agam pun memaksa Kyara untuk ikut dengannya meninggalkan mansions Josephine.


“Agam, aku masih mau disini !” lirih Kyara saat ia mengikuti derap langkah kaki Agam dengan tangannya ditarik oleh Agam.


“Tidak perlu menginjakkan kaki di mansions ini lagi, aku pun juga tidak punya niatan lagi untuk pulang ke sini !” balas Agam


“Agam, kau jangan seperti itu..”


“Kau bisa bertemu dengan Mama lain kali, jika aku sudah bisa meyakinkan Mama jika kau adalah menantu yang layak untuknya. Tapi untuk kali ini, kita pulang saja, oke ?” Agam memberikan pengertian pada Kyara agar sabar menunggu Mama nya bisa menerima dirinya sebagai menantunya.


“Baiklah..” balas Kyara dengan menunduk lesu. Ternyata tidak segampang itu datang menemui Ibu mertuanya belum lagi mendapatkan hatinya. Haruskah ia berusaha ? tentu saja, namun jika ia terus di tolak oleh Kyalin, lantas apa yang harus ia lakukan ?


...“Tidak semua Ibu Mertua itu bersikap baik pada menantunya. Sebab sekeras apapun seorang Menantu berusaha untuk menjadi yang terbaik untuknya, tetap saja akan ada kesalahan dan ketidak sempurnaan.” ...


... …….....


Lain halnya dengan Kevin dan Renata, hubungan sepasang suami istri yang sudah tiga bulan menikah itu tidak menunjukkan tanda-tanda perubahan padahal tanpa sepengetahuan Kevin, Renata tengah mengandung benihnya meski Kevin baru pertama kali menyentuh dirinya.


Padahal beberapa waktu lalu Renata begitu senang dan bahagia karena perubahan sikap Kevin saat mereka datang ke Dubai menemui kedua orang tua Renata.


Kevin menunjukkan sikap manis dan romantisnya pada Renata dan itu membuat mertuanya menjadi sangat bersyukur dan bahagia melihat putrinya, Renata merasa bahagia.


Namun ternyata Renata salah, sejak kepulangan mereka dari Dubai. Kevin kembali menjadi pria yang dingin padanya dan irit bicara, jangankan bersikap manis padanya saat mereka berada di Dubai, bahkan Kevin menunjukkan rasa tak pedulinya pada Renata.


Terlebih saat ini Renata dalam fase mengidam, ia begitu menginginkan dibawakan makanan oleh Kevin. Terserah apapun bentuk makanan itu yang terpenting Kevin membawakannya makanan.


Berulang kali Renata mencoba menghubungi Kevin, namun panggilannya tak kunjung diangkat oleh Kevin. Namun pada saat panggilan terakhirnya, tiba-tiba…